Restoran Indonesia Hadir di Rwanda

Restoran Indonesia Hadir di Rwanda
Keberadaan Borneo Cafe menjadi restoran pertama Indonesia di Kigali, Rwanda. ( Foto: Istimewa )
Indah Handayani / FER Selasa, 11 Desember 2018 | 17:17 WIB

Jakarta - Seorang Warga Negara Indonesia (WNI), Siti Noor Fatimah, Effendi membuka restoran Indonesia pertama di Kigali, Rwanda.

Siti Noor Fatimah Effendi atau akrab dipanggil Ibu Fety, mendirikan restoran yang diberi nama Borneo Cafe, pada 15 Juni 2017. Beliau datang ke Rwanda pada awal Juni 2017 dengan menggunakan visa kunjungan singkat (30 hari).

Setelah melihat kualitas kehidupan di Kigali, Ibu Fety memutuskan untuk tinggal dan mendirikan usaha di Rwanda bersama sang suami. Proses perizinan usaha diselesaikan dalam waktu satu hari, dan dalam jangka waktu satu bulan bisnisnya sudah berjalan.

"Izin tinggal pun didapatkan otomatis setelah bisnis berjalan," ungkapnya dalam keterangan pers yang di terima Selasa (11/12).

Dubes RI Dar es Salaam yang juga terakreditasi untuk Rwanda, Burundi, Komoro, Prof Dr Ratlan Pardede, mengatakan, pihaknya sangat bangga terhadap keberadaan Borneo Cafe yang menjadi restoran pertama Indonesia di Kigali.

"Borneo Cafe mulai dikenal di kalangan masyarakat Rwanda, terutama di kalangan ekspatriat yang menyukai cita rasa Indonesia. Restoran ini bahkan telah mendapatkan ulasan yang sangat positif dari sejumlah situs pengulas tempat wisata dan kuliner," jelas Ratlan Pardede.

Untuk itu, kata Ratlan Pardede, pihaknya memilih mengelar pertemuan dengan WNI di Borneo Cafe. Pertemuan tersebut diselenggarakan sebagai bagian dari upaya pembinaan, penggalangan dan perlindungan WNI di negara akreditasi KBRI Dar es Salaam.

Pertemuan tersebut, bertujuan untuk memastikan kondisi kehidupan WNI di Rwanda, mensosialisasikan sejumlah program pemerintah dan KBRI Dar es Salaam terkait pelayanan bagi WNI di negara akreditasi, serta menjaring aspirasi, saran dan masukan dari WNI di negara akreditasi.

"Saya sangat berbahagia untuk dapat bertemu dengan saudara-saudara dari Indonesia di tanah perantauan ini, dan ke depannya akan secara regular bertemu dengan Bapak dan Ibu sekalian," pungkasnya.

 



Sumber: Investor Daily