Malu, Alasan Penderita Kanker Serviks Tak Mau Periksa Penyakit

Malu, Alasan Penderita Kanker Serviks Tak Mau Periksa Penyakit
Ilustrasi kanker. ( Foto: Ist / Ist )
Yeremia Sukoyo Selasa, 21 April 2015 | 08:18 WIB

Medan - ‎Penyakit kanker leher rahim (serviks) masih menjadi pembunuh nomor satu perempuan produktif di Indonesia. Salah satu penyebabnya, terlambatnya penanganan atas alasan malu untuk memeriksakan.

"Memang ada hambatan culture karena perempuan susah untuk memeriksakan organ intimnya. Kami berharap PKK bisa membantu menyosialisasikan pentingnya gerakan ini," kata Anggota Bidang Pendidikan Organisasi Aksi Solidaritas Era (Oase) Kabinet Kerja, Hanifah Husein, Selasa (21/4).

‎Oleh sebab itu, saat ini dicanangkan Program Nasional Gerakan Pencegahan dan Deteksi Dini Kanker Perempuan Indonesia 2015-2019. Pencanangan program tersebut dilakukan tepat pada Hari Kartini yang jatuh pada Selasa (21/4) hari ini.

Istri Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan itu menjelaskan, ‎nantinya Oase Kabinet Kerja lebih memfokuskan pada sosialisasi bahaya kanker leher rahim di seluruh Indonesia.

Program Nasional tersebut diharapkan bisa mencegah secara dini kanker leher rahim yang selama ini sudah menjadi momok menakutkan kalangan hawa itu.

Program itu sendiri akan diluncurkan serentak oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo di salah satu pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Di sana, Iriana akan melakukan teleconference dengan anggota PKK di seluruh Indonesia.

Pencanangannya ditandai dengan teleconference dengan pegiat PKK di 11 provinsi di Indonesia, yakni Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Lampung, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, dan DKI Jakarta.

Sumber: Suara Pembaruan