Sajian Menu Vietnam Halal Ditawarkan Pho Ngon

Sajian Menu Vietnam Halal Ditawarkan Pho Ngon
Salah satu menu di Restoran khas Vietnam Pho Ngon. ( Foto: istimewa )
Iman Rahman Cahyadi / CAH Rabu, 3 Juli 2019 | 17:17 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Pada tahun 2017, Shawn Tanudjaja membuka restoran masakan khas Vietnam Pho Ngon, taste of Vietnam. Dengan modal awal saat itu sebesar Rp 250 juta, Shawn menyewa sebuah ruko di Mekarwangi, Bandung, Jawa Barat. Sebelum membuka restoran ala Vietnam, istri Shawn yang memang asli Vietnam, Do Nguyen Ha, mempelajari cara memasak masakan yang benar-benar otentik Vietnam.

Restoran Vietnam milik Shawn ini mendapatkan animo besar dari masyarakat Bandung, terutama masyarakat sekitar kompleks perumahan. Mereka kerap menikmati bersama keluarga dengan menyantap masakan khas Vietnam ini. 

Karena itulah, Shawn memberanikan diri untuk membuka cabang restorannya di Paris van Java, sebuah lifestyle mall yang unik, yang berlokasi di pusat kota Bandung. “Untuk memperkenalkan restoran, banyak yang tahu dari mulut ke mulut, lalu kita juga mengundang food blogger,” paparnya.

 

Bila mengunjungi Pho Ngon, pengunjung akan disajikan masakan khas Pho yang terbuat dari mie beras, dikombinasikan dengan kuah sup sapi yang diolah selama 12 jam. Dalam masakan Pho Bo atau traditional Vietnamese beef noodle soup ini, mie beras disajikan bersama kuah sup sapi, lalu diberi potongan daging sapi dengan pilihan daging Australia, Amerika dan lokal.

“Sesuai masakan yang disajikan, Pho itu nama masakannya, Ngon itu artinya enak. Jadi Pho Ngon itu masakan enak,” ujar Shawn.

Selain sapi, Pho Ngon juga menyediakan menu masakan khas Vietnam dengan kuah ayam dan daging ayam, seperti Pho Ga atau traditional Vietnamese chicken noodle soup). Pho Ngon juga menyajikan masakan Pho Fron atau Vietnamese Dry Chicken Noodle dengan saos asam, asin dan segar. “Taste dari masakan Vietnam adalah balance, sehingga tidak terlalu asin, asam maupun pedas,” paparnya.

Di samping itu, Pho Ngon juga menyediakan main menu roti baguette khas Vietnam, yang berbeda dengan baguette Prancis. Baquette versi Vietnam kulitnya lebih tipis dan crispy, serta bagian dalam rotinya lebih soft. Beberapa pilihan untuk menu tradisional Vietnam baquette seperti Banh Mi Bo atau beef sandwich, Bahn Mi Ga (chicken sandwich), dan Bahn Mi Cha Ca (fish cake sandwich).

Pho Ngon juga menyajikan menu appetizer seperti Goi Cuon (Vietnamese Fresh Spring Roll), Cha Ca Tu (Vietnamese Fish Cake), Coi Buoi Tom Thit (Vietnamese Shrimp Salad), dan Pho Ngon Ga Chien (Fried Chicken Wings). Sementara untuk menu dessert seperti Durian Panacotta, Avocado Panacotta, Banh Flan atau Vietnamese style crème caramel, dan Sua Chua atau Vietnamese homemade yoghurt.

Keunggulan dari menu masakan tersebut menggunakan bahan-bahan alami dan halal, yang didatangkan langsung dari Vietnam. Shawn memang menggunakan bahan rempah-rempah, mie beras, dan kulit lumpia dari Vietnam. Selain itu, dalam masakan ini sangat terasa daun Pho atau Vietnamese Coriander (daun ketumbar).

Beberapa sayur-sayuran diambil dari kebun sendiri di Lembang. Shawn mengambil bibit sayur-sayuran khas Vietnam, lalu ditanam di kebunnya. Untuk minuman andalan dan favorit adalah kopi khas Vietnam, yang didatangkan langsung dari negara asalnya. Beberapa minuman seperti Ca Pe Fring atau Vietnamese egg coffee, Ca Phe Sua atau Vietnamese milk Coffee. Minuman lain seperti Ca Da Me (tamarind drink), Ca Pe Cot Dua (ice coconut coffee), Socola Cot Dua (Ice chocolate coconut), Tra Sen (Lotus Tea), dan Lemon Juice. “Untuk harga makanan kita sangat terjangkau, mulai dari Rp 20.000 hingga Rp 45.000 sehingga terjangkau semua kalangan,” papar Shawn.

Tawarkan Franchise

Sejak akhir tahun 2018, Shawn mewaralabakan usaha restorannya ini. Di awal Juni 2019, telah berdiri franchise Pho Ngon di Tasikmalaya, Jawa Barat. Untuk mengambil franchise Pho Ngon, biaya franchise fee sebesar Rp 300 juta selama lima tahun. “Untuk yang di Tasikmalaya, persiapannya sekitar setengah tahun,” ucap Shawn.

Untuk bahan-bahan makanan, Shawn mengharuskan franchisee membeli bahan seperti bumbu-bumbu, rempah-rempah, serta sayuran khas Vietnam seperti coriander Vietnamese dari Pho Ngon langsung. Tetapi untuk bahan lain seperti daging dan sayur-sayuran lain, franchisee bisa membeli sendiri sesuai spesifikasi yang sudah ditentukan Pho Ngon.

Untuk menu makanan yang disajikan bisa disesuaikan dengan kebutuhan di lokasi restoran franchise. Namun, untuk menu-menu andalan Pho Ngon seperti masakan Pho, roti baquette dan kopi minuman harus ada di setiap restoran franchise.

Tidak ada persyaratan khusus bagi yang ingin mengambil franchise Pho Ngon. Lokasi restoran bisa di ruko dengan luas 100 meter persegi. Selama mengambil franchise Pho Ngon, franchisee dikenakan biasa royalty fee sebesar 3 persen dari net sales.
Dalam sebulan, restoran Pho Ngon di PVJ memperoleh pemasukan sekitar Rp 500-600 juta, sementara di Mekarwangi pemasukan per bulan sekitar Rp 250 juta.

“Jika mengambil franchise, berdasarkan perhitungan dalam waktu dua tahun akan BEP (break event point) dengan omset sekitar Rp 150-160 juta sebulan,” ucap Shawn optimistis.



Sumber: BeritaSatu.com