Logo BeritaSatu

Dugaan Omicron Sudah Menyebar di Indonesia, Ini Argumennya

Rabu, 8 Desember 2021 | 02:13 WIB
Oleh : Dwi Argo Santosa / DAS

Jakarta, Beritasatu.com - Varian baru virus Corona B.1.1.529 atau Omicron sudah masuk Indonesia dan menyebar. Dugaan itu diungkapkan ahli patologi klinik Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret (RS UNS) Solo, Tonang Dwi Ardyanto, Senin (6/12/2021).

Sampai Selasa (7/12/2021) pemerintah belum mengumumkan temua varian baru tersebut di Indonesia. Namun Tonang menduga Omicron sudah masuk dan menyebar di Indonesia. Hanya saja keberadaan varian baru itu tidak terdeteksi dan tidak terlaporkan karena mereka yang terpapar cenderung bergejala ringan, bahkan sebagian tanpa gejala.

Selain itu, tes antigen dan polymerase chain reaction (PCR) di Indonesia masih tergolong rendah.

Tonang melalui akun pribadinya di media sosial menyebut dasar dugaannya. Penyandang gelar PhD bidang Biologi Molekuler di Totori University Jepang ini menulis, penyebaran varian Omicron sudah sedemikian luas di banyak negara sejak laporan awal temuan varian ini.

Laporan awal itu pun sebenarnya kasusnya sudah terjadi setidaknya dua pekan sebelumnya.

Argumen mengapa varian Omicron di Indonesia belum teridentifikasi, menurut Tonang, karena sebagian besar kasus tanpa gejala atau hanya gejala ringan.

Alasan lainnya, jumlah test PCR kita di bawah ambang. Tonang menyebut, rata-rata tes dilaporkan antara 180.000-200.000 per hari.

“Tapi yang banyak itu tes antigen, sekarang PCR tinggal sekitar 15% saja dari total tes,” katanya.

Dengan demikian rata-rata tes PCR di Indonesia sekarang ini sekitar 30.000/hari. Padahal minimal 39.000/hari.

Selain belum mencapai ambang minimal, persebaran tes pun tidak merata. “Sayangnya, 40-50% dari jumlah PCR itu di Jakarta saja. Sisanya dibagi 33 provinsi lainnya,” katanya.

Spesialis patologi klinik khusus infeksi dan imunologi ini menyebutkan bahwa tes antigen bisa mendeteksi Omicron namun tidak seefektif PCR.

Tonang yang juga menjabat sebagai Wakil Direktur di RS UNS ini mengungkapkan, prevalensi antibodi masyarakat diperkirakan sudah relatif tinggi setelah melewati bulan Juli atau bulan di mana jumlah kasus Covid-19 Indonesia mencapai puncak. Antibodi yang dimaksud tersebut bisa terbentuk dari infeksi alami karena terpapar Covid-19, terbentuk dari vaksinasi, atau dari campuran infeksi-vaksinasi.

Di sisi lain, angka cakupan vaksinasi dosis lengkap sudah mencapai 36,37% dari seluruh penduduk. Bila kecepatan pertambahan angka vaksinasi ini bertahan sampai akhir Desember, maka akan tercapai setidaknya 42% penduduk sudah mendapat dua kali dosis vaksin.

Dengan kondisi seperti itu, ditambah tetap mempertahankan disiplin penerapan protokol kesehatan, menjadi bekal berharga melawan gempuran varian yang oleh WHO dimasukkan sebagai kategori variant of Concern ini. Mereka yang terkena varian baru ini cenderung memiliki gejala ringan. Selain itu penyebarannya tidak leluasa karena sudah banyak yang memiliki antibodi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

2 Jenderal Polri Dimutasi Jadi Widyaiswara, Apa Itu?

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memutasi dua jenderal Polri, yakni Brigjen Pol Rudi Pranoto dan Brigjen Pol Darmawan. Ini pengertian Widyaiswara.

NEWS | 26 September 2022

KPK Sayangkan Kuasa Hukum Ungkap Tambang Emas Lukas Enembe ke Publik

KPK menyayangkan langkah kuasa hukum Gubernur Papua, Lukas Enembe yang hanya mengungkapkan kepemilikan tambang emas kliennya ke publik.  

NEWS | 26 September 2022

Legislator Minta Kemendikbudristek Perbaiki RUU Sisdiknas

Anggota Komisi X DPR, Fahmi Alaydroes meminta Kemendikbudristek memperbaiki RUU Sisdiknas dengan melibatkan semua stakeholder.

NEWS | 26 September 2022

Jenderal Dudung Beri Hormat kepada Jenderal Andika Usai Rapat di Komisi I DPR

Usai rapat dengan Komisi I DPR, Kasad Jenderal Dudung Abdurachman memberikan salam hormat kepada Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.

NEWS | 26 September 2022

Penembakan di Sekolah Rusia, 13 Orang Tewas

Pelaku kemudian tewas bunuh diri dan dia diidentifikasi sebagai alumni sekolah tersebut.

NEWS | 26 September 2022

Pelonggaran Mobilitas, Satgas Covid-19: Tetap Wajib Masker

Satgas Covid-19 menyebut penerapan protokol kesehatan seperti memakai masker  atau aturan wajib masker harus tetap diterapkan atau diberlakukan.

NEWS | 26 September 2022

BRIN Merancang Sepeda Motor Listrik Ramah Disabilitas

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) merancang ulang sepeda motor listrik roda tiga agar dapat digunakan kaum disabilitas untuk berjualan keliling.

NEWS | 26 September 2022

Update Covid-19: Kasus Positif Hari Ini Bertambah 1.344

Update Covid-19 pada hari ini, Senin (26/9/2022), kasus positif mengalami kenaikan sebanyak 1.344.  Total kasus konfirmasi positif 6.423.873.

NEWS | 26 September 2022

Ledakan di Asrama Polisi, Pengirim Paket Berstatus Saksi

Pria di Kabupaten Indramayu pengirim paket yang menjadi sumber ledakan di Asrama Polisi (Aspol), Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, berstatus sebagai saksi.

NEWS | 26 September 2022

Polres Subang Selidiki Terkait Temuan Tengkorak Manusia

Polres Subang masih menyelidiki terkait dengan temuan kerangka dan tengkorak manusia utuh di perkebunan tebu, Desa Gembor, Kecamatan Pagaden.

NEWS | 26 September 2022


TAG POPULER

# Iran


# Kudeta Tiongkok


# Guru Besar UGM Tergulung Ombak


# Xi Jinping


# Lukas Enembe


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
2 Jenderal Polri Dimutasi Jadi Widyaiswara, Apa Itu?

2 Jenderal Polri Dimutasi Jadi Widyaiswara, Apa Itu?

NEWS | 10 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings