Bali Vibes, Seduhan Nuansa Tropis dari Sila Tea House

Bali Vibes, Seduhan Nuansa Tropis dari Sila Tea House
Redha Ardias tengah menjelaskan racikan teh Bali Vibes dalam ajang yang digelar Association of Indonesia Specialty Tea (AISTea) pekan lalu di Jakarta.
Heriyanto / HS Sabtu, 1 Desember 2018 | 16:43 WIB

Jakarta – Iklim tropis ternyata bisa menyatu dengan seduhan teh yang dicampur dengan sejumlah buah dan rasa khas Indonesia. Namanya Bali Vibes. Itu salah satu jenis racikan teh yang diikutkan dalam ajang Tea Brewing Competition, Tea Mixologist yang digelar Association of Indonesia Specialty Tea (AISTea) pekan lalu di Jakarta.

Kegiatan yang didukung produsen teh merek Teh 2Tang tersebut merupakan rangkaian kompetisi di SIAL Interfood, Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, Sabtu, (24/11).

Jika kopi dengan racikan yang beragam, rupanya teh juga sebenarnya mempunyai beberapa varian seduhan. Jenis seduhan tersebut sangat tergantung pada tradisi setiap negara atau wilayah, varian dan kualitas teh, hingga kreativitas dari para peracik. Orang yang menyediakan racikan tersebut disebut peracik atau penyeduh teh. Ada juga yang menyebut sebagai mixologist karena meracik teh yang dicampur dengan bahan-bahan lain untuk menambah rasa dan memberi keunikan.

Ajang Tea Brewing Competition, Tea Mixologist diikuti tujuh peserta untuk memamerkan keahlian dalam meracik berbagai minuman teh dengan estetika yang cukup unik.

Salah satu peserta dalam ajang tersebut adalah Redha Ardias dari Sila Tea House yang menyediakan teh premium dari perkebunan di Indonesia. Redha menamai racikan teh yang dibuatknya Bali Vibes dengan menonjolkan nuansa tropis dalam menikmati teh. Bali Vibes mengingatkan suasana tropis Bali yang eksotik dan penuh kekhasan.

“Seduhan ini dibuat untuk untuk penikmat teh di daerah tropis dengan suhu udara tinggi di pinggir pantai. Racikan teh dingin dengan berbagai bahan lokal seperti buah dan perasa alami ini dibuat untuk menambah kenikmatan suasana tropis di pinggir pantai,” ujar Redha.

Adapun juri dalam kompetisi tersebut adalah maestro kuliner William Wongso, pakar teh Ratna Somantri, praktisi kuliner dan penggerak cinta makanan lokal Shanti Serad.

Baca : Peluang Pasar Lokal untuk Teh Premium Masih Terbuka

Ratna Somantri yang juga pengurus AISTea menjelaskan tujuan kompetisi itu untuk menunjukan bahwa teh, selain dinikmati sebagai minuman teh hangat, juga bisa dikreasikan menjadi minuman modern.

Menurut dia, menambahkan teh ke dalam minuman bisa meningkatkan nilai dari minuman tersebut. Hal itu karena teh sebagai minuman mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan dan berbagai kegunaan lainnya.

Ratna menjelaskan saat ini untuk tea mixologist adalah sesuatu yang baru di Indonesia. Kebanyakan peserta yang ikut di kompetisi ini adalah barista dan chef yang mulai mempelajari teh, dan tertarik untuk menambahkan teh dalam kreasi minuman.

Sekalipun AISTea mengklaim sebagai yang pertama, ajang tea mixologist sebenarnya pernah digelar pada tahun 2016 yang disebut dengan Dilmah Tea Mixology di Hotel Sheraton, Surabaya, Jawa Timur.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE