SBY Akui Banyak Kasus Penggunaan Lahan
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan, penggunaan lahan yang tidak berkelanjutan berdampak terhadap keberlangsungan hutan primer dan lahan gambut di Asia Tenggara. Dia mengatakan, saat ini, hutan primer dan lahan gambut di Asia Tenggara terus menurun dan terdegradasi.
Namun meski terdapat sejumlah pencapaian, masih terdapat banyak kasus praktik penggunaan lahan yang tidak berkelanjutan. Hutan dan lahan gambut di Asia Tenggara terus menurun dan terdegradasi.
"Di Provinsi Riau, meski seluruh upaya pencegahan telah dilakukan oleh para pemangku kepentingan selama bertahun-tahun, kebakaran hutan tetap terjadi dari waktu ke waktu. Saya pribadi menjadi saksi mata kebakaran hutan di sana dan efek yang menghancurkan bagi warga lokal dan provinsi-provinsi tetangga," kata SBY pada pembukaan Forest Asia Summit 2014 di Jakarta, Senin (5/5).
Hadir pada kesempatan itu, Dirjen CIFOR Peter Holmgren, Menteri Konservasi Lingkungan dan Hutan Myanmar U Win Tun, Menteri Lingkungan dan Sumber Daya Air Singapura Vivian Balakrishnan, Menteri Perindustrian dan Sumber Daya Utama Brunei Darussalam Pehin Dato Yahya Bakar, dan perwakilan negara-negara sahabat.
Konferensi yang diselenggarakan Center for International Forestry Research (CIFOR) bekerja sama dengan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia juga dihadiri para pemangku kepentingan di bidang pelestarian lingkungan dari negara-negara Asia Tenggara.
SBY mengungkapkan, faktor utama terdegradasinya hutan primer disebabkan oleh kegagalan pemerintah daerah memitigasi situasi yang disebabkan oleh kebakaran. Sebagai Kepala Negara, SBY juga pernah memerintahkan misi penanggulangan bencana di Riau, yang diikuti dengan aksi penegakan hukum untuk menghadapi kejahatan kehutanan.
"Karena upaya ini, lebih dari seratus individu dan selusin korporasi menghadapi pengadilan terkait kejahatan kehutana, kejahatan yang menyebabkan bencana kemanusian dan lingkungan,"katanya.
Oleh sebab itu, katanya, manajemen kehutanan harus diperkuat, khususnya menyangkut ketersediaan peta hutan yang akurat untuk konservasi dan penggunaan lahan berkelanjutan.
"Dari inisiatif ini, kita akan memiliki sebuah peta Indonesia untuk membantu menyelasaikan persaingan klaim terhadap lahan. Kita juga akan lebih mampu mengurangi deforestasi dan meningkatkan produktivitas lansekap alam kita," katanya.
Sumber: Investor Daily
Saksikan live streaming program-program BTV di sini
BERITA TERKAIT
Jokowi soal Buku SBY Pilpres 2024 dan Cawe-cawe Presiden Jokowi: Enggak Usah Khawatir
BERSATU KAWAL PEMILUBERITA TERKINI
Terpopuler, Reshuffle Kabinet hingga Alasan Natalie Holscher Cerai dari Sule
Berencana Tawuran pada Hari Pertama Sekolah, 69 Pelajar Menangis Saat Ditangkap Polisi
B-FILES
Jokowi Apa Kehendakmu?
Guntur Soekarno
Momentum Moderasi Beragama
Yanto Bashri
Masyarakat Ekonomi Digital ASEAN 2045
Yessi Vadila
Terpopuler, Reshuffle Kabinet hingga Alasan Natalie Holscher Cerai dari Sule




