Inilah Aturan Baru Ospek dari Menristekdikti

Inilah Aturan Baru Ospek dari Menristekdikti
Ilustrasi Ospek ( Foto: Istimewa )
Maria Fatima Bona / ED Kamis, 30 Juli 2015 | 21:44 WIB

Jakarta - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menrisetdikti), Muhammad Nasir, memberi konfirmasi adanya kebijakan baru dalam pelaksanaan kegiatan orientasi studi dan pengenalan kampus (ospek) bagi mahasiswa baru pada tahun ajaran 2015/2016. Yakni, ketua panitia ospek yang biasanya mahasiswa, kini diganti dan langsung dikoordinasi oleh dosen. 

"Berbeda dengan sebelumnya, nantinya, ketua panitia ospek langsung dari dosen," ujar Nasir seusai melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Komisi Pemiliham Umum (KPU), di gedung KPU, Jalan Iman Bonjol, Jakarta, (30/7).

Nasir menambahkan, tujuannya diberlakukannya aturan baru tersebut dimaksudkan untuk menghindari adanya kecenderungan panitia dalam melakukan misi balas dendam kepada mahasiswa baru.

Untuk menyosialisasikan kegiatan ospek, Nasir mengatakan, pihaknya akan melakukan pembahasan bersama dengan Pembantu Rektor (Purek) II dari perguruan tinggi di seluruh Indonesia pada Minggu (2/8). Tujuannya, membahas persiapan dan memberi pencerahan agar pada pelaksanaan ospek tidak terjadi tindak perpeloncoan.

Menurut Nasir, pertemuan tersebut akan dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi. "Kami telah mengundang seluruh Purek II untuk membahas ospek pada 2 Agustus," ujarnya.

Nasir menegaskan akan mengenakan sanksi akademik dan instansi bagi perguruan tinggi yang kedapatan melakukan tindak perpeloncoan. Sanksi akdemik ditujukan untuk mahasiwa yang melakukan perpeloncoan, sedangkan sanksi instansi untuk Rektor dan perguruan tinggi.