Wabah Virus Mers, KIP: Pertimbangkan Moratorium Pemberangkatan Jemaah Umrah

Wabah Virus Mers, KIP: Pertimbangkan Moratorium Pemberangkatan Jemaah Umrah
Seorang pria Arab Saudi memakai masker saat berjalan menyusuri jalan utama di Riyadh. Korban wabah MERS terus bertambah, pemerintah Arab Saudi menemukan 25 kasus baru terkait virus mematikan tersebut. ( Foto: AFP Photo/Fayez )
Willy Masaharu / FAB Rabu, 7 Mei 2014 | 19:40 WIB

Jakarta - Komisioner Komisi Informasi Pusat (KIP) Rumadi menyatakan sekarang banyak masyarakat yang sakit, bahkan meninggal sepulang umrah. Mereka diduga kuat terinveksi virus Middle East Respiratory Syndrome (MERS), yang sudah mematikan ratusan orang di Saudi Arabia.

"Pemerintah harus memberi informasi dan perlindungan kesehatan maksimal kepada warga negara yang hendak atau sedang melaksanakan ibadah umrah," katanya, di Jakarta, Rabu (7/5).

Menurutnya Kementerian Kesehatan (Kemkes) harus memastikan warga Indonesia tidak terinveksi virus tersebut ketika melaksanakan umrah.

Rumadi menuturkan, karena wabah virus ini semakin serius, pemerintah, Kementerian Agama (Kemag) perlu mempertimbangkan kemungkinan moratorium pemberangkatan jemaah umrah untuk sementara waktu. "Kalau hal ini tidak dilakukan dan tidak ada informasi yang memadai soal ini, masyarakat akan semakin banyak yang menjadi korban," ucapnya.

Sumber: Suara Pembaruan