Chef Aiko Belajar Masak Sampai ke Daerah

Chef Aiko Belajar Masak Sampai ke Daerah
Chef Aiko (kiri) memperkenalkan makanan khas Bali, Bebek Betutu, yang bisa disantap selama bulan Ramadan sebagai lauk berbuka puasa,di acara pelunccuran Freegas, di Jakarta, Sabtu 4 Mei 2019. ( Foto: istimewa )
Elvira Anna Siahaan / EAS Senin, 6 Mei 2019 | 15:10 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mempelajari masakan Indonesia, dikatakan chef Aiko Sarwosri, tidak ada habisnya. Mengapa? Sebab, Indonesia terdiri dari 34 provinsi yang pastinya memiliki makanan daerah masing-masing. Belum lagi dalam satu daerah biasanya memiliki dua atau tiga makanan khas yang rasanya pasti unik.

"Kalau saya, untuk belajar memasak makanan Indonesia, kuncinya, datang ke daerah tersebut dan cari satu orang yang ahli untuk menjelaskan bagaimana meracik bumbu-bumbunya. Jadi tidak bisa mempelajari masakan Indonesia dengan instan, rasa aslinya pasti tidak akan keluar," cerita Aiko saat ditemui Beritasatu.com di sela-sela peluncuran Freegas, suplemen makanan untuk kesehatan lambung, akhir pekan lalu

Semisal, pada acara peluncuran Freegas, Aiko menyajikan makanan khas Bali, yakni Bebek Betutu. Ternyata untuk menyajikan rasa autentik, ada beberapa aturan menyediakan bumbu yang tidak boleh diganti. Dikatakan Aiko, Bebek Betutu asli Bali identik dengan bumbu cincang bukan dihaluskan.

"Kebanyakan para chef menyajikan masakan Indonesia dengan cara menghaluskan bumbu, supaya lebih mudah. Padahal, ada beberapa masakan yang rasanya justru hilang hanya karena aplikasi bumbu salah," tegas wanita yang rela belajar Bebek Betutu dengan cara mendatangi rumah warga di Bali.

Tidak hanya masakan Indonesia, jenis sambal-sambal khas Nusantara pun dikatakan Aiko memiliki prospek cerah untuk mendunia. Apalagi, saat ini kaum milenial menyukai makanan dengan berbagai sambal. Asalkan ada predikat pedas, makanan tersebut langsung diserbu.

Melihat antusias milenial pada jenis sambal Indonesia, diingatkan juga bahwa Indonesia memiliki ratusan sambal yang khas. Namun kembali lagi, dalam hal penyajian sambal, harus diperhatikan bagaimana proses pembuatannya, dicincang, dihaluskan, atau hanya dipotong-potong saja.

"Saya perhatikan gerai makanan yang katanya pedas, langsung diserbu anak muda. Apalagi kalau gerai makanan tersebut menyajikan banyak pilihan sambal, harga murah, dan tempatnya enak. Asalkan ada 3 kualitas itu, dijamin gerai makanan itu pasti laku," kata Aiko.

Terakhir, diingatkan Aiko untuk mengonsumsi makanan pedas, lebih dahulu lambung harus sehat. Sebab makanan pedas, jika dikonsumsi berlebihan bisa meningkatkan asam lambung. "Kalau saya selalu siapkan suplemen makanan untuk lambung, jadi makan apa saja tetap aman," tutupnya.



Sumber: BeritaSatu.com