Persentase Minat Baca Masyarakat Hanya 0,01%

Persentase Minat Baca Masyarakat Hanya 0,01%
Ilustrasi Siswa Sekolah Dasar ( Foto: Antara/Wahyu Putro A )
Maria Fatima Bona Jumat, 27 Februari 2015 | 20:31 WIB

Jakarta - Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan, budaya membaca sampai saat ini masih sulit diterapkan dan masih rendah. Berdasarkan data UNESCO, persentase minat baca Indonesia sebesar 0,01 presen.

"Ini berarti dari 10.000 orang hanya satu saja yang memiliki minat baca," kata Anies, saat pembukaan pameran Islamic Book Fair (IBF), di Gedung Istora, Senayan, Jumat (27/2).

Menurut Anies, Indonesia masih tertinggal jauh dengan negara lain dalam minat membaca. Ia menekankan pameran seperti IBF harus mampu menjadi semangat untuk mewujudkan masyarakat terdidik dengan mendorong minat baca bagi anak-anak di sekolah.

"Jika guru ingin siswanya membaca, maka gurunya juga harus membaca. Demikian juga dengan orangtua. Jika ingin anaknya membaca, maka orangtua harus membaca," ujar Anies.

Anies menilai, membaca seperti hal sekolah, pihak yang berperan harus dapat membuatnya menjadi kegiatan yang menyenangkan bagi anak.

Ada berbagai cara membuat kegiatan membaca menyenangkan, seperti mengajak alumni yang berkecimpungan di dunia penulisan untuk berbagi mengenai dunia baca tulis, dan butuh peranan publik untuk mewujudkannya.

Baginya, peningkatan kemampuan membaca penting, karena akan sangat mempengaruhi pola pikir masyarakat dalam keseharian. Di sisi lain, membaca juga menjadi awal yang baik untuk menulis. Sebab dengan banyak membaca dapat membentuk imajinasi yang sistematis dalam berpikir.

Anies mengharapkan, kegiatan IBC mampu menjadi medium untuk menggerakkan minat baca bagi masyarakat dan mampu memberi pengaruh positif bagi kehidupan beragama di Indonesia.