Selasa, 18 Juli 2023

Cifor: Anggaran Kementerian LHK untuk Pencegahan dan Pemadaman Harus Diubah

Penulis: Maria Fatima Bona | Editor: B1
Selasa, 6 Oktober 2015 | 15:58 WIB
Ilustrasi pemadaman kebakaran lahan.
Ilustrasi pemadaman kebakaran lahan. (Antara/Jessica Helena Wuysang)

Jakarta - Ilmuwan Center for International Forestry Research (Cifor), Herry Purnomo, mengatakan, profil anggaran yang diterima Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) di bidang pencegahan dan pemadaman harus diubah.

Herry menuturkan, pada Kamis (1/10), pihaknya telah menemui DPR untuk menyakinkan bahwa profil anggran tersebut harus diubah. Seharusnya lebih banyak anggaran dialokasikan ke pencegahan dari pada pemadaman, karena nilainya terbalik.

Herry pun mencontohkan, hujan buatan mendapat anggaran sebesar Rp 450 miliar per tahun. Dana tersebut tiga kali lipat dari anggaran yang diterima Kementerian LHK untuk melakukan pencegahan.

"Ini tidak benar dan anggaran lebih banyak untuk pemadaman,” katanya, di Jakarta, Selasa (6/10).

Herry mengatakan, DPR harus mengubahnya. Sebab, anggaran saat ini 80 persen untuk pemadaman, sedangkan sisanya untuk pencegahan. Seharusnya, kata Herry, untuk ke depan, DPR menganggarkan 80 persen untuk pencegahan dan 20 persen pemadaman.

Sementara itu, terkait kebijakan yang diambil selama ini, Herry mengungkapkan, penyebab kebakaran akar permalahannya banyak. Pertama, masalah tata ruang kita di provonsi yang terjadi kebakaran ini belum disahkan.

"Masi belum jelas mana yang hutan dan mana yang kebun. Hal tersebut menyebabkan banyak kebun-kebun ada di lahan hutan," katanya.

Menurut Herry, kenyataan tersebut menunjukan kebun-kebun yang jumlah jutaan ini ilegal. Herry katakan, kejadian tersebut sama dengan ketika kita mempunyai rumah dengan lahan sengketa, sehingga kita tidak membangun rumah bagus di lahan tersebut.

"Ke depannya harus dilakukan batas yang jelas," tandasnya.

Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Bagikan


BERITA TERKAIT

Kabut Asap Karhutla Selimuti Jalan Nasional di Kalsel

Kabut Asap Karhutla Selimuti Jalan Nasional di Kalsel

NUSANTARA
Kepala BNPB Ungkap Sarpras Penanggulangan Karhutla di Kalteng Masih Minim

Kepala BNPB Ungkap Sarpras Penanggulangan Karhutla di Kalteng Masih Minim

NUSANTARA
Tiga Hektare Lahan Gambut di Palangka Raya Kembali Terbakar

Tiga Hektare Lahan Gambut di Palangka Raya Kembali Terbakar

NUSANTARA
Sahroni Tegaskan Kebakaran Hutan Adalah Kejahatan dan Pelakunya Harus Diberantas

Sahroni Tegaskan Kebakaran Hutan Adalah Kejahatan dan Pelakunya Harus Diberantas

NASIONAL
Petugas Kewalahan Padamkan Kebakaran Lahan Seluas 25 Hektare di Kotawaringin Barat

Petugas Kewalahan Padamkan Kebakaran Lahan Seluas 25 Hektare di Kotawaringin Barat

NUSANTARA
Jumlah Titik Api Karhutla di Palangka Raya Terus Bertambah

Jumlah Titik Api Karhutla di Palangka Raya Terus Bertambah

NUSANTARA

BERITA TERKINI

Diduga Jadi Korban Perampokan, Penarik Becak Tewas Babak Belur

NUSANTARA 4 menit yang lalu
1057717

Mikel Arteta Sebut Declan Rice sebagai Mercusuar Arsenal

SPORT 8 menit yang lalu
1057718

Menakjubkan! Sungai Bawah Tanah Ditemukan Penambang di Tuban

NUSANTARA 10 menit yang lalu
1057715

Fulham Perpanjang Kontrak Pemain Brasil Willian

SPORT 41 menit yang lalu
1057713

Korea Open 2023: 3 Ganda Putra Indonesia Tampil Hari Ini

SPORT 47 menit yang lalu
1057658

Berencana Tawuran pada Hari Pertama Sekolah, 69 Pelajar Menangis Saat Ditangkap Polisi

MEGAPOLITAN 52 menit yang lalu
1057712

Jemaah Hilang Tersisa 1, Penelusuran Kembali Dilakukan

NASIONAL 58 menit yang lalu
1057711

Gagal di AVC Challenge Cup, Hendra Ingin Juara di SEA V League di Sentul

SPORT 1 jam yang lalu
1057710

Korea Open 2023: Leo/Daniel Bertemu Ganda Taiwan, Fikri/Bagas Ditantang Pasangan Korea

SPORT 1 jam yang lalu
1057709

Balai Pustaka Rambah Dunia Perfilman Lewat Kutukan Peti Mati

LIFESTYLE 2 jam yang lalu
1057708
Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon

B-FILES


Kereta Cepat, Babak Baru Menuju Transportasi Modern

Opini Text

Jokowi Apa Kehendakmu?

Jokowi Apa Kehendakmu?

Guntur Soekarno