Bangun Masyarakat Taat Pajak, Bapenda Jabar Luncurkan Double Untung 10-10

Bangun Masyarakat Taat Pajak, Bapenda Jabar Luncurkan Double Untung 10-10
Kepala Bapenda Jabar Hening Widiatmoko optimis Program Double Untung 10-10 dapat membentuk masyarakat taat pajak. ( Foto: Humas Jabar / IST )
Jayanty Nada Shofa / JNS Kamis, 7 November 2019 | 21:53 WIB

BANDUNG, Beritasatu.com - Untuk mendorong agar membayar pajak tepat pada waktunya, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) meluncurkan program Double Untung 10-10.

Bertepatan dengan momentum Hari Pahlawan 10 November tahun ini, Bapenda Jabar menawarkan menawarkan bebas denda pajak kendaraan (amnesti) untuk semua tunggakan pajak dan diskon pajak kendaraan (menunggak 5 tahun atau lebih) pada pembayaran periode 10 November hingga 10 Desember 2019.

Menurut Kepala Bapenda Jabar Hening Widiatmoko, program Double Untung 10-10 ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar taat membayar pajak tepat pada waktunya.

"Ini kami tunjukkan bagi yang menunggak pajak dalam jangka waktu cukup panjang, lima tahun atau lebih. Dendanya dihilangkan, bahkan bayarannya dikurangi cukup empat tahun pokok pajak. Tahun kelima tidak perlu bayar karena kami bebaskan," ujar Hening di Gedung Sate, Rabu. (6/11)

Meski begitu, Hening mengingatkan bahwa masyarakat tetap harus mengurus Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang berlaku lima tahun. "Dia harus urus STNK baru dengan datang ke kantor induk dan bayar untuk yang ke depan. Jadi yang ke belakang ini (yang) diberi pengampunan," ujar Hening.

Ia berharap program ini dapat menjadi daya tarik bagi para penunggak pajak agar STNKnya dapat dihidupkan kembali.

Bertepatan dengan Hari Pahlawan, program ini bertujuan untuk menjadikan masyarakat taat pajak sebagai pahlawan bagi daerahnya terutama karena pembayaran pajak ini dapat membangun daerahnya.

"Di masa lalu, pahlawan adalah orang yang berjuang untuk kemerdekaan. Tapi kini, pahlawan adalah orang yang berbuat baik untuk negerinya, untuk Tanah Air. Caranya macam-macam, warga biasa yang punya kendaraan bermotor bisa jadi pahlawan jika membayar PKB tepat waktu," ujarnya.

Tak hanya itu, program Double Untung 10-10 ini dapat dengan mudah didapatkan melalui semua pelayanan Bapenda Jabar termasuk layanan pembayaran pajak Samsat J'Bret (Samsat Jawa Barat Ngabret) baik di aplikasi belanja online seperti  Tokopedia dan Bukalapak, gerai minimarket Alfamart dan Indomaret, hingga di Bank bjb.

"Satu syarat, kalau STNK sudah mati, tetap datang untuk urus STNK ke depan. Jangan sampai (pajak) sudah dibayar, tapi tidak diurus karena (proses) belum lengkap, sekalian urus STNK," imbau Hening.

Program ini juga turut menargetkan peningkatan pendapatan daerah melalui PKB serta mendorong penggunaan Samsat J'Bret.

Sejak Januari 2019, Samsat J'Bret via aplikasi online dan gerai modern mencatat valuasi yang luar biasa dengan hampir Rp 400 miliar pada bulan Oktober. Angka ini merupakan peningkatan yang pesat dari Rp 114 miliar sepanjang tahun 2018 dengan e-Samsat via bank atau ATM. Dengan terus mengembangkan kemudahan untuk membayar pajak, Hening optimis angka ini dapat mencapai Rp 500 miliar di akhir tahun.

Adapun Jabar sendiri terus aktif dalam mengembangkan inovasi dan pelayanan pembayaran pajak seperti dengan e-Samsat (Elektronik Samsat). Dengan infrastruktur pelayanan publik melalui teknologi informasi yang memadai, Hening berharap masyarakat merasa semakin mudah dalam membayar pajak, serta menjadi penggerak provinsi lainnya dalam hal pembayaran pajak.



Sumber: BeritaSatu.com