Silang Budaya Betawi dan Tiongkok dalam Secangkir Teh

Silang Budaya Betawi dan Tiongkok dalam Secangkir Teh
Adam Lie kungfu tea master ( Foto: dina fitri anisa )
Dina Fitri Anisa / EAS Jumat, 1 Februari 2019 | 16:56 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Melihat silang budaya dalam secangkir teh, ternyata sudah menjadi pekerjaan sehari-hari Adam Lie (27). Pria yang dikenal sebagai kungfu Tea Master berdarah Tiongkok dan Betawi ini dengan lincah menggerakkan tangan dan kakinya untuk menyeduh teh. Adam Lie pun melakukan jurus-jurus kungfu untuk menyeduh secangkir teh kepada para tamu.

Atraksi kungfu sambil menyajikan teh dengan memakai long tea pot sepanjang satu meter membuat mata tamu tak berkedip. Sore itu, Adam Lie menjadi perhatian besar. 

Bukan hal yang mudah, untuk menjadi master dalam menuangkan teh ternyata dibutuhkan waktu yang lama. Adam Lie bahkan sempat menceritakan sejarah ceret panjang yang digunakan dalam atraksi kungfu. Ternyata ceret panjang dipakai untuk menghormati raja. Tak heran jika jarak menuangkan teh harus dari jauh. Biasanya long tea pot atau ceret panjang ini terbuat dari kuningan yang bersifat antiseptik dan merupakan penghantar panas yang baik.

Dikatakan Adam Lie, ujung ceret dibuat kecil agar air panas dengan suhu 100 derajat celcius bisa tertuang dengan aman ke dalam gelas atau cangkir. Untuk itulah, pertunjukan ini hanya boleh dilakukan oleh professional, kalau tidak bisa melukai banyak orang di sekitar.

"Demi menjadi profesional dan menjadi master yang baik, saya harus berlatih selama empat tahun, setiap harinya bisa memakan waktu delapan jam. Tidak mudah, tangan saya juga penuh dengan luka bakar dari teko tersebut,” cerita Adam Lie saat dijumpai Beritasatu.com, di Senayan City, beberapa waktu lalu.

Ia melanjutkan, long tea pot juga berguna agar teh yang diseduh menjadi lebih merekah seperti bunga di dasar. Untuk teh yang diseduh, Adam Lie langsung impor dari Tiongkok yakni Blooming Tea atau Jasmine Flower Tea. Biasanya Blooming Tea terdiri dari lima lapisan, yaitu bunga globe amaranth, chrysanthemum, jasmine, meri gold flower, dan xi hu longjing.

Dijelaskan Adam Lie, keseluruhan rangkaian teh dan bunga tersebut memiliki khasiat relaksasi, obat panas dalam, dan antioksidan.

Memang hal yang dilakukan Adam, Lie sepertinya sudah biasa di negeri Tirai Bambu. Namun dari segi aksi, Adam Lie berbeda dengan kungfu Tea Master pada umumnya.

Lewat atraksi perpaduan budaya ini Adam Lie berharap bisa melestarikan kesenian bela diri kungfu dan Silat Betawi Cingkrik.



CLOSE