Peneliti: Tidak Perlu Angkat Menteri Khusus Ekspor dan Investasi

Peneliti: Tidak Perlu Angkat Menteri Khusus Ekspor dan Investasi
Ilustrasi Investasi ( Foto: Istimewa )
Herman / YUD Kamis, 14 Maret 2019 | 19:37 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo mewacanakan untuk mengangkat menteri urusan investasi dan menteri bidang ekspor, sebab Indonesia masih mengalami permasalahan dalam hal investasi maupun ekspor. Namun, menurut peneliti INDEF, Ahmad Heri Firdaus, hal tersebut tidak perlu dilakukan oleh Jokowi.

Ahmad Heri menyampaikan, yang perlu dilakukan saat ini adalah membuat setiap kementerian agar bisa bersinergi dengan baik dalam melahirkan sebuah kebijakan.

"Menurut saya itu tidak perlu. Saat ini bagian ekspor itu diurusi Kementerian Perdagangan, sementara investasi oleh BKPM. Masalahnya itu bukan membentuk nomenklatur baru, tetapi bagaimana sinkronisasi dan sinergi antar lintas kementerian dalam menyusun kebijakan, sehingga dunia usaha tidak bingung," kata Ahmad Heri Firdaus, di Jakarta, Kamis (14/3/2019).

Menurut Hari, saat ini masih ada tumpang tindih aturan yang dibuat setiap kementerian, sehingga membingungkan pelaku usaha. Setiap kementerian seharusnya dapat menjalankan tugas pokonya masing-masing agar tidak terjadi benturan kebijakan dengan kementerian yang lain.

"Sekarang ini kan dunia usaha bingung. Di sektor hilir dan hulu bisa jadi berantem sendiri karena aturan yang berbeda dari setiap kementerian. Terkait dengan ekspor, ini kan ada di tingkat Eselon 2 di Dirjen Perdagangan Luar Negeri Direktorat Ekspor. Tentu mereka harus bisa menjalankan tugas, setidaknya Kementerian Perdagangan menjalankan domainnya yang sesuai tupoksinya. Dia nyari pasar saja yang banyak, urusan membuat barang diurus kementerian lain," kata Heri.

Seperti halnya ekspor, persoalan investasi juga terjadi akibat tumpang tindihnya peraturan yang ada di pusat dan daerah. "Masalah investasi paling banyak terjadi di daerah. Bagaimana bila nanti Kementerian Investasi dibuat, sementara masalah di daerah masih sama saja, tidak akan ada gunanya juga," kata Heri.



Sumber: BeritaSatu.com