2 Tahun Berkreasi Makanan Kecil, Cakekinian Kini Miliki 10 Gerai

2 Tahun Berkreasi Makanan Kecil, Cakekinian Kini Miliki 10 Gerai
Cake "Oleo Red Velvet" menjadi varian yang diminati oleh pelanggan Cakekinian. ( Foto: Istimewa )
Surya Lesmana / LES Rabu, 15 Mei 2019 | 19:27 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Inovasi lokal kuliner di Indonesia semakin berkembang saat ini. Begitu juga dengan kreasi makanan kecil seperti banana nugget, martabak dengan aneka berbagai topping yang bervariasi, dan kue yang dijual selebriti, sekarang menjadi pilihan favorit masa kini.

Berkreasi dengan makanan kecil dilakukan pasangan Arief Muhammad dan Tiara Pangestika yang menciptakan brand Cakekinian, yaitu cake (kue) unik penganan popular.

Cakekinian meluncurkan outlet pertama pada tahun 2017. Dalam waktu hampir 2 tahun, Cakekinian sudah memiliki 10 gerai yang tersebar di Jabodetabek, Surabaya, dan Bandung. Akun Instagram @cakekinian.official juga telah mencapai 770.000 followers dari seluruh penjuru Indonesia

Cake "Oleo Red Velvet" dan “Milov” telah menjadi varian yang paling diminati oleh pelanggan Cakekinian. Beberapa produk unik lainnya seperti “UfoMaltine; crunchy cake rasa Ovomaltine ", “Galaxy Cake; cake brownies” dengan sensasi blueberry dan cream cheese”, dan masih banyak varian menarik lainnya.

“Bagi kami, kualitas premium dengan harga terjangkau, pelayanan, dan suasana menyenangkan saat menikmati Cakekinian adalah hal yang penting, sebagai apresiasi terhadap konsumen, Cakekinian juga senantiasa menghadirkan menu-menu baru dan terus menambah jumlah gerai agar kami semakin dekat dengan konsumen,” ungkap Arief Muhammad selaku pencetus Cakekinian Rabu (15/5/2019).

Menurutnya, dengan berbagai macam rasa dan tekstur kue yang ringan, Cakekinian dapat dinikmati oleh anak-anak, remaja, dewasa, sampai lanjut usia. "Hanya dengan harga Rp. 59.000 per boks, Cakekinian sangat pas dijadikan cemilan untuk berkumpul dengan keluarga ataupun teman terdekat kapan saja dan dimana saja. Cakekinian is for everyone," pungkas Arief Muhammad.



Sumber: Suara Pembaruan