November, Jokowi Akan Rilis LinkAja Syariah

November, Jokowi Akan Rilis LinkAja Syariah
Direktur Pengembangan Ekonomi Syariah dan Industri Halal KNKS Afdhal Aliasar dalam media gathering di Jakarta, Selasa (10/9/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Whisnu Bagus )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Selasa, 10 September 2019 | 19:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan akan meluncurkan aplikasi pembayaran digital, LinkAja syariah dalam rangka pengembangan ekosistem keuangan syariah di Indonesia pada November mendatang.

"Pada 12 November 2019 ada acara yang dininisasi BI (Bank Indonesia) dan KNKS (Komite Nasional Keuangan Syariah) yakni Indonesia Sharia Economy Festival 2019 yakni suatu event internasional, dan kita minta Pak Jokowi melaunching LinkAja syariah sebagai digital payment syariah di Indonesia," kata Direktur Pengembangan Ekonomi Syariah dan Industri Halal KNKS Afdhal Aliasar dalam media gathering di Jakarta, Selasa (10/9/2019).

Dia mengatakan, pelucuran ini sebagai tindak lanjut kerja sama bank syariah milik BUMN, yaitu Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, BRI Syariah, serta BTN-Unit Usaha Syariah (UUS) dengan PT Fintek Karya Nusantara selaku pemilik produk aplikasi pembayaran LinkAja.

Untuk tahap awal, LinkAja syariah hanya melibatkan bank syariah milik bank pemerintah. Namun tidak menutup kemungkinan ke depan, akan melibatkan bank syariah swasta atau BPD. "Nanitnya empat bank syariah itu akan menampung floating money yang masuk ke LinkAja Syariah," kata Afdhal Aliasar.

Afdhal Aliasar mengatakan, saat ini LinkAja syariah masih dalam bentuk prototype yang belum bisa disosialisasikan ke masyarakat luas. Saat ini, LinkAja syariah dalam proses mendapat sertifikasi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan BI. "Jika sudah ada lampu hijau dari BI, maka akan diujicoba. Kita butuh feedback," kata Afdhal Aliasar.

Afdhal menambahkan LinkAja Syariah akan punya model bisnis yang sesuai dengan prinsip syariah, misalnya akad jual beli secara syariah, termasuk menempatkan dana simpanan (floating) uang elektronik di bank syariah. "Jika dipakai untuk minuman beralkhohol, otomatis akan nolak," kata Afdhal Aliasar.

Afdhal menjelaskan, LinkAja Syariah juga akan menggandeng platform belanja daring seperti Tokopedia, Bukalapak untuk masuk dalam rantai pasok.

Selain itu, bisa digunakan untuk kegiatan sosial seperti membayar zakat infaq, dan sedekah. Hingga ke sektor pendidikan dan kesehatan, LinkAja diharapkan bisa menjadi alat pembayaran atas transaksi di sekolah maupun rumah sakit islam.



Sumber: BeritaSatu.com