Festival Mi Aceh, Memperkenalkan Kuliner Aceh ke Lidah Dunia

Festival Mi Aceh, Memperkenalkan Kuliner Aceh ke Lidah Dunia
Peserta memasak kuliner tradisional Mi Aceh pada Festival Mie Aceh 2019 di Blangpadang, Banda Aceh, Aceh, Sabtu (15/06/2019) malam. Festival Mie Aceh yang berlangsung selama tiga hari tersebut bertujuan mempromosikan kota Banda Aceh sebagai destinasi wisata kuliner halal, budaya dan religi di Indonesia. ( Foto: Antara / Irwansyah Putra )
/ FMB Minggu, 16 Juni 2019 | 15:35 WIB

Aceh, Beritasatu.com - Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman bertekad menjadikan Mi Aceh sebagai kuliner kelas dunia karena cita rasanya sudah begitu terkenal, terutama di nusantara.

"Di nusantara, Mi Aceh sudah sangat dikenal dan pas di lidah masyarakat Indonesia. Kini saatnya membawa Mi Aceh menjadi kuliner kelas dunia dan menjadi selera dunia," kata Aminullah Usman di Banda Aceh, Minggu (16/6/2019).

Untuk menjadikan kuliner kelas dunia, Wali Kota mengundang wisatawan mancanegara menghadiri Festival Mi Aceh 2019 yang digelar di Lapangan Blangpadang, Banda Aceh hingga 17 Juni 2019 mendatang.

Menurut Aminullah Usman, Pemerintah Kota Banda Aceh menggelar festival tersebut sebagai ajang memperkenalkan Mi Aceh. Festival tersebut menampilkan bagaimana membuat Mi Aceh mulai dari pengolahan, pembuatan bumbu hingga meracik dan memasaknya.

"Festival ini menjadi ajang memperkenalkan beragam racikan Mi Aceh kepada para wisatawan dan penikmat kuliner nusantara maupun mancanegara," ujarnya.

Wali Kota menyebutkan, festival serupa juga digelar tahun depan. Target pelaksanaan festival Mi Aceh tahun dengan memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk penyajian mi Aceh dengan porsi terbanyak.

"Kepala para juru racik mi di festival ini, kami berpesan agar selalu menjaga kualitas dan citanya. Jangan gunakan bahan kimia berbahaya seperti formalin dan boraks dalam mi," kata Aminullah Usman.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata Kota Banda Iskandar festival menghadirkan beragam cita rasa Mi Aceh dari 20 stan dengan juru racik mi terbaik di banda Aceh.

"Festival berlangsung mulai jam 14.00 hingga 23.00 WIB. Festival ini menyediakan 100 piring Mi Aceh gratis setiap harinya kepada pengunjung. Pengunjung festival juga menentukan stan terbaik sebagai pemenang," sebut Iskandar.

Selain menyuguhkan kuliner, festival tersebut juga menampilkan hiburan musik yang akan dibawakan penyanyi-penyanyi Aceh, dan tarian daerah provinsi ujung barat Pulau Sumatera tersebut.

"Festival mi juga menghadirkan pembawa acara kuliner di televisi nasional asal Aceh Ibnu Syahdan atau dikenal dengan nama Benu Buloe," kata Iskandar.

Selain itu, lanjut Iskandar, pihaknya juga akan mendatangkan penyanyi religi Nissa Sabyan bersama grup Sabyan Gambus. Mereka akan tampil di Lapangan Blangpadang pada 18 Juni mendatang.

"Penyanyi religi bersama grup gambus tersebut akan hadir memeriahkan malam puncak HUT Banda Aceh ke-814 tahun. Malam puncak tersebut akan dirangkai dengan penyerahan anugerah oleh Wali Kota," pungkas Iskandar.



Sumber: ANTARA