Serangan Flu Burung Turunkan Populasi Penjualan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Serangan Flu Burung Turunkan Populasi Penjualan

Jumat, 21 Desember 2012 | 17:41 WIB
Oleh : B1

Para peternak diminta untuk makin memerhatikan kebersihan kandangnya.

Serangan wabah positif flu burung yang bermutasi atau disebut clade (H5N1.2.3.2), yang kali pertama kali ditemukan di peternakan itik (bebek) di Kecamatan Tembelang, Plandaan, Kesamben, kini merajalela ke Kecamatan Bareng dan Kecamatan Kota Jombang, Kabupaten Jombang, Jatim, membuat peternak di Malang Raya was-was.

Sebab, sesudah virus yang mematikan hewan secara mendadak itu, juga menyerang peternak itik di Jombang, Lamongan, Mojokerto, Kediri, Blitar, Tulungagung, dan kini ditengarai mulai merambah ke wilayah Kabupaten Malang.

“Di tempat kita (Kabupaten Malang), dilaporkan ada 296 ekor itik milik peternak di Desa Mangunrejo, Kecamatan Kepanjen dan Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, mati mendadak. Kita masih menyelidiki, apakah karena virus flu burung atau
kemungkinan tetelo, atau penyakit lain,” ujar Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang Sujono dikonfirmasi, Jumat (21/12).

Menurut dia, pihaknya sudah mengirim sampel itik-itik di dua kecamatan yang mati secara massal dan diduga karena serangan virus flu burung itu ke Laboratorium Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Kesehatan Hewan Propinsi Jatim. “Hasil konkretnya masih besok, karena baru kita kirim. Tujuan kita untuk memastikan apakah terserang flu burung atau karena penyakit lain,” katanya.

Sujono mengungkapkan, sesuai cirinya kematian hampir 300 ekor itik itu sangat mirip dengan kondisi ternak yang terserang virus H5N1, yakni dengan tanda-tanda kasat mata, mulut berlendir dan selaput matanya putih. Selain itu kondisi kesehatan ternak unggas yang laris manis sebagai santapan bebek goreng itu, secara drastis melemah.

Ia juga membeberkan, itik di Desa Mangliawan itu ada yang mati 15-20 ekor per hari, sedangkan yang di Desa Mangunrejo, meninggal 10-30 ekor per harinya. Di wilayah Kabupaten Malang tersebut populasi ternak itik yang tersebar di Kecamatan Pakis, Pakisaji, Kepanjen dan Kromengan diperkirakan mencapai sekitar 360.000-an ekor.

Dengan adanya kejadian ini, lanjut dia, pihaknya berharap peternak untuk makin memerhatikan kebersihan kandangnya. Apalagi vaksin flu burung untuk itik belum ada.

Ia mengakui, bahwa sesuai perkembangan, virus flu burung sudah mengalami mutasi sehingga vaksinnya berbeda dengan yang sebelumnya. "Vaksin itu juga belum ada," ujar Sujono. Untuk sementara pihaknya menyediakan disinfektan bagi para peternak dan menyarankan sementara agar ternak yang masih sehat digembalakan ke tempat yang aman.

Jombang
Serangan virus flu burung di tiga kecamatan di Tembelang, Plandaan dan Kesamben kini semakin merajalela meluas ke peternak itik di Kecamatan Bareng dan Kecamatan Kota Jombang, Kabupaten Jombang.

Dalam sepekan terakhir, sudah lebih dari 25.500 ekor itik mati mendadak. Para peternak dalam tiga empat hari terakhir sudah melakukan antisipasi dengan menyemprotkan disinfektan, tapi upaya tersebut tidak banyak membantu.

“Bangkai itik yang mati langsung kita perintahkan untuk dibakar agar tidak menular ke itik lainnya. Lebih dari itu, untuk sementara itik-itik itu kita anjurkan kepada para pemiliknya untuk digembalakan (di-angon) ke luar kandang hingga beberapa hari,” ujar Gatot Suwarto, Kasi Pengendalian Penyakit, Dinas Peternakan Jombang.

Gatot mengaku, pihak dinas kesulitan untuk mengendalikan virus mutasi dari flu burung tersebut. Alasannya, SDM di Dinas Peternakan sangat minim. “Padahal, sudah lima kecamatan yang positif terserang. Praktis, yang dilakukan oleh dinas hanya melakukan penyemprotan disinfektan ala kadarnya saja.

Sementara itu, Julianto alias Antok (40), peternak asal Kecamatan Bareng secara terpisah mengatakan, ia memelihara bebek jenis hibrida sebanyak 3.500 ekor. Awalnya, ternak tersebut tidak mengalami permasalahan.

Namun sejak dua minggu terakhir ini unggas peliharaannya itu mati secara bergiliran rata-rata 100 ekor per hari. Itik yang mati tidak hanya yang usia satu tahun, tetapi juga yang sudah babon (induk) petelur, katanya.

“Sudah ada 600-an ekor itik milik saya yang mati dalam lima hari terakhir,” ujarnya sambil menjelaskan, ternak itiknya yang mati tersebut mulanya gejala hidung mengeluarkan lendir dan mata membiru, kejang-kejang lalu mati,” ujarnya sambil membenarkan gejalanya memang mirip penyakit tetelo, tapi berlangsung sangat singkat, lebih singkat dari serangan tetelo umumnya.

Ia hampir setiap hari membakar sekitar 100 ekor unggas peliharaannya, yang hingga kini sudah menderita kerugian tidak kurang dari Rp36 juta, dari mulai biaya pakan, pemeliharaan, dan obat-obatan.

Blitar
Sementara itu sampai hari ini, Jumat (21/12), sudah belasan ribu itik milik para peternak di wilayah Kabupaten Blitar, mati mendadak sejak bulan November-Desember ini. Diduga, bebek- bebek ini mati akibat serangan flu burung.

Dugaan virus flu burung ini setelah keluar hasil pemeriksaan sampel dari Balai Besar Veteriner Jogjakarta, beberapa waktu lalu. Bahwa itik-itik yang mati mendadak itu sebelumnya mengalami gejala yang sama, seperti penyakit tetelo.

“Populasi ternak itik di Blitar ini sekarang mencapai lebih dari 600.000 ekor dengan daerah populasi tertinggi berada di Kecamatan Ponggok, Nglegok dan Sanankulon,” ujar Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan Kabupaten Blitar, Yuda Satya W, yang
dikonfirmasi terpisah, Jumat.

Ia membenarkan banyaknya itik yang mati itu setelah dilakukan uji laboratorium Balai Besar Veteriner Jogjakarta, hasilnya diduga kuat flu burung mutasi. Yuda menambahkan, atas banyak matinya unggas itik tersebut petugas Dinas Peternakan Kabupaten Blitar, langsung melakukan penyemprotan cairan disinfektan ke kandang bebek di wilayah Kecamatan Ponggok, Sanankulon dan Kecamatan Nglegok.

Seperti halnya yang diungkapkan beberapa peternak itik di wilayah Kecamatan Sanankulon, Blitar yang mendapati lebih dari 25 ekor itik peliharaannya mati mendadak setiap harinya, langsung bangkainya ia bakar dan bekas kandangnya disemprot disinfektan. Seperti yang dilakukan Juhaeri (53), peternak yang memiliki lebih dari 2.500 ekor itik petelur itu memilih membakar bangkai unggas peliharaannya begitu mengetahui mati mendadak secara massal.

Setiap hari, itik peliharaanya yang mati mendadak langsung dimusnahkan dengan cara dibakar, sesuai dengan petunjuk petugas dinas peternakan, agar virusnya tidak menular ke itik lainnya, ujar Heri panggilan akrab Juhaeri yang ditemui di Sanankulon, Kamis petang baru lalu.

Lamongan
Serangan virus flu burung juga menyerang peternak itik di Kabupaten Lamongan. Bahkan, pasca ditemukan serangan virus H5N1 di Kecamatan Mantup, juga meluas ke peternak di Kecamatan Ngimbang serta Kecamatan Sugio. “Mulanya yang diserang pertama
di Kecamatan Ngimbang, karena berbatasan dengan Kabupaten Jombang,” ujar Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Pemkab Lamongan, Sukriya yang dikonfirmasi terpisah, Jumat.

Berdasarkan data yang diterimanya, kawasan Lamongan yang terkena virus flu burung pada unggas itik semakin meluas. “Dari tiga hari terakhir, sudah ada 1.000 ekor itik mati mendadak, padahal beberapa waktu yang lalu yang tercatat di kantor kita sekitar 100-
an ekor itik, lalu kemudian naik cepat menjadi 700 ekor lebih mati mendadak,” ujar Sukriya.

Guna mengantisipasi agar virus flu burung yang menyerang itik di wilayahnya tidak meluas, pihaknya sudah melakukan beberapa langkah antisipasi. Di antaranya melakukan penyemprotan disinfektan pada ternak dan peternakan, baik di peternakan yang sudah terkena virus flu burung maupun yang belum atau tidak terserang virus mematikan itu.

“Untuk bebek yang sudah terkena virus flu burung kita langsung melakukan pembasmian dengan pembakaran dan mengubur itik-itik tersebut,” katanya sambil membenarkan, akibat mewabahnya virus flu burung itu, tingkat penjualan itik langsung anjlok.

Ia sudah mendata beberapa peternak itik di Mantup yang puluhan ekor itiknya mati mendadak setiap hari. Lebih dari itu, pedagang itik goreng juga untuk sementara tiarap memilih tidak berjualan karena peminatnya menurun drastis, takut kalau-kalau itik gorengnya terkena virus H5N1.

Disnak Prov Jatim Sementara itu Dinas Peternakan Jatim menampik tudingan sejumlah peternak yang menyebutkan penanganan pencegahan secara cepat penanggulangan penyebaran wabah flu burung di Jombang dan sekitarnya terkesan lamban, sehingga dengan cepat virus mematikan itu meluas ke daerah-daerah lainnya.

Disebut-sebut, penanganan ke pedesaan di sentra-sentra peternak itik terkesan sangat lamban karena diduga kekurangan dana, utamanya crash-program penanggulangan wabah flu burung di sejumlah kabupaten di Jatim, sekarang ini.

“Kita sudah kerahkan petugas Participatory Disease Surveillance Response (PDSR) untuk menangani pemusnahan di daerah terjangkit virus flu burung,” ujar Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Jatim, drh Emmylia yang dikonfirmasi, Jumat.

Lebih lanjut ia mengatakan sejak awal anggaran 2012, Dinas Peternakan sudah mengalokasikan dana pembelian vaksin dan disinfektan untuk dibagikan kepada dinas terkait di seluruh kabupaten kota.

Jumlah vaksin dan disinfektan yang ada pun masih cukup hingga akhir tahun ini. Sedangkan untuk tindakan pemusnahan, memang tidak ada anggaran dari pemerintah. Upaya ini mengandalkan kesadaran dari masyarakat khususnya para peternak untuk memusnahkan unggas jika didiagnosa positif terkena flu burung. Ia mengaku belum memiliki data terbaru atas populasi itik di Jatim, namun untuk peternakan ayam pedaging dan petelor sekitar 60 juta ekor.

Kasus yang menyerang itik tersebut memang H5N1, hanya saja clade-nya berbeda dengan kasus flu burung yang menyerang ayam. “Yang menyerang ini adalah flu burung dengan clade 2.1 sub 2.1.3.yang oleh peternak disebut flu itik,” ujar Emmylia sambil membenarkan, virus flu itik tersebut membuat itik mati mendadak dan tidak kalah ganas dari flu burung itu sendiri.


Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini


BERITA LAINNYA

Kenali Manfaat Kandungan Tranexamic Acid Pada Serum

Kandungan tranexamic acid dipercaya dapat mengatasi tanda penuaan di kulit.

KESEHATAN | 24 September 2021

70% Penduduk Divaksinasi Akhir 2021, Nadia: Kami Optimistis Target Tercapai

Nadia optimistis bahwa sampai akhir tahun ini cakupan vaksinasi Covid-19 dengan target 70% populasi Indonesia sudah menerima vaksinasi.

KESEHATAN | 24 September 2021

Warga Positif Covid-19 Terdeteksi PeduliLindungi, Begini Penjelasan Kemenkes

Nadia mengatakan, data pasien yang melakukan pemeriksaan di laboratorium pemeriksa Covid-19, akan terekam di aplikasi NAR.

KESEHATAN | 24 September 2021

Ralali.com akan Menggelar Virtual Exhibition WHEALTH 2021

Ralali.com menciptakan peluang baru bagi sektor kesehatan, dan industri wisata medis untuk memamerkan produk dan layanan secara virtual.

KESEHATAN | 24 September 2021


Terima 3,4 Juta Dosis Vaksin, Dirjen IKP: Stok Vaksin Indonesia Aman

Dengan kedatangan vaksin yang berkelanjutan tersebut, menunjukkan kepada masyarakat bahwa stok vaksin Indonesia termasuk dalam kategori aman.

KESEHATAN | 23 September 2021

Satgas: Pertahankan Kelandaian, Pemerintah Genjot Cakupan Vaksinasi Covid-19

Satgas Penanganan Covid-19 menyatakan pemerintah terus mendorong peningkatan cakupan vaksinasi di Indonesia untuk mempertahankan kelandaian kasus Covid-19.

KESEHATAN | 23 September 2021

Gelar Vaksinasi Door to Door , BIN Sebar 107.000 Vaksin di 10 Provinsi

Badan Intelijen Negara (BIN) menyebar 107.000 vaksin di 10 provinsi yang cakupan vaksinasinya masih rendah melalui program vaksinasi door to door.

KESEHATAN | 23 September 2021

Puan Maharani Minta Antisipasi Terjadinya Gelombang Ketiga Covid-19 pada Akhir Tahun

Ketua DPR Puan Maharani meminta semua pihak mengantisipasi terjadinya gelombang ketiga Covid-19 pada akhir tahun saat hari libur seperti Natal dan Tahun Baru.

KESEHATAN | 23 September 2021

Satgas Minta Hentikan PTM di Sekolah yang Ditemukan Kasus Covid-19

Hasil survei menyebutkan sebanyak 2,77% dari sekolah tersebut menimbulkan klaster kasus Covid-19 per 23 September 2021.

KESEHATAN | 23 September 2021


TAG POPULER

# PON Papua


# Tukul Arwana


# Toko Obat Ilegal


# Piala Sudirman


# Suap Pejabat Pajak



TERKINI
Bantu Penanganan Sampah, Nestle Indonesia Resmikan RPM

Bantu Penanganan Sampah, Nestle Indonesia Resmikan RPM

NASIONAL | 7 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings