Gerai Bebek Bengil Hadir di Gandaria City

Gerai Bebek Bengil Hadir di Gandaria City
Ilustrasi Menu Bebek Bengil ( Foto: bebekbengil.com )
Happy Amanda Amalia / FER Selasa, 23 Desember 2014 | 04:30 WIB

Jakarta - Bagi penggemar kuliner bebek, tentu tak asing lagi dengan restoran Bebek Bengil milik Anak Agung Raka Sueni yang hadir sejak 1990. Kini para penggemar makanan bebek, khususnya menu bebek hasil racikan Raka Sueni tidak perlu bersusah payah datang ke Ubud untuk menikmtinya. Pasalnya, restoran Bebek Bengil kini semakin mendekati pangsa pasar penggemarnya yang ada di kawasan Jakarta Selatan.

Setelah hadir di jl.Agus Salim, Menteng dan di Epicentrum Walk, Jakarta, kini Bebek Bengil membuka restorannya di mal Gandaria City. Dengan begitu total cabang restoran Bebek Bengil yang tersebar mencapai enam outlet, yakni Nusa Dua, Bali; Garuda Wisnu Kencana (GWK) Plaza Amata, Bali; The Breeze BSD City, Tangerang; Epicentrum Walk, Jakarta; dan Mal Gandaria City, Jakarta.

Ketika membuka cabang Bebek Bengil, menurut General Manager Bebek Bengil Jakarta Noel Arbianto, Raka Sueni sangat selektif dan berhati-hati. Bahkan cabang-cabang yang dibukanya bukan berupa sistem franchise melainkan dengan sistem kemitraan dengan parter-partner lokal terpercaya. Itu karena Raka Sueni sangat memegang teguh standar dan kualitas yang ditetapkannya sejak lama. Apalagi brand Bebek Bengil sudah berkembang pesat sejak 1990 dan sejak itu bertahan hingga sekarang.

"Ibu ingin menjaga semuanya seragam dan sama. Jadi, di mana pun orang-orang merasakan menu daging bebek di Bebek Bengil maka citarasanya tetap sama dengan yang ada di Bali, yakni daging bebek yang renyah, tidak berbau anyir, dan empuk serta dengan tiga variasi sambel yang dihadirkan," ujarnya di Jakarta, belum lama ini.

Raka Sueni, menurut Noel, lebih memilih kerjasama dalam bentuk kemitraan ketimbang franchise karena dikhawatirkan kualitasnya tidak sama lagi dengan yang sudah ditetapkan.

"Jadi kita bersama-sama menjalin komitmen untuk menjaga kualitas dan kesegaran bahan baku yang tingkatannya harus sama dengan yang di Ubud. Ibu sangat komitmen dengan kualitas makanan dan minuman yang dia terapkan," tambah Noel.

Suasana otentik khas Bali pun dihadirkan di restoran Bebek Bengil yang ada di mal Gandaria City, menurut Noel, mulai dari koki, para staf dan pelayan hingga dekorasi yang seluruhnya didatangkan dari Bali.

"Ibu Raka Sueni menerjunkan tim yang terdiri atas tujuh orang untuk di Gandaria City yang didatangkan dari Bali. Jadi, tidak hanya makanannya saja yang memiliki cita rasa khas Bali melainkan juga atmosfernya dibuat seperti di Bali, termasuk patung-patung dan papan namanya," ungkap Noel.

Noel pun menjelaskan kenapa memilih mal Gandaria City menjadi cabang keenam dari Bebek Bengil yang ada di Jakarta. Dari sisi lokasi, mal Gandaria City bisa menjadi lokasi strategis untuk para keluarga ataupun pebisnis yang ingin menikmati daging bebek racikan Bebek Bengil.

"Mal Gandaria City sangat bagus, strategis dan terintegrasi dengan tower, office, apartemen dan dalam waktu dekat akan ada hotel. Jadi, menurut Ibu Raka Sueni, lingkungan di kawasan Jakarta Selatan ini sangat welcome dengan masakan daging bebek, dalam arti mereka yang menggemari daging bebek merasa percaya kami bisa memberi dan mengisi para pecinta makanan bebek. Kami berusaha mengisi pasar yang belum ada kuliner bebeknya dan memberi kemudahan penggemar daging bebek," jelas Noel.

Lokasi Bebek Bengil yang ada di Gandaria City berada di tempat yang memperoleh pencahayaan dari luar sehingga memberi kesan lebih luas dan terbuka meskipun berada di dalam mal.

Untuk makanan, Noel menyebutkan bahwa bebek-lah yang menjadi best seller. Namun untuk di Gandaria City, menu makanan tidak hanya bebek melainkan juga difokuskan pada menu makanan balinese.

"Jadi tak hanya daging bebek saja, tapi juga ada sate lilit, ayam plecing, ayam dan bebek pelalah, ayam betutu. Semuanya benar-benar balinese, karena kami melihat menu makanan khas Bali belum ada dan demand­ untuk makanan khas Bali juga cukup besar. Jadi kami ingin memberikan variasi makanan bagi pengunjung mal Gandaria City," katanya.

Untuk range harga, Noel menyebutkan kisaran angka Rp 125 ribu untuk menu makanan daging bebek bengil crispy, grilled duck, bebek pelalah, balinese smoked duck, ayam suwir bali, ayam betutu hingga pepes ikan bumbu bali.

"Untuk ayam betutu, saya menyarankan agar pengunjung melakukan pemesanan sehari sebelumnya, karen stok yang tersedia tidak banyak dan karena proses pembuatan ayam betutu yang memakan waktu lama dengan proses low cooked agar bumbu meresap," ungkap dia.

Sedangkan untuk dessert berkisar antara Rp 50 ribu hingga Rp 60 ribu. Untuk dessert favorit, Noel mengatakan black russian pie dan coconut cream pie yang jadi andalan.

Sumber: Investor Daily