SBY: Pelestarian Lingkungan Bagian dari Strategi Pembangunan Indonesia
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan, pelestarian lingkungan hidup adalah bagian dari strategi pembangunan nasional, yang dicanangkan pemerintah sejak 2009.
SBY mengatakan, program prorakyat yang dicanangkan pemerintah didasarkan pada empat pilar utama yaitu, pro-growth, pro-job, pro-poor, dan pro-environment.
"Faktanya, kebijakan-kebijakan pro lingkungan (pro-environment) adalah bagian dari empat pilar strategi pembangunan yang mencakup, pro-growth, pro-jobs, dan pro-poor," kata SBY pada pembukaan Forest Asia Summit 2014 di Jakarta, Senin (5/5).
Hadir pada kesempatan itu, Dirjen CIFOR Peter Holmgren, Menteri Konservasi Lingkungan dan Hutan Myanmar U Win Tun, Menteri Lingkungan dan Sumber Daya Air Singapura Vivian Balakrishnan, Menteri Perindustrian dan Sumber Daya Utama Brunei Darussalam Pehin Dato Yahya Bakar, dan perwakilan negara-negara sahabat.
Konferensi yang diselenggarakan Center for International Forestry Research (CIFOR) bekerja sama dengan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, juga dihadiri para pemangku kepentingan di bidang pelestarian lingkungan dari negara-negara Asia Tenggara.
Di hadapan para peserta dari negara-negara Asia Tenggara, SBY mengatakan, saat ini semakin banyak negara di kawasan yang mengadopsi praktik-praktik pembangunan dan investasi hijau berkelanjutan. Kebijakan prolingkungan, katanya, kini semakin nyata dalam perencanaan strategi pembangunan di lingkungan pemerintah maupun sektor swasta.
"Salah satu kebijakan hijau baru yang diterapkan di Indonesia adalah program pengurangan emisi gas rumah kaca dan peningkatan pasokan karbon kita," kata presiden.
Dia mengatakan, saat ini pemerintah Indonesia terus berupaya mereformasi sistem pengelolaan hutan ke tingkat yang lebih baik dan berkelanjutan. Selain itu, kata SBY, pemerintah juga terus menggalakkan penanaman pohon serta larangan penebangan hutan dan lahan.
"Pada tahun 2011, saya menandatangani moratorium tentang pemanfaatan dan konversi peraturan untuk melindungi lebih dari 63 juta hektare hutan primer dan lahan gambut," kata presiden.
Sumber: Investor Daily
Saksikan live streaming program-program BTV di sini
BERITA TERKAIT
Jokowi soal Buku SBY Pilpres 2024 dan Cawe-cawe Presiden Jokowi: Enggak Usah Khawatir
BERSATU KAWAL PEMILUBERITA TERKINI
Terpopuler, Reshuffle Kabinet hingga Alasan Natalie Holscher Cerai dari Sule
Berencana Tawuran pada Hari Pertama Sekolah, 69 Pelajar Menangis Saat Ditangkap Polisi
B-FILES
Jokowi Apa Kehendakmu?
Guntur Soekarno
Momentum Moderasi Beragama
Yanto Bashri
Masyarakat Ekonomi Digital ASEAN 2045
Yessi Vadila
Terpopuler, Reshuffle Kabinet hingga Alasan Natalie Holscher Cerai dari Sule




