Kemenkes Gelar Program Air dan Sanitasi Inklusif
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kemenkes Gelar Program Air dan Sanitasi Inklusif

Kamis, 9 Desember 2021 | 14:36 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Air dan sanitasi merupakan hak dasar bagi manusia, namun masih ada 62 juta orang di pedesaan yang belum mendapatkan akses layak ke fasilitas sanitasi. Hingga kini bahkan ada 34 juta di antaranya masih mempraktikan Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Angka tersebut menunjukkan bahwa target Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) 2030 untuk akses sanitasi dan air minum yang layak untuk semua masih dalam perjalanan panjang.

Akses air bersih dan sanitasi yang mumpuni di setiap wilayah di Indonesia sudah darurat. Atas dasar itu Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) dan Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) berkolaborasi menggelar ‘Learning Event: Program Air dan Sanitasi yang Inklusif untuk Resiliensi’ yang bertujuan untuk meningkatkan praktik pembangunan air dan sanitasi yang lebih inklusif bagi semua kalangan di mana ajang pembelajaran bersama ini telah dimulai pada Selasa (7/12/2021) hingga Rabu (8/12/2021).

Pembicara yang turut hadir diantaranya adalah Direktur Kesehatan Lingkungan, Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan Vensya Sitohang yang menjelaskan bahwa kebijakan harus mendukung pencapaian akses sanitasi yang universal.

“Arah kebijakan dan strategi saat ini adalah meningkatkan pelayanan kesehatan menuju cakupan kesehatan semesta yang melibatkan semua golongan termasuk penyandang disabilitas dalam STBM. Menurut penelusuran kami, komitmen yang kuat dari pimpinan daerah menjadi prasyarat percepatan ODF (Open Defecation Free). Komitmen pimpinan daerah ini sangat mempengaruhi terhadap implementasi di lapangan,“ ungkap Vensya.

Selain itu, Vensya juga menekankan perlunya menggerakkan dukungan pembiayaan pemerintah daerah, peran swasta dan alternatif pemanfaatan biaya sumber hibah, zakat dan ataupun kredit mikro ringan terhadap air dan sanitasi yg dikawal dengan ketat sesuai peraturan. Hal ini dilakukan dalam peningkatan supply dan kualitas sarana sanitasi menuju aman dan berkelanjutan.

Selanjutnya perlu dikembangkan dan mendukung alternatif solusi melalui inovasi teknologi tepat guna sesuai lokal spesifik yang telah terstandar untuk diimplementasikan dan replikasi. Monitoring pendampingan yang kuat untuk mengklaim keberhasilan dan percepatan penyelesaian solusi masalah di lapangan yang cepat dan tepat perlu dilakukan secara kontinyu oleh seluruh pemangku kepentingan pembangunan air minum dan sanitasi mulai dari kader, natural leader, kepala desa/lurah, sanitarian dan tingkatan jajaran pemangku kepentingan lainnya.

Sejak pandemi Covid-19 pada awal tahun 2020, masyarakat Indonesia menghadapi hambatan dari berbagai segi kehidupan tidak terkecuali anak-anak, kaum muda terutama perempuan dan orang dengan disabilitas. Pandemi Covid-19 telah menunjukkan pentingnya sanitasi, kebersihan dan akses yang memadai ke air bersih untuk mencegah dan mengendalikan penyakit.

Serafina Bete, Ketua Persani NTT, menyampaikan bahwa dalam meningkatkan akses sanitasi layak pada kelompok disabilitas perlu dukungan dari semua lapisan masyarakat.

“Anak-anak, kaum muda dan perempuan dengan disabilitas sering menghadapi hambatan dalam mengakses pembangunan termasuk sanitasi. Di situasi pandemi Covid-19, akses dan mengubah perilaku higiene sanitasi sangat penting. Menyediakan sarana sanitasi yang bisa diakses dan menjangkau serta melibatkan semua kelompok tanpa terkecuali menjadi penting, termasuk penyandang disabilitas,” jelas Fina.

Laisa Wahanudin, Koordinator Sanitasi Kementerian PPN-Bappenas, menjelaskan bahwa partisipasi kelompok masyarakat termasuk kaum penyandang disabilitas sebagai pengambil keputusan sangat penting.

“Saat ini, organisasi masyarakat sipil seperti PKK dan Orrganisasi disabilitas sudah dirangkul oleh Pokja AMPL (Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan) sebagai mitra kunci dalam meningkatkan pelayanan air dan sanitasi,” ujar Wahanudin.

Dini Widiastuti, Direktur Eksekutif Yayasan Plan International Indonesia berpendapat bahwa berbagi akses air bersih adalah dasar pemenuhan hak asasi manusia, terutama anak.

“Dengan memenuhi akses dan kebutuhan air bersih dan sanitasi yang layak dan inklusif, kami percaya anak-anak, baik perempuan dan laki-laki maka risiko kekerasan dan kesehatan pada anak pun berkurang. Ketika kebutuhan dasar telah terpenuhi mereka dapat bertumbuh kembang dengan baik dan menggapai mimpinya,” jelas Dini.

Selama kurang lebih 20 tahun terakhir, Plan Indonesia telah bekerja sama dengan pemerintah dalam berbagai upaya peningkatan akses dan perilaku sanitasi dengan pendekatan inovatif yang sudah diadopsi di dalam maupun di luar negeri.

Dalam beberapa tahun belakangan ini, melalui berbagai bencana alam dan pandemik covid-19, implementasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat yang berkesetaraan gender dan inklusif (STBM-Gesi) di daerah intervensi plan menunjukkan banyak praktik baik yang telah mendukung ketangguhan masyarakat untuk tetap hidup sehat. Contohnya, dengan inovasi masker transparan untuk kelompok penyandang disabilitas, penambahan fasilitas ramah disabilitas, dan pencegahan penularan Covid-19 melalui pengolahan limbah infeksius skala rumah tangga.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Kasus Harian Covid-19 Tembus 7.000, Prof Zubairi Sarankan Level PPKM Dinaikkan

Prof Zubairi Djoerban menyarankan, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dinaikkan ke level yang lebih tinggi

KESEHATAN | 27 Januari 2022

Bijak Konsumsi Garam untuk Mencegah Stunting dan Obesitas

Kampanye Bijak Garam bisa menjadi solusi cermat dalam mencegah stunting dan obesitas.

KESEHATAN | 26 Januari 2022

Ini Kelebihan Menstrual Cup untuk Perempuan di Asia

Menstrual cup Filmore yang dibuat khusus sesuai dengan anatomi perempuan Asia, memiliki ketahanan 10 tahun dan lebih ramah lingkungan.

KESEHATAN | 26 Januari 2022

Menko PMK Minta Angka Stunting Diturunkan Hingga Nol

Pemerintah masih terus mengupayakan pencapaian target penurunan stunting hingga 14% pada tahun 2024.

KESEHATAN | 26 Januari 2022

Nose Sanitizer Pembasmi Covid-19 Segera Dipasarkan di Tanah Air

Nose sanitizer atau pembersih hidung Enovid yang mampu membasmi Covid-19 bakal segera dipasarkan di Indonesia.

KESEHATAN | 26 Januari 2022

Kasus Covid-19 Meningkat, Kemenkes: Satgas Prokes Kembali Diaktifkan

Siti Nadia Tarmizi mengimbau, satgas protokol kesehatan (prokes) khususnya di 3 provinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten, kembali diaktifkan.

KESEHATAN | 26 Januari 2022

Uji Klinis Segera Rampung, Herbamuno+ Siap Jadi Obat Covid-19

Uji klinis Herbamuno+ sebagai ajuvans penanganan Covid-19 ditargetkan selesai dalam hitungan bulan.

KESEHATAN | 26 Januari 2022

Studi: Varian Omicron Berevolusi pada Tikus

Satu penelitian di Tiongkok menemukan varian Covid-19, Omicron telah berevolusi pada tikus.

KESEHATAN | 26 Januari 2022

Meski PJJ, Vaksinasi Anak di Kota Tangerang Tetap Dilanjutkan

Pemerintah Kota Tangerang mulai hari ini kembali menyelenggarakan PJJ dengan metode daring.

KESEHATAN | 26 Januari 2022

Update Covid-19: Jakarta Sumbangkan Lebih dari Setengah Kasus Harian

DKI Jakarta pada hari ini mencatatkan penambahan kasus Covid-19 dengan total 3.509.

KESEHATAN | 26 Januari 2022


TAG POPULER

# Nurul Arifin


# Wiyanto Halim


# Sorong


# Rupiah


# Jokowi



TERKINI
Kasus Harian Covid-19 Tembus 7.000, Prof Zubairi Sarankan Level PPKM Dinaikkan

Kasus Harian Covid-19 Tembus 7.000, Prof Zubairi Sarankan Level PPKM Dinaikkan

KESEHATAN | 38 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings