TCRPI Gelar Nobar Film Perubahan Iklim

TCRPI Gelar Nobar Film Perubahan Iklim
Nobar film perubahan iklim Al Gore digelar untuk menyadarkan manusia tentang perubahan iklim yang nyata terjadi ( Foto: ist / ist )
Mardiana Makmun / MAR Selasa, 22 Agustus 2017 | 06:46 WIB

Jakarta-The Climate Reality Project Indonesia (TCRPI) dan para mitranya, bekerja sama dengan Paramount Pictures mengadakan pemutaran perdana film An Inconvenient Sequel: Truth to Power, di Epicentrum XXI, Jakarta baru-baru ini. Pemutaran film bertujuan mendorong momentum Kesepakatan Paris 2015 yang bersejarah untuk memerangi perubahan iklim,

An Inconvenient Sequel: Truth to Power, adalah sekuel dari An Inconvenient Truth, film dokumenter tentang perubahan iklim. Film ini dibawakan oleh mantan Wakil Presiden Amerika Serikat Al Gore. Pemutaran perdana film ini dihadiri oleh berbagai kalangan mulai dari artis, komunitas film, ilmuwan, pejabat pemerintah, mahasiswa, dosen, perusahaan swasta, BUMN, aktivis, dan jurnalis.

Manager The Climate Reality Project Indonesia, Amanda Katili Niode PhD, mengatakan, “Pemutaran film ini merupakan momen unik untuk mengumpulkan teman dan jaringan, serta meminta mereka untuk membantu meyakinkan semua kalangan, bahwa krisis iklim adalah isu yang harus diperhatikan saat ini dan masa mendatang,” kata Amanda dalam siaran pers.

Karena itu, The Climate Reality Project Indonesia menghimbau BUMN dan sektor swasta untuk menyelenggarakan pemutaran film An Inconvenient Sequel: Truth to Power bagi karyawan, relasi, dan mahasiswa di berbagai kota di Indonesia. TCRPI juga memberi buku dengan judul yang sama kepada para pemangku kepentingan, terutama perpustakaan berbagai universitas di seluruh Indonesia. Penyebarluasan buku dan pemutaran film, diharapkan akan menciptakan gebrakan seputar isu perubahan iklim global, dampaknya, dan bagaimana menangani masalah ini

Pada An Inconvenient Truth yang pertama, Al Gore dengan gayanya yang menarik, berhasil meyakinkan masyarakat bahwa pemanasan global itu nyata. Menurut dia, penyebab utamanya adalah manusia, dan pengaruhnya sangat dahsyat jika tidak segera disikapi. Sedangkan pada An Inconvenient Sequel: Truth to Power yang baru rilis 2017 ini, lebih membangkitkan semangat dan menunjukkan seberapa dekat kita dengan revolusi energi sejati.

Film juga banyak menceritakan upaya Al Gore melanjutkan perjuangannya yang tak kenal lelah berkeliling dunia melatih pejuang iklim serta mempengaruhi kebijakan iklim internasional. Banyak momen-momen pribadi maupun publik yang lucu dan getir, saat dia mengejar gagasan inspirasional bahwa walaupun berisiko tinggi, bahaya perubahan iklim dapat diatasi dengan akal dan semangat manusia.

Bersama dengan diluncurkanya film, Al Gore juga menerbitkan buku dengan judul yang sama. Al Gore mengumpulkan penelitian mutakhir dari para ilmuwan terkemuka di seluruh dunia, ditambah cerita pengalaman dan hasil pengamatan pribadi yang dilengkapi dengan lebih dari 200 foto dan ilustrasi visual, untuk mendokumentasikan pemanasan global secara luas.

Untuk membedah lebih jauh mengenai isi buku tersebut, The Climate Reality Project Indonesia bekerja sama dengan Periplus menyelenggarakan Booktalk An Inconvenient Sequel: truth to Power pada Kamis, 24 Agustus 2017 di Periplus Plaza Indonesia. Hadir sebagai pembicara, Utusan Khusus Presiden untuk Pengendalian Perubahan Iklim, Prof. Rachmat Witoelar, General Manager Unilever Indonesia Foundation, Sinta Kaniawati, Romo Benny Susetyo, artis Cathy Sharon, dan Climate Leader, Nana Firman.

Pembina Climate Leader Indonesia, Dr. Kartini Sjahrir mengatakan, “Berbagai rangkaian kegiatan yang direncanakan ini, adalah kesempatan berharga untuk membantu meningkatkan kesadaran dan mempercepat solusi global terhadap krisis iklim dengan melakukan aksi yang dibutuhkan di setiap lapisan masyarakat,” tutup Kartini.



CLOSE