Cifor: Anggaran Kementerian LHK untuk Pencegahan dan Pemadaman Harus Diubah
Jakarta - Ilmuwan Center for International Forestry Research (Cifor), Herry Purnomo, mengatakan, profil anggaran yang diterima Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) di bidang pencegahan dan pemadaman harus diubah.
Herry menuturkan, pada Kamis (1/10), pihaknya telah menemui DPR untuk menyakinkan bahwa profil anggran tersebut harus diubah. Seharusnya lebih banyak anggaran dialokasikan ke pencegahan dari pada pemadaman, karena nilainya terbalik.
Herry pun mencontohkan, hujan buatan mendapat anggaran sebesar Rp 450 miliar per tahun. Dana tersebut tiga kali lipat dari anggaran yang diterima Kementerian LHK untuk melakukan pencegahan.
"Ini tidak benar dan anggaran lebih banyak untuk pemadaman,” katanya, di Jakarta, Selasa (6/10).
Herry mengatakan, DPR harus mengubahnya. Sebab, anggaran saat ini 80 persen untuk pemadaman, sedangkan sisanya untuk pencegahan. Seharusnya, kata Herry, untuk ke depan, DPR menganggarkan 80 persen untuk pencegahan dan 20 persen pemadaman.
Sementara itu, terkait kebijakan yang diambil selama ini, Herry mengungkapkan, penyebab kebakaran akar permalahannya banyak. Pertama, masalah tata ruang kita di provonsi yang terjadi kebakaran ini belum disahkan.
"Masi belum jelas mana yang hutan dan mana yang kebun. Hal tersebut menyebabkan banyak kebun-kebun ada di lahan hutan," katanya.
Menurut Herry, kenyataan tersebut menunjukan kebun-kebun yang jumlah jutaan ini ilegal. Herry katakan, kejadian tersebut sama dengan ketika kita mempunyai rumah dengan lahan sengketa, sehingga kita tidak membangun rumah bagus di lahan tersebut.
"Ke depannya harus dilakukan batas yang jelas," tandasnya.
Saksikan live streaming program-program BTV di sini
BERITA TERKAIT
BERITA TERKINI
Berencana Tawuran pada Hari Pertama Sekolah, 69 Pelajar Menangis Saat Ditangkap Polisi
Korea Open 2023: Leo/Daniel Bertemu Ganda Taiwan, Fikri/Bagas Ditantang Pasangan Korea
10 Tahun Menderita Obesitas, Dokter di Buleleng Dievakuasi Lewat Atap Rumah
B-FILES
Jokowi Apa Kehendakmu?
Guntur Soekarno
Momentum Moderasi Beragama
Yanto Bashri
Masyarakat Ekonomi Digital ASEAN 2045
Yessi Vadila
Jemaah Hilang Tersisa 1, Penelusuran Kembali Dilakukan




