Melirik Potensi Bisnis Es Kopi Susu Kekinian

Melirik Potensi Bisnis Es Kopi Susu Kekinian
Minuman kopi kekinian, Nyopee, ikut meramaikan geliat industri kopi di tanah air. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Indah Handayani / FER Sabtu, 4 Mei 2019 | 17:50 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Geliat industri kopi terus berkembang di tanah air. Hal tersebut, nampak dari menjamurnya kedai kopi dengan konsep cafe maupun drive thru yang popular dengan istilah coffee to go. Sebut saja misalnya, Kulo, Kopi Tuku, Kopi Janji Jiwa, Nyopee, serta Kopi Kenangan.

Istilah coffee to go sendiri merupakan konsep jualan kopi dengan kedai sederhana, dimana pembeli umumnya membeli kopi untuk dibawa sebagai teman perjalanan atau dibawa pulang (take away). Tak kalah dengan konsep kedai kopi ala kafe, jenis coffee to go juga banyak diburu kalangan pecinta minuman olahan kopi di tanah air.

Selain itu, model bisnis ini juga menjadi incaran para pengusaha karena modalnya yang relatif lebih kecil dibandingkan dengan membuka kedai kopi ala kafe.

Melihat potensi bisnis yang menjanjikan dari franchise es kopi susu kekinian, banyak pula orang tertarik untuk berinvestasi atau berencana berjualan es kopi susu zaman now.

Berangkat dari hal tersebut, @nyopee.id salah satu brand franchise coffee to go, menawarkan paket lengkap kemitraan dengan nilai investasi yang sangat terjangkau, hanya Rp 5 jutaan.

"Kami hadir membantu para calon pengusaha yang tertarik membuka kedai coffee to go, namun memiliki modal yang terbatas. Sekarang, siapa saja bisa memiliki bisnis es kopi susu kekinian yang sedang tren karena modalnya sangat terjangkau," ungkap Marketing Manager Nyopee, Riskha, dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Sabtu (4/5/2019).

Riska mengatakan, menyambut bulan suci Ramadan, Nyopee akan memberikan program khusus potongan harga 3 paket kemitraan Nyopee, diantaranya paket Kaya dengan harga awal Rp 10 juta didiskon menjadi Rp 5,9 juta. Kemudian, paket Tajir dengan harga awal Rp 11 juta menjadi Rp 6,9 juta. Terakhir, paket Juragan dari Rp 14 juta menjadi Rp 9,9 juta.

"Program khusus ini hanya berlaku selama periode Ramadan dan harga akan kembali normal setelah lebaran," tutup Riskha.



Sumber: BeritaSatu.com