Pemkot Kediri Undang Chef Internasional Kenalkan Olahan Tahu

Pemkot Kediri Undang Chef Internasional Kenalkan Olahan Tahu
Juru masak (Chef) dari Prancis Gilles Emile Morx (kiri) memasak menggunakan bahan baku Tahu saat kegiatan Festival Tahu di Balai Kota Kediri, Jawa Timur, Minggu (21/8). Festival Tahu yang mendatangkan chef dari lima negara tersebut mengedukasi masyarakat tentang Tahu yang dapat dimasak menjadi masakan berselera Internasional sekaligus mengkampanyekan ke dunia luar Kota Kediri sebagai Kota Tahu. ( Foto: ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani )
/ FER Minggu, 21 Agustus 2016 | 23:06 WIB

Kediri - Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri, Jawa Timur, mengundang chef internasional untuk mengenalkan berbagai olahan tahu, sehingga bisa dimasak menjadi beragam masakan.

"Kami ingin ada transformasi dari berbagai bentuk makanan dan rasanya tentunya enak. Kegiatan ini momen penting, dan bersamaan kami ingin kembangkan tahu yang nantinya bisa disediakan dalam banyak varian rasa, dan chef mewakili rasa-rasa itu," kata Istri Wali Kota Kediri, Ferry Silviana Feronica Abdullah Abu Bakar, di Kediri, Minggu (21/8) sore.

Ia mengatakan, kedatangan para ahli masak tersebut tentunya bisa mendorong agar juru masak ataupun pengelola UMKM maupun ibu rumah tangga di Kediri agar lebih kreatif dalam mengolah tahu. Jika UMKM lebih kreatif, tentunya ada nilai lebih untuk usaha mereka, sebab lain daripada lainnya.

Makanan tahu merupakan identik dari Kota Kediri, sama dengan batik yang identik dengan Solo, Yogyakarta. Dari berbagai menu yang dibuat para juru masak tersebut, ternyata tahu bisa menjadi bahan makanan yang enak dan sehat.

"Bahkan rasa masakan dari luar negeri, seperti pizza, pasta juga bisa (diolah dari bahan baku tahu). Untuk itu, kami mengundang chef ada yang dari Italia, Jerman, dan kami ingin tunjukkan bahwa tahu bisa ditransformasi ke berbagai rasa," tegasnya.

Beberapa ahli masak yang diundang itu seperti Janet DeNeefe. Ia lahir di Australia, pemilik restoran Indus di Bali, serta penulis tentang masakan. Selain itu terdapat Dedes Dwi Ratnasari, chef Imbiss Stube, restoran Jerman. Dedes adalah chef profesional dan konsultan food and beverages di banyak restoran terkenal.

Lainnya adalah Guiseppe Coglitore berasal dari Palermo, Italia. Pemilik Signora Pasta. Gilles Emile Morx, chef founder Restoran Perancis Amuz lahir di Alsace, Perancis. Dian Anggraini adalah Ambassador Food Revolution Java untuk Jamie Oliver Foundation, sejumlah ahli masak asal Kota Kediri serta pelajar dari Kota Kediri.

Masing-masing chef membuat menu masakan yang unik, misalnya chef Guiseppe Coglitore. Ia membuat olahan pasta dengan ada campuran tahu. Ia pun tidak kesulitan, dan justru menemukan rasa yang gurih, nikmat, serta sehat.

"Saya tidak memakai daging, tapi tahu. Di Kediri, tahu masih segar dan saya sudah mencobanya lebih enak. Biasanya menggunakan daging, tapi ini menggunakan tahu, tapi protein sama," katanya.

Lebih lanjut, ia mengatakan menggunakan bahan baku tahu selain lezat juga sehat. Tahu antikolesterol, antikanker, sehingga ia menyukainya. Ia pun mengajarkan membuat masakan Itali yang semua orang bisa membuatnya di rumah.

Gilles Emile Morx, chef lainnya mengatakan ia membuat olahan tahu dengan menjadikannya sup. Tahu sebagai salah satu masakannya dipotong kecil-kecil lalu digoreng. Ia pun mengatakan, tahu juga enak menjadi salah satu masakan, sebab rasanya gurih.

Acara tersebut diselenggarakan di Balai Kota Kediri, dengan dihadiri muspida Kota Kediri serta warga dari masing-masing kelurahan. Setelah masak selesai, setiap warga dari masing-masing kelurahan dipersilakan mencicipi menu masakan yang telah dibuat oleh chef tersebut.

Sumber: ANTARA