Raih Gelar Honoris Causa, Puan Maharani Banjir Pujian

Raih Gelar Honoris Causa, Puan Maharani Banjir Pujian
Ketua DPR Puan Maharani bersama Megawati Soekarnoputri di Universitas Diponegoro, Semarang, Jumat (14/2/2020). ( Foto: Dok. DPR Ri )
Jayanty Nada Shofa / JNS Jumat, 14 Februari 2020 | 22:09 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Penganugerahan gelar doktor honoris causa (HC) oleh Universitas Diponegoro (Undip) kepada Ketua DPR Puan Maharani terus menuai pujian.

Ketua Senat Akademik Universitas Diponegoro Sunarso menyatakan, gelar HC ini secara bulat disetujui oleh Senat Akademik Undip berkat kontribusinya terhadap pembangunan nasional.

"Penganugerahan gelar doktor kehormatan merupakan bentuk pengakuan dan penghargaan yang diberikan Undip kepada putra-putri bangsa yang memiliki kontribusi luar biasa terhadap bangsa dan negara," ujar Sunarso di Gedung Prof. Dr. Soedarto SH., Undip, Semarang, Jumat (14/2/2020).

Rektor Undip Yos Johan Utama menambahkan, pengusulan gelar doktor ini telah diajukan oleh banyak tokoh negara bahkan sejak Puan masih aktif sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK). Di antaranya adalah Mahfud MD hingga Muhajir Efendi.

"Ini adalah proses yang sangat panjang. Penganugerahan ini melihat kontribusi beliau pada ilmu pengetahuan, seni dan budaya, serta perhubungan antar bangsa dalam kebudayaan dan kemanusiaan baik secara pribadi maupun sebagai Kemenko PMK dan Ketua DPR," tegas Yos.

Adapun pidato pengukuhan Puan juga diapresiasi berbagai pihak.

Dalam pidatonya, Puan menyatakan pentingnya kebudayaan sebagai landasan utama kebijakan publik. Dengan ini, masyarakat 5.0 yang berpegang erat pada nilai-nilai Pancasila berbasiskan kemajuan teknologi dapat terbentuk.

Hadir menyaksikan penganugerahan Puan, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyatakan kekagumannya terhadap buah-buah pemikirannya.

"Pidato beliau memiliki pesan yang sangat kompleks. Bagaimana konsep masyarakat 5.0 ditekankan memposisikan manusia yang berasaskan Pancasila sebagai penyeimbang kemajuan teknologi di Indonesia, bukan sebaliknya," tutur pria yang juga sedang mengambil program Doktor di Universitas Diponegoro itu.



Sumber: PR