10 Asuransi Jiwa dan Umum dengan Hasil Investasi Terbesar

10 Asuransi Jiwa dan Umum dengan Hasil Investasi Terbesar
Ketua Dewan Juri Asuransi Terbaik 2019 Herris B. Simandjuntak (tiga dari kiri) bersama anggota juri (kiri-kan) Ketut Sendra, Tri Joko Santoso, Diah Sofiyanti, S. Budisuharto, Primus Dorimulu (kanan) berfoto usai penjurian pertama Asuransi Terbaik 2019 di kantor Beritasatu Media Holdings di Beritasatu Plaza Jakarta, Rabu (12/6). Penganugerahan akan di gelar pada bulan Juli 2019 di Jakarta ( Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR )
Frans Imung / HA Kamis, 11 Juli 2019 | 17:29 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ada tiga sentimen negatif yang sangat mempengaruhi dunia investasi portofolio selama tahun 2018. Ketiga isu meliputi praktik perang dagang AS-Tiongkok, suku bunga The Fed yang terus merangkak naik, serta defisit neraca perdagangan dan neraca transaksi berjalan Indonesia yang melebar. Tekanan tiga isu itu ke pasar keuangan sangat tinggi. Indeks harga saham gabungan (IHSG) melorot sekitar 2,46%. Tak hanya investasi saham yang lesu, hasil investasi pada instrumen reksa dana pun cenderung menurun. Kondisi yang tidak menguntungkan juga terjadi di pasar surat utang.

Industri asuransi yang mayoritas investasinya dialokasikan ke instrumen reksa dana, maupun surat utang dan saham, tentu saja sangat merasakan dampaknya. Jika tidak menderita rugi, kentungan investasi tahun 2018 turun dibanding pencapaian tahun 2017. Ada segelintir perusahaan asuransi yang masih menimba untung dari investasi, umumnya karena penempatan pada reksa dana pasar uang atau deposito.

Apa yang terjadi dengan kinerja investasi asuransi selama 2018 memang merefleksikan kondisi faktual saat ini. Pada jajaran 10 besar asuransi dengan nilai investasi terbesar, hanya tiga perusahaan asuransi yang berhasil mencatat peningkatan nilai investasi. Tujuh asuransi lainnya mengalami penurunan hasil investasi cukup tajam. Penurunan berkisar 33% hingga 89%.

Dengan peningkatan keuntungan investasi 90,91% pada 2018, PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha meraup dana Rp 1,31 triliun. Bersaing di posisi kedua, dengan peningkatan 70,57%, PT Capital Life membukukan keuntungan Rp 677 miliar. Sedangkan PT Indolife Pensiontama, mencatat kenaikan pendapatan investasi 63,38% menjadi Rp 2,75 triliun.

Walau secara persentase lebih rendah dari Wanaartha dan Capital Life, keuntungan investasi Indolife sebesar Rp 2,75 triliun justru yang terbesar di jajaran 10 besar asuransi jiwa. Menyusul pada posisi kedua Asuransi Adisarana Wanaartha dengan pendapatan investasi Rp 1,31 triliun, melesat dari tahun sebelumnya sebesar Rp 686 miliar. Posisi ketiga ditempati Asuransi Simas Jiwa, walau mengalami penurunan pendapatan investasi 33,97% dari Rp 1,84 triliun pada 2017 menjadi Rp 1,21 triliun.

Posisi keempat ditempati PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia dengan pendapatan investasi Rp 1,02 triliun. Menyusul posisi lima hingga 10, masing-masing Capital Life Indonesia, Sinarmas MSIG, BNI Life, BRI Life, Allianz Life Indonesia, dan Avrist Assurance.

Kondisi yang tidak jauh berbeda juga terjadi pada asuransi umum. Dari 10 besar asuransi umum dengan keuntungan investasi terbesar selama 2018, empat perusahaan yang mengalami penurunan keuntungan invetasi. Sedangkan enam asuransi umum lain mampu menggelembungkan keuntungan. Secara persentase, peningkatan keuntungan terbesar dibukukan PT Asuransi MSIG Indonesia dengan kenaikan 77% menjadi Rp108 miliar. Menyusul posisi kedua dicatat PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) dengan kenaikan investasi 46,6% pada 2018 menjadi Rp 231 miliar.

Sementara PT Asuransi Astra, meski hanya mencatat kenaikan pendapatan investasi 2,26% menjadi Rp 692 miliar, sudah menempatkan anggota Astra Group ini pada posisi teratas asuransi umum dengan pendapatan investasi terbesar 2018. Menyusul posisi kedua PT Asuransi Kredit Indonesia dengan keuntungan Rp 528 miliar, turun 21,5% dibanding tahun 2017. Posisi ketiga PT Asuransi Sinar Mas yang meraih pendapatan investasi Rp 459 miliar, turun 3,7% dari tahun sebelumnya.

Posisi keempat asuransi umum dengan pendapatan investasi terbesar 2018 ditempati Asuransi Central Asia dengan pendapatan Rp 315 miliar. Menyusul posisi kelima hingga 10 masing-masing Asuransi Adira Dinamika, Asuransi Jasa Indonesia, Tugu Pratama Indonesia, Asuransi Bina Dana Artha, Asuransi MSIG Indonesia, dan Asuransi Bangun Askrida.

Perusahaan yang berhasil membukukan keuntungan investasi selama 2018 bersaing menjadi Asuransi Terbaik 2019 versi Majalah Investor. Kepastian tentang perusahaan asuransi yang meraih predikat terbaik akan diumumkan pada event Best Insurance Award 2019 yang digelar tanggal 18 Juli 2019.

Pemeringkatan asuransi tahun ini didukung dewan juri profesional dan berpengalaman, yang diketuai Herris Simanjuntak, President Comissioner PT Recapital Advisory. Anggota dewan juri lainnya, Diah Sofiyanti, Direktur Utama PT Indopremier Investment Management, I Ketut Sendra, Asesor Risk Management, S. Budisuharto, Direktur Utama PT Metropolis Propertindo, Tri Djoko Santoso, Financial Educator.



Sumber: Majalah Investor