Selasa, 18 Juli 2023

AS-Indonesia Bangun Kemitraan Pengelolaan Hutan

Penulis: Tri Listiyarini | Editor: TL
Senin, 16 November 2015 | 21:39 WIB
Kondisi hutan di desa Horale Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) habis terbakar, 28 Oktober 2015.
Kondisi hutan di desa Horale Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) habis terbakar, 28 Oktober 2015. (Suara Pembaruan/Vonny Litamahuputty)

Jakarta - Pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) dan Center for International Forestry (CIFOR) mencanangkan sebuah kemitraan untuk mengatasi masalah kritis lingkungan hidup terkait pengelolaan hutan dan perlindungan keragaman hayati. Kemitraan ini diwujudkan dalam bentuk kerja sama penelitian dan pemberian beasiswa bagi para calon pemimpin Indonesia untuk belajar di beberapa perguruan tinggi di AS.

Kerja sama penelitian ini akan dititikberatkan untuk menghasilkan data ilmiah yang solid yang akan membantu pemerintah, sektor swasta, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) dalam mengembangkan kebijakan dan strategi yang lebih baik untuk mengurangi penggundulan hutan dan emisi gas rumah kaca akibat produksi kelapa sawit. Upaya ini dilakukan pada saat yang tepat mengingat bencana kebakaran hutan di Indonesia yang menyebabkan pencemaran udara dan kerusakan habitat satwa liar. “Kami percaya kemitraan ini akan membantu menghasilkan ilmu yang tidak bias yang dapat digunakan para pengambil keputusan untuk memberikan solusi dalam memperbaiki kesinambungan hutan,” ujar Direktur USAID di Indonesia Andrew Sisson.

USAID menanamkan investasi senilai US$ 5 juta untuk kemitraan ini. Setengah dari pendanaan tersebut akan digunakan untuk kepentingan penelitian, sementara sisanya akan digunakan untuk mengirim 15-20 warga Indonesia ke AS selama kurun empat tahun untuk menempuh studi pada jenjang S2 (master) dalam bidang yang terkait pengelolaan hutan, konservasi keragaman hayati, dan perencanaan pemanfaatan lahan. Angkatan pertama akan diseleksi pada akhir 2015 untuk memulai studi mereka pada 2016. USAID telah menunjuk CIFOR untuk mengembangkan dan mengelola program beasiswa ini. “Kami sangat senang dapat bekerja sama dengan CIFOR pada saat-saat yang penting ini. Masalah lingkungan hidup memiliki dampak bagi setiap warga Indonesia dan dalam hal perubahan iklim, hal tersebut mempengaruhi setiap umat manusia di muka bumi ini,” kata Sisson.

Dalam keterangan tertulisnya, Sisson juga mengungkapkan kegembiraanya terutama karena dapat merancang sebuah program yang melibatkan, baik penelitian maupun peningkatan kapasitas bagi para pemimpin Indonesia di masa mendatang. 

Sumber: Investor Daily

Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Bagikan


BERITA TERKINI

Catat, Menkes Janjikan Beasiswa Pendidikan Kedokteran ke Luar Negeri

NASIONAL 31 menit yang lalu
1057706

Ribuan Mahasiswa Indonesia Jadi Warga Singapura, Menkumham Singgung Sektor Pendidikan

NASIONAL 1 jam yang lalu
1057707

Sahroni Ingatkan Polri soal Pesawat Rp 997 M: Bukan untuk Gaya-gayaan

NASIONAL 2 jam yang lalu
1057705

Menkes Bantah UU Kesehatan Muluskan Dokter Asing Buka Praktik di Indonesia

NASIONAL 4 jam yang lalu
1057675

Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan Berisiko Terganggu Tumbuh Kembangnya

LIFESTYLE 4 jam yang lalu
1057695

Puluhan Musisi Lokal dan Internasional Siap Hadir di We The Fest 2023

LIFESTYLE 4 jam yang lalu
1057689

Mardiono PPP Ungkap Alasan Tarik Zainut Tauhid dari Posisi Wamenag

NASIONAL 5 jam yang lalu
1057703

Kecanduan Judi Online, 2 Remaja di Surabaya Nekat Begal Motor dan Lukai Korbannya

NUSANTARA 5 jam yang lalu
1057702

Padepokan Voli Sentul Gelar SEA V League

SPORT 5 jam yang lalu
1057701

Jawab Somasi, Korban Penipuan Mario Teguh Tantang Debat Terbuka

NASIONAL 5 jam yang lalu
1057682
Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon

B-FILES


Kereta Cepat, Babak Baru Menuju Transportasi Modern

Opini Text

Jokowi Apa Kehendakmu?

Jokowi Apa Kehendakmu?

Guntur Soekarno