Logo BeritaSatu

Indonesia Masih Hadapi Masalah Stunting dan Obesitas

Selasa, 18 Januari 2022 | 21:50 WIB
Oleh : Wilsa Azmalia Putri / WM

Jakarta, Beritasatu.com – Indonesia saat ini masih dihadapkan dengan berbagai permasalahan gizi terutama gizi kurang atau stunting dan gizi lebih atau obesitas. Direktur Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan, Dhian Probhoyekti mengatakan, permasalahan gizi tidak hanya terjadi di Indonesia tetapi juga di dunia. Bahkan permasalahan ini menjadi fokus secara global.

Di Indonesia berdasarkan survei Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021 menyebutkan, prevalensi stunting sebesar 24,4%. Angka ini masih jauh dari angka prevalensi yang ditargetkan dalam RPJM 2020-2024, yakni 14%.

Sementara itu, berdasarkan Riskesdas 2018 prevalensi obesitas pada balita sebanyak 3,8% dan obesitas usia 18 tahun ke atas sebesar 21,8%. Target angka obesitas di 2024 tetap sama 21,8%, upaya diarahkan untuk mempertahankan obesitas tidak naik. Ini adalah upaya yang sangat besar dan cukup sulit.

“Dampak masalah gizi stunting dan obesitas berdampak jangka pendek dan jangka panjang karena kedua masalah gizi ini menjadi indikator pembangunan kesehatan bangsa yang berpengaruh terhadap kualitas generasi penerus,” kata Dhian dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Selasa (18/1/2022).

Dikatakan Dhian, pada saat anak stunting maka terjadi gagal tumbuh ditunjukkan dengan tinggi badan pendek dan perkembangan intelektual terhambat. Dalam jangka panjang dapat menimbulkan dampak pada gangguan metabolik yang meningkatkan risiko individu obesitas, diabetes, strok, dan jantung.

Lebih lanjut, Dhian menyebut, perbaikan gizi saat ini lebih diarahkan pada gizi seimbang sebagai solusi menurunkan stunting dan mencegah angka obesitas naik. Gizi seimbang bermakna luas berlaku pada semua kelompok umur.

Penerapan gizi seimbang dilakukan dengan mengonsumsi aneka ragam makanan, membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat, mempertahankan berat badan normal, dan melakukan aktivitas fisik di semua kelompok umur.

Kemenkes, dijelaskan Dhian tengah melakukan intervensi spesifik untuk melaksanakan penerapan gizi seimbang. “Saat ini memang kita berfokus pada remaja dan 1.000 hari pertama kehidupan dengan tujuan memperkuat intervensi,” ucapnya

Dalam intervensi spesifik ada 6 intervensi yang dilakukan yaitu, pertama adalah promosi dan konseling pemberian makan bayi dan anak (PMBA), kedua, promosi dan konseling menyusui. Ketiga, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak. Keempat, pemberian suplemen tablet tambah darah (TTD) bagi ibu hamil dan remaja serta pemberian vitamin A.

Kelima, penanganan masalah gizi dan pemberian makanan tambahan dan keenam adalah tatalaksana gizi buruk.

“Intervensi spesifik diikuti dengan strategi peningkatan kapasitas SDM, peningkatan kualitas program, penguatan edukasi gizi dan penguatan manajemen intervensi gizi di Puskesmas dan Posyandu,” kata Dhian.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Korut Klaim Satu Juta Warganya Pulih dari Covid-19

Korea Utara (Korut) pada hari Rabu (18/5/2022) mengklaim, lebih dari satu juta warganya pulih dari dugaan Covid-19.

NEWS | 18 Mei 2022

Update Covid-19: Kasus Positif Harian Bertambah 327

Kasus positif harian Covid-19 di Indonesia hari ini dilaporkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kembali bertambah sebabanyak 327.

NEWS | 18 Mei 2022

Besok, MKD DPR Panggil Harvey Malaihollo soal Nonton Porno Saat Rapat

MKD DPR akan memanggil politikus PDIP Harvey Malaihollo untuk dimintai klarifikasi soal Harvey menonton video porno saat rapat tentang vaksin. 

NEWS | 18 Mei 2022

Lewat Angklung, Sekjen Kominfo Ajak Delegasi G-20 Kompak

Mira Tayyiba mengajak delegasi Sidang Kedua DEWG G-20 menerapkan harmoni seperti permainan angklung.

NEWS | 18 Mei 2022

Tajikistan Gelar Operasi Antiteror di Dekat Perbatasan

Tajikistan mulai menggelar "operasi antiteror" di provinsi bergejolak Gorno-Badakhshan di dekat perbatasan Afghanistan dan Tiongkok.

NEWS | 18 Mei 2022

Ngaku Pegawai Kejaksaan, Pria Ini Selundupkan Sabu ke Lapas

Seorang pria yang mengaku pegawai Kejaksaan Negeri Cilegon hendak menyelundupkan narkotika jenis sabu ke dalam Lapas Kelas III Cilegon.

NEWS | 18 Mei 2022

Geledah Ruang Kerja Wali Kota Ambon, KPK Sita Catatan Aliran Uang

KPK menyita catatan aliran uang saat menggeledah sejumlah ruangan di Pemkot Ambon, termasuk ruang kerja Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy.

NEWS | 18 Mei 2022

Universitas Budi Luhur Dapat Dana Hibah PKM Terbanyak se-LLDIKTI III

Universitas Budi Luhur berharap hasil dari hibah Kemendikbudristek diharapkan dapat memberdayakan masyarakat sasaran dengan baik dan berkelanjutan.

NEWS | 18 Mei 2022

Bareskrim Polri Cekal 5 Buron Kasus Robot Trading Fahrenheit

Bareskrim Polri berkoordinasi dengan pihak Imigrasi untuk menerbitkan surat cekal terhadap buron kasus investasi bodong robot trading Fahrenheit.

NEWS | 18 Mei 2022

Menteri Johnny: Program DTS-DLA Cakup Seluruh Indonesia

Menteri Johnny G Plate menyatakan bahwa program DTS-DTLA 2022 mencakup seluruh wilayah Indonesia.

NEWS | 18 Mei 2022


TAG POPULER

# Anggota TNI Tewas


# Medina Zein


# Vaksinasi Covid-19


# Piala Thomas


# Timnas Indonesia


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Parpol Dinilai Akan Lebih Kerja Keras Hadapi Pemilu 2024

Parpol Dinilai Akan Lebih Kerja Keras Hadapi Pemilu 2024

NEWS | 8 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings