Jokowi Ingin Secepatnya Bekerja Keras Bangun Ekonomi

Jokowi Ingin Secepatnya Bekerja Keras Bangun Ekonomi
Presiden Joko Widodo (tengah), dalam pertemuan bersama sejumlah jajaran pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Ketua Kadin  Rosan Perkasa Roeslani (dua kanan), serta jajaran pengurus Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu 12 Juni 2019. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao. )
Novy Lumanauw / JAS Rabu, 12 Juni 2019 | 17:02 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) sedang berancang-ancang untuk secepatnya bekerja keras dan berlari kencang menggerakkan roda pembangunan ekonomi di negeri ini.

Di hadapan para pengusaha tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa kini sedang menanti keputusan terkait gugatan Pemilihan Presiden (Pilpres), yang dilayangkan kubu 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno di Mahkamah Konstitusi (MK). Rencananya, MK akan mengumumkan keputusannya pada 28 Juni mendatang.

“Kita tahu Pemilu telah selesai meskipun masih ada proses di MK,” kata Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (12/6/2019).

Pada pertemuan itu, Presiden Jokowi didampingi Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki, Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Ahmad Erani Yustika, Tim Komunikasi Presiden Ari Dwipayana, dan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Erick Thohir.

Sementara itu dari kalangan pengusaha hadir, Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani, sejumlah Wakil Ketua Umum (WKU), di antaranya WKU Bidang Perhubungan Carmelita Hartoto, WKU Bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani, WKU Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Pemberdayaan Daerah Anindya Bakrie, WKU Bidang Industri Pengolahan Makanan dan Peternakan Juan Permata Adoe, WKU Bidang Kebijakan Moneter Fiskal, dan Publik Raden Pardede, dan WKU Bidang Telematika, Penyiaran dan Ristek Ilham Habibie, WKU Bidang Pendidikan dan Kesehatan James Riady, WKU Bidang Properti Hendro Gondokusumo, WKU Bidang BUMN Adi Sulisto, dan WKU Bidang Kelautan dan Perikanan Yugi Prayanto.

Sedangkan dari Hipmi di antaranya, Ketua Umum BPP Hipmi Bahlil Lahadalia dan Wakil Ketua Umum BPP Hipmi Yaser Palito.

Kepala Negara mengatakan, setelah pengumuman MK pada 28 Juni, akan langsung fokus dan berkonsentrasi membangun ekonomi nasional, khususnya dalam memanfaatkan momentum perang dagang yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.

“Kita berharap kita fokus lagi, konsentrasi lagi pada urusan-urusan ekonomi, terutama perang dagangnya semakin sengit. Jangan kita memandang itu sebagai sebuah masalah besar tetapi menurut saya, ada sebuah peluang, ada sebuah opportunity yang bisa kita ambil dari ramainya perang dagang ini,” katanya.

Menurut Presiden Jokowi, pengusaha sebagai garda terdepan di bidang perdagangan dan investasi diharapkan dapat memanfaatkan momentum perang dagang untuk memperluas pasar jangkauan pasar produk-produk dan meningkatkan ekspor nasional.

“Saya melihat, bapak, ibu, dan saudara semuanya berada pada garis yang paling depan dalam memanfaatkan peluang ini. Saya melihat, misalnya pasar di Amerika Serikat yang sebelumnya dimasuki produk-produk dari Tiongkok, ini bisa menjadi peluang kita untuk juga bisa memperbesar kapasitas produk-produk kita masuk ke sana,” jelas dia.

Ia mencontohkan, selama ini produk tekstil dan garmen asal Tiongkok membanjiri pasar Amerika Serikat. Seiring berlarut-larutnya perang dagang, pengusaha Indonesia dapat memanfaatkan kesempatan itu dengan produk-produk buatan dalam negeri.

Langkah serupa juga dapat dilakukan untuk memasarkan produk-produk elektronika dan furnitur. “Yang saya tahu, itu lebih dari 50 persen dari Tiongkok. Kenapa tidak diisi dari kita. Karena mereka (AS dan Tiongkok-Red) ramai, ya bisa kita isi,” kata Presiden Jokowi.

 



Sumber: Investor Daily