Menko Luhut: Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Lebih dari 5,1%
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 478 (-2)   |   COMPOSITE 5970 (-24)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1399 (0)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 167 (-1)   |   IDX30 472 (-2)   |   IDX80 128 (-0)   |   IDXBASIC 1238 (-9)   |   IDXBUMN20 362 (-2)   |   IDXCYCLIC 737 (-3)   |   IDXENERGY 740 (3)   |   IDXESGL 129 (-0)   |   IDXFINANCE 1333 (-6)   |   IDXG30 133 (-0)   |   IDXHEALTH 1280 (3)   |   IDXHIDIV20 418 (-2)   |   IDXINDUST 960 (-5)   |   IDXINFRA 873 (-4)   |   IDXMESBUMN 103 (-0)   |   IDXNONCYC 731 (-1)   |   IDXPROPERT 875 (-2)   |   IDXQ30 135 (-0)   |   IDXSMC-COM 281 (-0)   |   IDXSMC-LIQ 334 (-1)   |   IDXTECHNO 3345 (-54)   |   IDXTRANS 1045 (-3)   |   IDXV30 126 (-0)   |   INFOBANK15 959 (-5)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 407 (-1)   |   ISSI 175 (-0)   |   JII 573 (-2)   |   JII70 204 (-1)   |   KOMPAS100 1132 (-6)   |   LQ45 888 (-4)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1591 (-7)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 302 (-1)   |   PEFINDO25 291 (0)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 341 (-1)   |   TRADE 872 (0)   |  

Menko Luhut: Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Lebih dari 5,1%

Rabu, 15 Januari 2020 | 14:15 WIB
Oleh : Muawwan Daelami / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Senior economist Standard Chartered Aldian Taloputra memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh 5,1 persen di 2020, sedikit lebih tinggi dari 5,0 persen di tahun 2019. Rupiah juga diprediksi akan menguat dari Rp 13.900 di akhir 2019 lalu menjadi Rp 13.800 di pengujung 2020.

"Tahun 2020 menjadi tahun stabilisasi bagi Indonesia. Kami perkirakan pertumbuhan akan meningkat di paruh kedua 2020 seiring dengan meningkatnya investasi dan konsumsi rumah tangga dan hilangnya efek pemilu," ujarnya di peluncuran laporan global focus-economic outlook 2020 dalam acara tahunan global research briefing & investor forum (GRB), di Hotel Mulia Jakarta (15/1/2020).

Menanggapi hal tersebut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, GDP indonesia bisa tumbuh lebih besar dari yang diperkirakan Standard Chartered tersebut asalkan Indonesia dikelola dengan baik.

"Banyak masalah di Indonesia yang belum selesai. Setelah dari sini, saya akan undang seluruh pimpinan KPK ke kantor saya. KPK nangkap-nangkap itu bagus, tapi banyak pekerjaan yang lebih hebat dari itu yaitu investasi. Seperti penyelundupan nikel ore. Itu besar sekali nilainya dan semua itu mau kita tertibkan," ucap Luhut.

Sementara itu, para ekonom Standard Chartered memperkirakan 2020 akan menjadi tahun di mana ekonomi global tumbuh terkendali dan stabil. Global chief economist David Mann memperkirakan ekonomi global tumbuh 3,3 persen, sedikit lebih tinggi dari prediksi tahun sebelumnya yakni 3,1 persen.

"PDB Tiongkok tahun 2020 kemungkinan akan stabil pada tingkat minimum dibanding 2010 sebelum akhirnya mengalami pelemahan lebih di tahun 2021," sebutnya.

Tak hanya itu, ia juga melihat ekonomi Amerika Serikat akan mengalami pelambatan lebih lanjut menjadi 1,8 persen di tahun 2020 sementara pertumbuhan kawasan Euro tetap lemah.

Dalam laporannya, Standard Chartered Bank menjelaskan bahwa siklus positif untuk pertumbuhan global harus melawan tiga hambatan struktural jangka panjang: utang demografi, dan deglobalisasi. Beban utang dinilai menjadi masalah di beberapa negara besar.

Selain utang, laporan itu juga menyebut populasi yang menua di beberapa negara seperti Jepang, Italia, Jerman, Thailand, RRT, Hong Kong, Taiwan, Korea Selatan, dan Singapura menyebabkan tantangan tersendiri.

Namun, di antara utang dan populasi yang menua, sentimen anti-globalisasi dan proteksionisme menjadi salah satu hambatan struktural yang signifikan. Buntutnya, negara-negara berkembang seperti Indonesia merupakan negara paling berisiko dari deglobalisasi lebih lanjut, setelah dua dekade sebelumnya menerima manfaat paling banyak dari pertumbuhan ekspor.



Sumber: Investor Daily


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Hacktiv8 Raih Pendanaan Pra-Seri A US$ 3 Juta

Hacktiv8 berencana menggunakan modal segar yang dihimpun untuk membangun lebih banyak kelas dan mulai menawarkan program Income Share Agreement (ISA).

EKONOMI | 15 Januari 2020

Reformasi Birokrasi dan Omnibus Law Dinilai Akan Dorong Percepatan Investasi

Percepatan transformasi ekonomi dari pusat produksi ke distribusi akan mendorong pertumbuhan ekspor UKM sebesar 30% pada 2024.

EKONOMI | 15 Januari 2020

Akseleran Target Nikmati Profit di 2021

Lewat perluasan pasar dan basis lender, termasuk menangguk pendanaan seri B yang rencananya digelar tahun ini, Akseleran target nikmati profit di tahun 2021.

EKONOMI | 15 Januari 2020

Sesi I, IHSG Berbalik Melemah ke 6.301

IHSG terkoreksi 0,38 persen ke kisaran 6.301,2.

EKONOMI | 15 Januari 2020

Melemah, Rupiah Masih Tertahan di Kisaran Rp 13.700

Rupiah berada di level Rp 13.705 per dolar AS atau terdepresiasi 25 poin (0,18 persen).

EKONOMI | 15 Januari 2020

BPS Catat Neraca Perdagangan RI Defisit US$28,2 Juta

Defisit disebabkan oleh defisit sektor migas US$971,3 juta, walaupun sektor nonmigas mencatatkan surplus US$943,1 juta.

EKONOMI | 15 Januari 2020

MiLearn Jadikan Agen Manulife Makin Produktif

Aplikasi MiLearn membuat agen asuransi Manulife bisa bekerja dengan lebih baik dan produktif.

EKONOMI | 15 Januari 2020

Rupiah Melemah ke Rp 13.700 Pagi Ini

Rupiah berada di level Rp 13.714 per dolar AS atau terdepresiasi 34 poin (0,25 persen).

EKONOMI | 15 Januari 2020

IHSG Berpotensi Menguat Ditopang Sentimen AS-Tiongkok

Rekomendasi Valbury hari ini UNVR, BMRI, WIKA, BDMN, JPFA, BSDE.

EKONOMI | 15 Januari 2020

Investor Nantikan Rilis Data Neraca Perdagangan

Konsensus median Bloomberg memperkirakan defisit neraca perdagangan USD 422 juta.

EKONOMI | 15 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS