Resto Juliet Capulet Manjakan Konsumen Seperti di Rumah Sendiri

Resto Juliet Capulet Manjakan Konsumen Seperti di Rumah Sendiri
Salah satu makanan tradisional yang tersedia di Juliet Capulet. ( Foto: istimewa )
Iman Rahman Cahyadi / CAH Senin, 22 April 2019 | 19:27 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia yang kaya akan masakan dan makanan tradisional membuat bisnis kuliner kian menjamur. Salah satu restoran atau kafe yang mengusung masakan dan makanan tradisional adalah Juliet Capulet yang berada di kawasan Margonda, Depok, Jawa Barat.

Meski mengusung nama tokoh wanita dari novel William Shakespeare, Juliet Capulet mengandalkan menu andalan dari masakan dan makanan rumahan khas Indonesia. Untuk masakan sebut saja ada Sop Iga, lalu untuk makanan ada Singkong Wonosobo yang langsung didatangkan dari Wonosobo. Salah satu andalan lain untuk minuman adalah Selfie Latte yakni sajian kopi dengan bergambar wajah konsumen.

“Juliet Capulet sebenarnya bukanlah kafe baru. Sempat eksis ditahun 2013 dengan nama Juliet Cofee lalu vakum dua tahun, kini mengusung konsep berbeda yakni homey dan pergantian nama menjadi Juliet Capulet. Jadi siapapun yang datang ke kafe ini serasa berada di rumah sendiri, tentunya dengan kebebasan beraktivitas,” ujar Dr Yuliana Resolina, pemilik Juliet Capulet saat soft launching di kawasan Margonda, Depok, Jawa Barat, Senin (22/4/2019).

Dr Yuliana Resolina, pemilik Juliet Capulet.

Tidak hanya makanan khas Indonesia, tersedia juga makanan khas luar seperti Spaghetti.

Selain menu makanan, resto ini didukung dengan tata ruangan yang serasa berada di rumah sendiri. Bahkan restro ini juga memiliki kelebihan dibanding tempat lain yakni ada ruangan conference atau function room dan aktivitas-aktivitas untuk masyarakat urban seperti seminar atau ibu-ibu untuk aerobik dan juga fotografi.

 

Salah satu yang menarik dan berbeda dari kafe ini adalah bahan-bahan dasar masakan dan makanan yang diproduksi sendiri. “Kami juga melibatkan para petani untuk mempromosikan produk pertaniannya seperti kopi, kunyit, teh, gula aren dan sebagainya yang kemudian diolah dan diberi brand untuk dipamerkan Juliet Capulet Resto,” jelasnya.

Berada di kawasan strategis yang dikelilingi banyak kampus, Juliet Capulet membidik kalangan mahasiswa, pebisnis dan juga sudah bekerja sama dengan komunitas pebisnis untuk bisa menggelar pertemuan atau gathering di tempat ini. Untuk kapasitas ruangan bisa menampung sekitar 300 orang dari bangunan yang terdiri tiga lantai ini.

Lebih lanjut Nanda Cahyo Wicaksono, Manager Pengembangan Juliet Capulet mengatakan pertumbuhan kawasan Margonda, Depok khususnya dan bisnis kopi yang semakin diminati menjadi alasan bangkitnya Juliet Capulet.

“Margonda penduduk sekitar 15-20.000 orang, angkatan kerjanya sekitar 18.000. Target kita konsumen 5-10 persen dari jumlah tersebut datang ke tempat ini per bulannya,” ujar Nanda.

 



Sumber: BeritaSatu.com