Cara Tepat Tangani Serangan Jantung

Cara Tepat Tangani Serangan Jantung
Dr Jeffrey Wirianta, SpJP, dokter spesialis Jantung di Siloam Hospital saat ditemui di Family Fun Fair 2014 di Lippo Mall Kemang, Jakarta, Sabtu (15/11). (Foto: Kharina Triananda)
Kharina Triananda / FAB Sabtu, 15 November 2014 | 13:28 WIB

Jakarta - Menurut Dr Jeffrey Wirianta, SpJP, dokter spesialis Jantung di Siloam Hospital, gejala pada serangan jantung bervariasi, namun umumnya akan terasa seperti dada tertusuk, terbakar, atau seperti ditindih benda berat. Pada beberapa kasus akan diikuti mual dan rasa tidak nyaman lainnya.

Menurutnya, gejala-gejala tersebut sering dianggap masyarakat awam sebagai gangguan masuk angin. Dengan begitu, masyarakat banyak yang tidak langsung membawa penderita ke rumah sakit, sehingga melewati enam jam golden period (masa emas) yang bisa menyebabkan kematian.

"Bahkan banyak yang kerokan dulu baru dibawa ke rumah sakit. Itu yang berbahaya. Sebisa mungkin gunakan dengan baik enam jam masa emas untuk memberi pertolongan pertama dan membawanya ke rumah sakit dengan segera," pungkas Dr Jeffrey pada acara Family Fun Fair 2014 di Lippo Mall Kemang, Jakarta, Sabtu (15/11).

Cara yang tepat dalam memberi pertolongan pertama bagi seseorang yang terkena serangan jantung adalah dengan mengistirahatkan pasien di tempat tidur atau di tempat duduk.

"Tidak masalah posisinya berbaring atau duduk, namun yang terpenting tidak ada aktivitas," kata Jeffrey.

"Kemudian, setelah diistirahatkan, berikanlah aspirin. Jangan beri obat sakit kepala biasa, tetapi aspirin. Lalu, kalau memang ia seorang pasien sakit jantung, mereka biasanya memiliki obat ISDN (Isosorbid Dinitrat). Berikanlah ISDN tersebut dan letakkan di bawah lidah," lanjutnya.

Setelah pertolongan tersebut, segera bawa pasien ke rumah sakit. Sebisa mungkin jangan ditunda.