Pentingnya Pesan Kesehatan Bergambar pada Bungkus Rokok

Pentingnya Pesan Kesehatan Bergambar pada Bungkus Rokok
Ilustrasi rokok. ( Foto: Istimewa / Istimewa )
Herman Selasa, 17 Juni 2014 | 21:25 WIB

Jakarta - Penerapan peringatan kesehatan bergambar pada bungkus rokok mulai 24 Juni 2014 mendatang merupakan upaya pendidikan kesehatan yang efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya merokok bagi kesehatan.

Pasalnya seperti dipaparkan Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI, Dr. Ekowati Rahajeng, dalam rokok terkandung 4000 bahan kimia, di mana 40 di antaranya bersifat karsinogenik dan merupakan penyebab kematian yang utama terhadap tujuh dari delapan kematian terbesar di dunia. "Kebiasaan merokok merupakan faktor risiko untuk serangan jantung, kanker, penyakit paru kronik, gangguan janin, impotensi, stroke dan cedera," jelas Ekowati Rahajeng di kawasan Kuningan, Jakarta, Selasa (17/6).

Selain membahayakan bagi diri sendiri, lanjut dia, asap rokok juga sangat membahayakan orang lain. Karena senyawa yang dihasilkan dari asap rokok mengandung zat yang berbahaya bagi kesehatan, di antaranya nikotin yang menyebabkan ketergantungan, tar yang bersifat memicu kanker, eugenol yang bersifat psikotropika dan juga menyebabkan ketergantungan, aseton (cat pembersih kuku) DDT (pestisida) dan karbonmonoksida (asap knalpot mobil) yang dapat menurunkan kadar oksigen dalam darah, methanol (bahan bakar roket), naphtalena (bahan pembuat kapur barus), cadmium (untuk aki mobil / baterai), vinyl chlorida (bahan pembuat plastik), hidrogen sianida (racun mematikan), amonia (pembersih lantai), toluena (pelarut industri), arsen (racun mematikan), phenol butane (bahan bakar korek api), formalin (bahan pengawet), urea (zat yang terdapat dalam air seni, tinja, pukuk), dan lainnya.

Menurut WHO, setiap 6,5 detik satu orang meninggal karena rokok. Riset memperkirakan bahwa orang yang mulai merokok pada usia remaja dan terus merokok selama dua dekade atau lebih, akan meninggal 20-25 tahun lebih awal dari pada orang yang tidak pernah menghisap rokok.

Di Indonesia sendiri, jumlah perokok Berdasarkan Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 terus mengalami peningkatan menjadi 36,3 persen atau naik 2,1 persen dibandingkan tahun 2007. "Jumlah perokok perempuan juga meningkat dari 5,2 persen di tahun 2007 menjadi 6,9 persen di tahun 2013," lanjut Ekowati.

Seperti yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 109 tahun 2012, Indonesia akan menerapkan 5 jenis gambar yang berbeda sebagai peringatan kesehatan mulai 24 Juni 2014. Lima gambar tersebut adalah gambar kanker mulut, gambar orang merokok dengan asap yang membentuk tengkorak, gambar kanker tenggorokan, gambar orang yang merokok dengan anak di dekatnya, dan gambar paru-paru yang menghitam karena kanker.

Pencantuman gambar peringatan kesehatan tersebut juga harus berwarna, dengan luas 40 persen sisi lebar atas bagian depan dan belakang serta tidak boleh tertutup.

Dengan keluarnya kebijakan tersebut, Indonesia akan menjadi negara ke-6 di ASEAN yang akan menerapkan peringatan kesehatan bergambar setelah Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Vietnam. Sementara sampai dengan Oktober 2012, ada 63 negara yang sudah menerapkannya.

Thailand sendiri menjadi negara pertama di dunia yang meningkatkan luas gambar peringatan di masing-masing bagian depan dan belakang bungkus rokok dari 55 persen menjadi 85 persen. Survei yang dilakukan negara ini satu tahun setelah penerapan peringatan kesehatan bergambar pada bungkus rokok menunjukkan lebih dari 50 persen perokok lebih sadar bahaya merokok dan 92 persen terdorong untuk berhenti.