Cargill Dorong Pengembangan Potensi Pemuda Indonesia

Cargill Dorong Pengembangan Potensi Pemuda Indonesia
Corporate Affairs Director Cargill Indonesia Arief Susanto, Vice President Corporate Affairs Cargill Asia Pacific Bruce Blakeman, dan Senior HR Director Cargill Indonesia Chika Hutauruk, bersama mahasiswa penerima beasiswa Cargill Global Scholarship program, membagikan sarapan sehat kepada siswa SDN Citawa, Cikande, Serang Banten, sebagai bagian dari School Meals Program, yang menyediakan 76.000 paket makanan sehat kepada siswa di tiga propinsi selama 12 bulan. ( Foto: Beritasatu Photo/Istimewa )
Chairul Fikri / FER Kamis, 24 Agustus 2017 | 21:56 WIB

Jakarta - Melalui kerja sama dengan Institute of International Education (IIE), Cargill kembali melanjutkan program Cargill Global Scholars di Indonesia yang telah memasuki tahun ke tiga. Tahun ini, program Cargill Global Scholars diberikan kepada IPB-Bogor, Brawijaya-Malang, UGM-Yogyakarta, Unila-Lampung, Unhas-Makassar, UNS-Solo

Corporate Affairs Director Cargill Indonesia, Arief Susanto, mengatakan, mahasiswa yang terpilih telah melalui proses seleksi berdasarkan tingkat kemampuan akademis dan potensi kepemimpinan.

"Kami memiliki komitmen untuk turut memperkaya komunitas dan salah satu aksi nyata adalah melalui pendidikan lewat Cargill Global Scholars Program. Kami mendukung upaya yang bertujuan untuk mempersiapkan para calon pemimpin negara di masa depan yang memiliki kualitas dan jaringan global, dan mengambil peran penting dalam mendukung pertumbuhan Indonesia," kata Arief di Jakarta, Kamis (24/8).

Lebih lanjut, Arief menambahkan, pihaknya juga mengasah dan meningkatkan kesadaran sosial para pemimpin muda ini dengan mengajak mereka berpartisipasi pada School Meals program, yang merupakan program peningkatan gizi untuk siswa sekolah dasar hasil kerja sama Cargill dan World Food Program (WFP) serta didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

"Melalui program ini, Cargill akan menyediakan 76.000 paket sarapan sehat bagi 800 anak sekolah di 3 propinsi Banten, Jawa Timur dan NTT di sekitar lokasi Cargill selama 12 bulan," papar Arief.

Direktur Human Resources Cargill Indonesia, Chika Hutauruk, menambahkan, penerima beasiswa angkatan kedua, baru saja mendapatkan seminar panjang selama seminggu di Amsterdam, Belanda, Eropa.

"Mereka berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang memperkaya pengetahuan kepemimpinan, pemikiran global, keanekaragaman, kerja sama tim, dan juga kesempatan untuk mulai membangun jaringan kerja dengan sesama penerima beasiswa dari 5 negara," kata dia.

Menurut Chika, pihaknya percaya kegiatan tersebut akan berguna saat mereka menjadi pemimpin dan pengambil keputusan di masa depan.

"Untuk penerima beasiswa angkatan ketiga, pertama-tama mendapatkan seminar kepemimpinan selama 3 hari dimana mereka akan belajar tentang model kepemimpinan Cargill, meningkatkan kemampuan soft skills dan hubungan antar individu dan belajar kemampuan praktis," paparnya.

Tahun ini lebih dari lebih 11.000 mahasiswa yang tertarik pada program, sebanyak 10 mahasiswa berprestasi berhasil terpilih setelah berhasil melewati proses seleksi yang dilakukan secara mandiri oleh Institute of International Education (IIE).

"Saya melihat program ini unik, karena mengkombinasikan dukungan keuangan, menyediakan mentoring selama dua tahun masa beasiswa. Selain itu, seminar kepemimpinan nasional dan juga global memberikan kesempatan bertemu dengan penerima beasiswa global lainnya, berinteraksi dan membentuk networking global, sekaligus memperkenalkan Indonesia," tambah Program Manager IIEF, Fenty Agtiffantono.



Sumber: BeritaSatu.com