Semarang, Pentingnya Dukungan Warga untuk Atasi Banjir

Semarang, Pentingnya Dukungan Warga untuk Atasi Banjir
Wali Kota Hendrar Prihadi ketika mengikuti musyawarah bersama di Aula Kecamatan Semarang Utara, baru-baru ini. ( Foto: ist )
Jayanty Nada Shofa / JNS Kamis, 27 Februari 2020 | 05:44 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyatakan penanganan banjir dan rob adalah sebuah gerakan bersama, sehingga tidak dapat ditangani tanpa dukungan penuh masyarakat.

Selain pembangunan pompa dan polder, wali kota yang akrab disapa Hendi ini menekankan pada sinergitas yang sudah terbentuk di Semarang juga harus diperkuat ketika membuka kegiatan musyawarah rencana pembangunan di aula Kecamatan Semarang Utara baru-baru ini.

“Setiap pihak harus bertanya pada diri masing-masing, mau tidak kotanya bebas dari banjir? Jika mau mendukung, maka akan bangkit kesadaran, semisal dengan tidak membuang sampah di saluran. Mari kita intropeksi diri, yakinkan bahwa kota ini milik bersama. Pemerintah hanya sebagian dari komponen pembangunan yang utuh," ujarnya.

Di saat yang sama, Hendi menjelaskan Semarang Utara menjadi salah satu wilayah prioritas pembangunan pemerintah setempat termasuk dalam penanganan masalah banjir dan rob.

Salah satu upaya penanganan banjir untuk Semarang Utara adalah pembangunan bendung gerak Kanal Banjir Barat (KBB) di akhir tahun 2019.

Bendung tersebut berfungsi sebagai penahan intrusi air laut, menjaga debit air, menambah pasokan air baku, penggelontoran (flushing) sedimen sungai untuk pengendalian banjir di wilayah barat Semarang serta menjadi kawasan wisata baru. Secara teknis, nantinya saat elevasi air mencapai 2,5 m, bendungan akan mengalirkan air ke laut. Sementara itu, saat musim kemarau, bendung sepanjang 155,50 meter tersebut berfungsi sebagai penampungan air dengan kapasitas 700.000 meter kubik.

Pembangunan Bendung Gerak KBB tersebut secara padu dikerjakan dari hulu sampai hilir, mulai dari pembangunan Bendungan Jatibarang, pembangunan kanal banjir, normalisasi sungai, tanggul rob, stasiun pompa, kolam retensi, hingga Bendung Gerak.

Pada saat elevasi air mencapai 2,5 m, kemudian akan dialirkan ke laut. Melalui Bendung Gerak itu ke depan akan difokuskan pada sektor pariwisata dengan diadakannya perahu naga, lomba dayung hingga water sport. Nantinya akan ada perahu naga, lomba dayung dan water sport. Dengan ini, penataan wilayah perlu dilakukan. 

“Untuk itu, melalui Musrenbang ini dapat menjadi media untuk bersinergi dan memfokuskan anggaran yang sudah kita susun dari tingkat kelurahan hingga kecamatan,” tandasnya.

Ia pun menambahkan, terutama di tahun 2021, lurah akan mengelola anggaran sebesar Rp 1 milyar sebagai Kuasa Pengguna Anggaran untuk meningkatkan pembangunan di wilayahnya. Melalui kebijakan tersebut, lurah diharapkan dapat menyesuaikan pembangunan sebagai kebutuhan dan kondisi di wilayah masing-masing.



Sumber: PR