Mi Aceh Didorong Jadi Kuliner Kelas Dunia

Mi Aceh Didorong Jadi Kuliner Kelas Dunia
Peserta memasak kuliner tradisional Mi Aceh pada Festival Mie Aceh 2019 di Blangpadang, Banda Aceh, Aceh, Sabtu (15/06/2019) malam. Festival Mie Aceh yang berlangsung selama tiga hari tersebut bertujuan mempromosikan kota Banda Aceh sebagai destinasi wisata kuliner halal, budaya dan religi di Indonesia. ( Foto: Antara / Irwansyah Putra )
/ WBP Minggu, 16 Juni 2019 | 15:26 WIB

Banda Aceh, Beritasatu.com - Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman bertekad menjadikan Mi Aceh sebagai kuliner kelas dunia karena cita rasanya sudah terkenal.

"Di nusantara, Mi Aceh sudah sangat dikenal dan pas di lidah masyarakat Indonesia. Kini saatnya membawa Mi Aceh menjadi kuliner kelas dunia dan menjadi selera dunia," kata Aminullah Usman di Banda Aceh, Minggu (16/6/2019).

Untuk menjadikan kuliner kelas dunia, Wali Kota mengundang wisatawan mancanegara menghadiri Festival Mi Aceh 2019 yang digelar di Lapangan Blangpadang, Banda Aceh hingga 17 Juni mendatang.

Menurut Aminullah Usman, Pemerintah Kota Banda Aceh menggelar festival tersebut sebagai ajang memperkenalkan Mi Aceh. Festival tersebut menampilkan cara membuat Mi Aceh mulai dari pengolahan, pembuatan bumbu hingga meracik dan memasak. "Festival ini menjadi ajang memperkenalkan beragam racikan Mi Aceh kepada para wisatawan dan penikmat kuliner nusantara maupun mancanegara," ujar Aminullah Usman.

Wali Kota menyebutkan, festival serupa juga akan digelar tahun depan dengan target memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk penyajian Mi Aceh dengan porsi terbanyak. "Kepada para juru racik mi di festival ini, kami berpesan agar selalu menjaga kualitas dan cita. Jangan gunakan bahan kimia berbahaya seperti formalin dan boraks dalam mi," kata Aminullah Usman.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata Kota Banda Iskandar festival menghadirkan beragam cita rasa mi aceh dari 20 stan dengan juru racik mi terbaik di banda Aceh. Selain menyuguhkan kuliner, festival tersebut juga menampilkan hiburan musik yang akan dibawakan penyanyi-penyanyi Aceh, dan tarian daerah provinsi ujung barat Pulau Sumatera tersebut.



Sumber: ANTARA