Angka Kematian Balita di NTT Berpotensi Hambat Capaian MDGs 2015
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Angka Kematian Balita di NTT Berpotensi Hambat Capaian MDGs 2015

Jumat, 21 Desember 2012 | 12:58 WIB
Oleh : WEB

"Masih butuh kerja keras dan kerja sama semua pihak untuk mengubah pola hidup masyarakat kita terkait persalinan"

Angka kematian bayi di bawah lima tahun (balita) di Provinsi Nuta Tenggara Timur (NTT) dinilai melampaui rata-rata dan dinilai bisa menghambat pencapaian program bersama negara-negara di dunia, "Millenium Development Goals (MDGs)" pada tahun 2015. Hal tersebut dikatakan oleh Pimpinan Pusat Telaah dan Informasi Regional (Patiro), Yulius Hendra di Kupang, Jumat (21/12).

Yulius mengatakan, angka kematian balita di NTT masih tinggi, dan bisa menjadi masalah karena hal itu merupakan salah satu syarat penilaian capaian MDGs.

Hasil Riset Kesehatan Dasar (RisKesDas), menurut dia, menunjukkan angka kematian balita di Nusa Tenggara Timur 80/1000 kelahiran hidup, atau lebih tinggi jika dibandingkan dengan angka kematian balita tingkat nasional yang mencapai angka 44/1000 kelahiran hidup.

Dia mengatakan, kondisi itu terjadi sebagai akibat dari rendahnya pengetahuan masyarakat tentang kesehatan, yang telah memantik masyarakat tidak lagi memanfaatkan sarana kesehatan yang sudah tersedia di setiap lokasi tempat tinggal seperti pustu, puskesmas, dan posyandu, tetapi malah memanfaatkan dukun beranak saat persalinan.

Kendati begitu, hal tersebut, bukan merupakan kesalahan masyarakatnya, tenaga medis atau pemerintah, namun menjadi keselahan bersama.

Karena itu, butuh kerja sama sinergis semua elemen masyarakat, untuk mengubah pola pemahaman dan pola laku masyarakat terhadap persalinan.

Dijelaskannya, penyebab langsung kematian bayi yang paling sering terjadi di provinsi kepulauan itu yaitu infeksi, prematur, berat bayi lahir kurang dari 2.500 gram dan gangguan jalan napas.

Dia menyebutkan, penyebaran tingkat kematian balita di Nusa Tenggara Tenggara Timur, terdapat di 14 kabupaten/kota dari 22 kabupaten kota yang ada, masing-masing, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan Kabupaten Belu.

Selain itu, Kabupaten Sumba Barat, Sumba Timur, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Kabupaten Ende, Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Lembata.

Akibatnya, Provinsi Nusa Tenggara Timur masih berada jauh dari target pencapaian Milenium Development Goals (MDGs) pada 2015.

"Masih butuh kerja keras dan kerja sama semua pihak untuk mengubah pola hidup masyarakat kita terkait persalinan," kata Hendra.

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini


BERITA LAINNYA

Indonesia Dorong Penguatan Sistem Ketahanan Kesehatan Dunia

Presiden Jokowi terus mendorong penguatan sistem ketahanan kesehatan dunia.

KESEHATAN | 23 September 2021

Percepat Vaksinasi di Daerah dengan Capaian Vaksinasi Dosis Pertama di Bawah 50%

Pemerintah akan terus mempercepat vaksinasi sebagai salah satu upaya paling penting dalam penanganan pandemi.

KESEHATAN | 23 September 2021

Survei Menunjukan Kepuasan terhadap Proses Vaksinasi Tinggi

Survei ini disebarkan 6-21 Agustus 2021 secara online ke seluruh Indonesia dengan melibatkan 8.299 responden menggunakan metode convenience sampling.

KESEHATAN | 23 September 2021

Johnson & Johnson Sebut Dosis Kedua Vaksin Covid Beri Perlindungan 94%

Johnson & Johnson menyatakan dosis kedua vaksin Covid-19 yang diberikan sekitar dua bulan setelah dosis pertama dapat meningkatkan efektivitasnya jadi 94%

KESEHATAN | 22 September 2021

Siloam Hospitals Palangkaraya Bantu Warga Pedalaman Tumbeng Runen



Siloam Hospitals Palangkaraya menggelar aksi donor darah, donasi sembako serta pakaian layak pakai bagi masyarakat yang terdampak bencana banjir.

KESEHATAN | 22 September 2021

3 Langkah Anies Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19 di Jakarta

Gubernur DKI, Anies Baswedan membeberkan tiga langkah yang dilakukan Pemprov DKI untuk mencegah terjadinya gelombang ketiga penyebaran Covid-19 di Jakarta.

KESEHATAN | 22 September 2021

Satgas Covid-19: Penggunaan Masker Berlaku untuk Semua Level PPKM

Penggunaan masker berlaku untuk semua level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

KESEHATAN | 22 September 2021

Imunisasi Anak Penting Dilakukan Sesuai Jadwal, Ini Perinciannya

Siloam Hospitals Semarang mengingatkan para orang tua untuk melakukan imunisasi anak sesuai jadwal.

KESEHATAN | 22 September 2021

Kesembuhan Covid-19 Lebih Banyak 2.636 Dibanding Penambahan Positif

Angka kesembuhan di 34 provinsi se-Tanah Air mencapai 5.356 sementara penambahan kasus positif 2.720.

KESEHATAN | 22 September 2021

Jokowi Sebut Dua Kunci Pengendalian Covid-19

Presiden berharap, Vaksinasi Merdeka yang dilaksanakan secara serentak di sejumlah provinsi di seluruh Tanah Air.

KESEHATAN | 22 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Napoleon Bonaparte


# Anies Baswedan


# PPKM


# Bangga Buatan Indonesia



TERKINI
Peran Guru Semakin Besar Bentuk Karakter Bangsa di Era Digitalisasi

Peran Guru Semakin Besar Bentuk Karakter Bangsa di Era Digitalisasi

NASIONAL | 9 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings