April Kucurkan US$100 Juta untuk Restorasi Ekosistem Riau

April Kucurkan US$100 Juta untuk Restorasi Ekosistem Riau
Direktur RAPP, Rudi Fajar memberikan penjelasan program desa bebas api kepada jend TNI Moeldoko dan Direktur RGE Anderson Tanoto. ( Foto: berita satu / suhadi )
Wahyu Sudoyo / WHS Selasa, 1 Desember 2015 | 21:47 WIB

Jakarta - APRIL Group akan mengucurkan investasi sebesar US$100 juta untuk 10 tahun ke depan, melalui program Restorasi Ekosistem Riau (RER). Langkah ini dinilai merupakan komitmen perusahaan dalam upaya perluasan restorasi lahan gambut di Indonesia, seiring dengan berlangsungnya pertemuan tingkat tinggi COP21 di Paris untuk mencapai kesepakatan dalam mengatasi perubahan iklim.


Managing Director APRIL Group Indonesia Tony Wenas mengatakan, peningkatan komitmen untuk program RER ini merupakan komitmen terbesar oleh pihak swasta dalam sebuah proyek restorasi ekosistem di Indonesia yang meliputi pengkajian, restorasi dan perlindungan, dan manajemen dan kemitraan.


“Komitmen ini menggambarkan bahwa pihak swasta juga memiliki andil secara nyata, bukan hanya ikrar, tapi dengan benar-benar menunjukkan hasil,” kata Tony dalam keterangan tertulisnya dari Paris, Perancis, Senin (1/12).

Pemegang Saham APRIL Group dan Direktur Royal Golden Eagle (RGE) Anderson Tanoto menyatakan, investasi ini membuktikan kepedulian perusahaan terhadap restorasi, yang mencakup pentingnya jasa lingkungan dan kebutuhan akan pendekatan inklusif terhadap masyarakat.


“Kami terus belajar dari pengalaman dan mengembangkan pendekatan demi memberikan manfaat bagi lingkungan, kesempatan ekonomi melalui kesempatan kerja dan pembangunan infrastruktur, sekaligus memberikan faedah bagi masyarakat lokal,” tutur Anderson.


Menurut Anderson, kawasan restorasi RER terlindungi dengan sangat baik dari kebakaran pada saat musim kering beberapa bulan yang lalu, salah satu musim kering terparah yang melanda kawasan Asia Tenggara. Hal ini membuktikan kefektifan pendekatan bentang alam yang dianut oleh APRIL, yang kemudian berujung kepada investasi lebih besar.


Tony Wenas mengklaim, upaya restorasi dan konservasi alam yang dilakukan APRIL Group telah mencapai 400,000 hektare (ha) hutan, yang terdiri atas 150.000 ha untuk restorasi dan 250.000 ha untuk konservasi. Luasan itu enam kali lipat lebih besar dari luas negara Singapura. Komitmen 1 berbanding 1 ini dirancang dalam kerangka Kebijakan Pengelolaan Hutan Berkelanjutan (Sustainable Forest Management Policy).


“RER dijalankan melalui 4 tahap yaitu proteksi, pengamatan dan penelitian, restorasi, dan pengelolaan kawasan lahan gambut yang telah rusak. Konsep ini juga didukung oleh Program Desa Bebas Api dan Strategi Pengelolaan Air APRIL Group untuk memastikan bahwa Semenanjung Kampar bebas dari kebakaran,” jelas dia.

Sumber: Investor Daily