Dorong Ekonomi, OttoPay Gandeng 300.000 UMKM Jabar

Dorong Ekonomi, OttoPay Gandeng 300.000 UMKM Jabar
Peta distribusi OttoPay di Indonesia pada Oktober 2019. ( Foto: OttoPay / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Jumat, 8 November 2019 | 18:48 WIB

Jakarta, Beritasatu.com- OttoPay, penyelenggara sistem pembayaran digital, telah menggandeng lebih dari 300.000 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Jawa Barat yang mendorong pertumbuhan ekonomi. Seluruh UMKM itu merupakan kontributor OttoPay terbesar di Indonesia, yang mencakup kota-kota besar sebanyak 60%, kota kedua 26%, dan daerah pelosok 14%.

Peningkatan transaksi non tunai yang signifikan di bidang UMKM membuat OttoPay, aplikasi transaksi non tunai yang diperuntukkan bagi para pelaku UMKM semakin percaya diri untuk memperluas jangkauannya ke berbagai daerah, salah satunya di Jawa Barat. Selain karena populasi penduduk yang tinggi, penggunaan aplikasi untuk penjualan kebutuhan makanan dan non makanan di Jawa Barat memiliki peluang besar.

“OttoPay tidak hanya ingin menjangkau kota-kota besar Jawa Barat, tetapi juga daerah-daerah yang setingkat level Kabupaten dan Kota Kecil di Jawa Barat seperti Kota dan Kabupaten Sukabumi, Tasikmalaya, Garut, Indramayu dan Banjar. OttoPay berupaya membangun ekosistem pembayaran digital yang menghubungkan para pelaku UMKM dan pembeli yang tersebar di seluruh Indonesia. OttoPay melihat daerah pelosok sebagai peluang besar untuk memberdayakan warung-warung lokal yang menjual dan menjadi Mitra OttoPay,” kata Direktur PT Reksa Transaksi Sukses Makmur (OttoPay), Budi Hartono dalam siaran pers yang diterima SP, Jumat (8/11).

UMKM mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional baik di kota-kota besar maupun di daerah terpencil. Di Jawa Barat, misalnya, industri UMKM yang tersebar di kota besar dan daerah pelosok menumbuhkan perekonomian provinsi sebesar 5,64 %. Selain itu, pada tahun 2018 saja indeks daya saing provinsi Jawa Barat berada di urutan ketiga di antara provinsi lain se-Indonesia.

Signifikan

Di sisi lain, salah satu digitalisasi UMKM yang terlihat signifikan datang dari transaksi digital, di mana dewasa ini semakin banyak masyarakat yang menggunakan transaksi digital dan memercayai bahwa cashless society di Indonesia dapat diwujudkan dalam kurun waktu kurang dari delapan tahun.

Ditambah kemudahan akses internet dan sinyal yang lebih stabil, kata Budi, perkembangan OttoPay di kawasan Jawa Barat semakin pesat karena jumlah pedagang UMKM tersebar merata serta sudah lebih memahami dan terbiasa dengan konsep transaksi elektronik.

“Berbeda dengan layanan transaksi digital yang ditawarkan ke UMKM di kota besar, OttoPay fokus menawarkan layanan transaksi digital di daerah pelosok ke warung-warung kelontong atau kaki lima dan juga minimarket modern. UMKM di kawasan pelosok tersebut dapat melayani pembayaran dan pembelian produk PPOB seperti token listrik, pembayaran air, pembayaran BPJS dan asuransi, dan sebagai reseller barang-barang distributor yang sudah bekerja sama dengan OttoPay,” katanya.

Merekahnya industri UMKM di Jawa Barat tidak hanya didukung oleh ketersediaan infrastruktur, tetapi juga hadirnya program pemerintah yang bersinergi dengan berbagai instansi dalam memajukan UMKM melalui digitalisasi di berbagai aspek, mulai dari pendanaan, pembayaran, pengaturan laba rugi, hingga pengiriman.

Semakin Terbuka

Berdasarkan studi Consumer Payment Attitudes 2018, kepercayaan diri masyarakat Indonesia untuk melakukan pembayaran secara digital dikarenakan akses terhadap transaksi digital semakin terbuka dengan berbagai opsi, termasuk ke berbagai UMKM. Di Jawa Barat, transaksi non tunai terbukti meningkatkan kinerja UMKM hingga lebih dari 4.000 kali lipat.

Bagaimanapun, penerapan transaksi digital di daerah pelosok Jawa Barat mendatangkan tantangan tersendiri bagi OttoPay, seperti membiasakan masyarakat yang masih awam untuk menerapkan transaksi digital.

Untuk mengatasi hal itu, OttoPay mengandalkan sumber daya manusia dimana pendistribusian tim OttoPay sudah dilakukan secara sistematis di masing-masing daerah. Distribusi ini dilakukan untuk melihat peluang bisnis dan bertanggung jawab penuh dalam memberikan edukasi update layanan, dan sosialisasi. Anggota tim menawarkan peluang bisnis baru dari produk unggulan OttoPay di daerah kerja yang menjadi teritori aktivitas harian.

Lebih jauh lagi, OttoPay tidak hanya ingin berkontribusi terhadap industri UMKM Jawa Barat secara menyeluruh melalui transaksi digital, tetapi juga berupaya membangun bisnis jangka panjang dengan para pelaku UMKM serta menciptakan ikatan yang kuat antara pelaku UMKM dan tim sales. Dengan demikian, OttoPay dapat membantu UMKM naik kelas secara menyeluruh di berbagai daerah.



Sumber: Suara Pembaruan