Hipnoterapi Klinis Bisa Sembuhkan Gay

Hipnoterapi Klinis Bisa Sembuhkan Gay
Herman Kamis, 14 November 2013 | 16:33 WIB

Jakarta - Hipnoterapi klinis ternyata tidak hanya efektif mengatasi berbagai gangguan penyakit psikomatis atau penyakit yang dipengaruhi oleh kondisi pikiran seseorang, tapi juga mengembalikan orientasi seksual seorang gay dari penyuka sesama jenis menjadi penyuka lawan jenis.

Presiden Asosiasi Hipnoterapis Klinis Indonesia (AHKI), DR Adi W Gunawan, CCH menjelaskan, hipnoterapi klinis adalah teknik terapi yang dilakukan dalam kondisi hipnosis sehingga dapat menjangkau pikiran bawah sadar.

"Di pikiran bawah sadar ini tersimpan program maupun emosi yang menjadi akar masalah, serta menghalangi pencapaian level kehidupan yang lebih tinggi," terangnya saat ditemui di Jakarta, belum lama ini.

Dokter Ahdiarta, seorang seksolog dan juga hipnoterapis asal Bandung menjelaskan, bila penyebab seseorang menjadi gay karena pengalaman atau trauma masa kecil, kelainan ini bisa dengan mudah diatasi dengan cara menghilangkan traumanya.

"Untuk mengembalikan orientasi seksualnya menjadi penyuka lawan jenis, syaratnya dia harus mau sendiri. Tapi kalau memang dianya menikmati menjadi seorang gay, itu akan sulit," kata Adhiarta.

Saat menjalani terapi, seorang hipnoterapis klinis akan membantu klien masuk ke kondisi rileksasi sangat dalam, untuk selanjutnya menavigasi klien agar dapat menemukan akar masalah yang membuatnya menjadi seorang gay. Bila sumber masalah ditemukan, kelainan ini akan dengan mudah diatasi.

"Ada pasien saya yang menjadi gay karena ternyata saat usianya 7 tahun, dia melihat sendiri ibunya berselingkuh. Sejak itu dia jadi trauma dengan perempuan. Memori inilah yang kita hapus dengan menghadirkan kembali si ibu di pikiran bawah sadarnya untuk minta maaf dan dia memaafkan. Setelah itu, ada lagi teknik yang kita lakukan untuk mengubahnya dari suka laki-laki menjadi suka perempuan," terangnya.

Cara ini menurut Adhiarta hanya membutuhkan waktu sekitar 2 jam. Setelah itu, pria gay tersebut bisa kembali menjadi normal, sebab memori masa lalu yang menjadi akar penyebabnya telah dihapus.

"Masalah seksual lainnya seperti ejakulasi dini atau disfungsi yang disebabkan karena faktor psikologis juga bisa disembuhkan dengan metode ini," jelasnya.

Hasil riset Azegedy-Maszak 2005 memang menjelaskan bahwa pikiran bawah sadar bertanggung jawab, mempengaruhi, dan menentukan 95 persen hingga 99 persen proses aktivitas berfikir, sehingga pikiran bawah sadar menentukan hampir semua keputusan, tindakan, emosi, dan perilaku kita.