Logo BeritaSatu

Masyarakat Tidak Bisa Pilih Merek Vaksin Booster

Senin, 17 Januari 2022 | 21:32 WIB
Oleh : YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Reisa Broto Asmoro menekankan bahwa masyarakat tak bisa memilih jenis merek vaksin yang akan digunakan sebagai vaksinasi booster selanjutnya.

“Sebenarnya sudah ada panduannya, jadi kita tidak bisa memilih merek-merek vaksin. Sudah ada aturannya dari badan pemerintah ataupun para ahli, yang sudah melakukan penelitian terkait dari jenis terkait dari dosisnya,” kata Reisa dalam Siaran Sehat bertajuk "Vaksinasi Booster dan Waspada Omicron" yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin (17/1/2022).

Reisa menyebutkan terdapat lima vaksin yang bisa digunakan sebagai booster oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Di antaranya Sinovac, AstraZeneca, Moderna, Pfizer dan Zivifax yang sudah mendapatkan izin penggunaan dalam kondisi darurat (EUA).

Di mana dari setiap jenis sudah diatur berdasarkan hasil penelitian BPOM dan para ahli berdasarkan dosis dari vaksin masing-masing, sehingga masyarakat tidak bisa memilih tiap jenisnya.

Pemberian vaksin booster itu akan dibedakan menjadi dua macam, yakni homolog dan heterolog. Dalam hal ini, secara homolog, vaksin yang diberikan sama dengan vaksin primer atau dosis pertama dan kedua seseorang.

Sedangkan pada heterolog, vaksin booster diberikan secara berbeda dengan vaksin primernya. Dia memberikan contoh, bila seseorang memiliki riwayat vaksin primer menggunakan Sinovac, maka homolog yang disarankan dapat menggunakan Sinovac kembali dalam dosis lengkap atau berupa heterolog, dengan menggunakan Pfizer dalam setengah dosis maupun AstraZeneca setengah dosis.

Lebih lanjut dia menerangkan beragam jenis vaksin booster yang tersedia dapat berubah sewaktu-waktu, karena disesuaikan dengan stok yang ada pada kondisi terkini.

“Jadi memang tergantung ketersediaan berdasarkan stok. Tetapi nanti kalau berubah lagi, ternyata bulan depan atau dua bulan lagi yang tersedia yang banyak di masyarakat itu berbeda, tidak apa-apa. Yang penting ikuti panduan yang sudah disetujui oleh panduan BPOM,” kata dia.

Ia menegaskan, sebaiknya masyarakat tidak mengulur waktu atau menunggu sebuah jenis vaksin yang ada agar anti bodi yang habis, dapat segera terbentuk kembali.

Oleh sebab itu, diharapkan semua pihak dapat segera melengkapi dosis vaksinnya atau pergi ke fasilitas kesehatan terdekat bila sudah mendapatkan E-ticket untuk booster.

Reisa juga meminta agar masyarakat mengajak dan menemani anak-anak usia 6-11 tahun ke atas, untuk segera mendapatkan vaksin Covid-19. Hal itu bertujuan agar anak dapat menjalankan pembelajaran tatap muka (PTM) dengan lebih terlindungi dan percaya diri.

“Ini penting sekali untuk dilakukan karena ini upaya kita bersama, agar Indonesia bisa keluar dari pandemi Covid-19. Yang belum vaksin ayo segera di vaksin dan termasuk bagi yang sudah bisa mendapatkan vaksinasi lanjutan sesuai kriteria ingat 18 tahun ke atas untuk booster-nya,” ucap dia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Demo 21 Mei, La Nyalla Minta Masyarakat Waspadai Provokator

Ketua DPD, La Nyalla Mattalitti mengatakan demo 21 Mei yang digelar sejumlah elemen masyarakat merupakan hak warga yang dijamin konstitusi.

NEWS | 21 Mei 2022

Otto Hasibuan Sebut Pernyataan Hotman Paris Picu Keonaran

Ketua Umum Persatuan Advokat Indonesia (Peradi) Otto Hasibuan menyatakan pernyataan pengacara Hotman Paris terkait organisasi advokat memicu keonaran. 

NEWS | 20 Mei 2022

Cegah Penularan Virus Hendra, Ini Saran dari Pakar

Guna mencegah penularan virus Hendra terdapat beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan.

NEWS | 20 Mei 2022

LGP Optimistis PDIP Usung Kader Sendiri di Pilpres 2024

LGP atau Laskar Ganjar-Puan optimistis PDIP bakal mengusung kaderya sendiri di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024

NEWS | 20 Mei 2022

Otto Ungkap Anak Hotman Paris Minta Rekomendasinya untuk Bekerja

Ketua Umum Peradi, Otto Hasibuan menyebut anak Hotman Paris, Felicia Putri Parisienne Hutapea pernah meminta rekomendasinya untuk bekerja sebagai advokat.

NEWS | 20 Mei 2022

Epidemiolog Ingatkan Bahaya dari Virus Hendra dan Nipah

Ancaman pandemi Covid-19 yang belum berakhir kini, bahaya dari virus Hendra serta Nipah harus diwaspadai.

NEWS | 20 Mei 2022

Ibas Jajal Sepeda Downhill di Benteng Bukit Lodenok

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas menjajal sepeda downhill di Bukti Lodenok saat pulang ke kampung halamannya di Pacitan.

NEWS | 20 Mei 2022

Kemendagri Tingkatkan Mutu Pelayanan Pengelolaan Sampah

Kemendagri melakukan upaya guna meningkatkan pelayanan pengelolaan sampah di Provinsi, Kabupaten/Kota.

NEWS | 20 Mei 2022

Survei INES: Airlangga Hartarto Layak Maju di Pilpres 2024

Survei INES menyebutkan, Airlangga Hartarto layak maju dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2024

NEWS | 20 Mei 2022

Raja Yordania Tempatkan Saudara Tirinya di Tahanan Rumah

Raja Yordania Abdullah telah menempatkan saudara tirinya Pangeran Hamzah di bawah tahanan rumah, membatasi komunikasi dan gerakannya.

NEWS | 20 Mei 2022


TAG POPULER

# DNA Pro


# CPO


# PDSI


# SEA Games


# Hari Kebangkitan Nasional


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Pasien Covid-19 Dirawat di RSDC Wisma Atlet Bertambah

Pasien Covid-19 Dirawat di RSDC Wisma Atlet Bertambah

NEWS | 12 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings