Selasa, 18 Juli 2023

BNPB: Titik Api di Sumatra dan Kalimantan Tidak Ada Matinya

Penulis: Eko Priyatmono | Editor: B1
Selasa, 1 September 2015 | 20:15 WIB
Asap kebakaran mengepul dari hutan yang berada di Kecamatan Damai, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, 25 Agustus 2015
Asap kebakaran mengepul dari hutan yang berada di Kecamatan Damai, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, 25 Agustus 2015 (Antara/Sugeng Hendratno)

Jakarta - Titik api atau hotspot di Sumatra dan Kalimantan tidak ada matinya. Pantauan Satelit Modis dari NASA, Selasa (1/9) pagi, di Sumatra ada 198 hotspot yaitu di Jambi 59, Lampung 3, Sumbar 7, Sumsel 46, Riau 82, dan Sumut 1. Sedangkan di Kalimantan ada 591 hotspot yaitu Kalbar 74, Kalsel 30, Kalteng 313, Kaltim 138, dan Kaltara 36.

Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, asap masih mengepung banyak daerah.

"Jarak pandang di Pekanbaru pada pagi hari ini hanya 1 kilometer, Rengat 1 kilometer, Pelalawan 2 kilometer, Jambi 400 meter, dan Pontianak 200 meter. Di Jambi, pesawat terbang Garuda Indonesia pukul 05.45 WIB delay sampai jam 10.00 WIB, kemudian terbang di atas Jambi tetapi tidak dapat mendarat, dan akhirnya balik ke Jakarta. Kualitas udara ketegori tidak sehat. ISPU di Palangkaraya sejak pagi mencapai 628 yang artinya sangat berbahaya, sangat jauh di atas ambang berbahaya 350," jelasnya seperti dalam rilis kepada Beritasatu.com, Selasa (1/9).

Dikatakannya, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selalu berulang setiap tahun. Sudah menjadi tradisi tahunan saat musim kemarau. Jutaan jiwa masyarakat terkena dampak dan kerugian ekonomi yang ditimbulkan mencapai triliunan rupiah.

"Berbagai upaya telah dilakukan untuk memadamkan api, baik di darat maupun di udara. Saat ini, tindakan hanya berfokus pada memadamkan kebakaran," katanya.

Pemerintah dan daerah, ujarnya, perlu mengadopsi lebih banyak stategi preventif yang mengatasi akar masalah kebakaran hutan dan lahan. Lemahnya penegakan hukum menyebabkan kebakaran selalu berulang.

Berdasarkan penelitian CIFOR, pembukaan lahan dengan membakar telah lama digunakan oleh peladang dalam rangka penyiapan lahan. Hal tersebut dilakukan karena mereka mengharapkan lahannya bersih, mudah dikerjakan, bebas hama dan penyakit serta mendapatkan abu hasil pembakaran yang kaya mineral.

"Motif demikian pulalah yang dilakukan oleh korporasi saat ini, baik oleh perkebunan kelapa sawit maupun oleh pengusaha hutan tanaman industri maupun non hutan seperti sagu," ungkapnya.

Sumber: PR

Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Bagikan


BERITA TERKAIT

3 Korban Meninggal Longsor Lumajang Merupakan 1 Keluarga

3 Korban Meninggal Longsor Lumajang Merupakan 1 Keluarga

NUSANTARA
Bencana Longsor di Lumajang, 3 Warga Meninggal Dunia

Bencana Longsor di Lumajang, 3 Warga Meninggal Dunia

NUSANTARA
Kepala BNPB Ungkap Sarpras Penanggulangan Karhutla di Kalteng Masih Minim

Kepala BNPB Ungkap Sarpras Penanggulangan Karhutla di Kalteng Masih Minim

NUSANTARA
BNPB Kirim Helikopter Bantu Atasi Karhutla di Kalteng

BNPB Kirim Helikopter Bantu Atasi Karhutla di Kalteng

NUSANTARA
BRI dan BNPB Gelar Pelatihan Kedaruratan Bencana

BRI dan BNPB Gelar Pelatihan Kedaruratan Bencana

NASIONAL
Belum 2 Tahun, Jembatan Dibangun BNPB di Padang Pariaman Ambruk

Belum 2 Tahun, Jembatan Dibangun BNPB di Padang Pariaman Ambruk

NUSANTARA

BERITA TERKINI

Balai Pustaka Rambah Dunia Perfilman Lewat Kutukan Peti Mati

LIFESTYLE 6 menit yang lalu
1057708

Permintaan Rumah Tapak Naik, Industri Properti Diyakini Cuan

EKONOMI 25 menit yang lalu
1057700

AKBP Achirudin Ternyata Todongkan Senjata Organik Polri ke Ken Admiral

NUSANTARA 26 menit yang lalu
1057685

10 Tahun Menderita Obesitas, Dokter di Buleleng Dievakuasi Lewat Atap Rumah

NUSANTARA 1 jam yang lalu
1057704

Catat, Menkes Janjikan Beasiswa Pendidikan Kedokteran ke Luar Negeri

NASIONAL 2 jam yang lalu
1057706

Ribuan Mahasiswa Indonesia Jadi Warga Singapura, Menkumham Singgung Sektor Pendidikan

NASIONAL 3 jam yang lalu
1057707

Sahroni Ingatkan Polri soal Pesawat Rp 997 M: Bukan untuk Gaya-gayaan

NASIONAL 4 jam yang lalu
1057705

Menkes Bantah UU Kesehatan Muluskan Dokter Asing Buka Praktik di Indonesia

NASIONAL 5 jam yang lalu
1057675

Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan Berisiko Terganggu Tumbuh Kembangnya

LIFESTYLE 6 jam yang lalu
1057695

Puluhan Musisi Lokal dan Internasional Siap Hadir di We The Fest 2023

LIFESTYLE 6 jam yang lalu
1057689
Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon

B-FILES


Kereta Cepat, Babak Baru Menuju Transportasi Modern

Opini Text

Jokowi Apa Kehendakmu?

Jokowi Apa Kehendakmu?

Guntur Soekarno