The Atjeh Connection Menyatukan Kopi, Kuliner dan Silaturahmi

The Atjeh Connection Menyatukan Kopi, Kuliner dan Silaturahmi
Founder dan Owner The Atjeh Connection Amir Faisal Nek Muhammad dan istri, Anita Amir Faisal. ( Foto: The Atjeh Connection / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Minggu, 11 Agustus 2019 | 18:51 WIB

Jakarta, Beritasatu.com- Banyak resto kafe mengandalkan sajian jenis kopi dan interior untuk memikat pengunjung. Tapi
The Atjeh Connection justru memadukan konsep sepiring kuliner atau secangkir kopi untuk bersilaturahmi.

Publik di Jakarta cukup dikejutkan dengan kemunculan resto dan kafe bertajuk The Atjeh Connection. Menggunakan nama Aceh ditulis dalam ejaan lama "Atjeh," logo kafe ini menampilkan sosok pria mengenakan "kopiah meukeutob" yang sangat khas Aceh.

Jaringan resto kelas atas ini tersebar di Sarinah Thamrin, Bendungan Hilir, SCBD, Menteng Jalan Sabang, Slipi, Surabaya dan sekarang dipersiapkan di beberapa kawasan elite lain di ibu kota.

Desain interior resto sangat khas. Unik dan klasik. Pemiliknya terkesan memberi perhatian besar terhadap benda-benda klasik dengan cita rasa seni tertentu. Tempat yang klasik sekaligus seperti galeri mini di setiap resto yang barang-barang itu koleksi pemilik Atjeh Connection.

Jaringan Atjeh Connection ini dimiliki Amir Faisal Nek Muhammad. Pria berdarah Aceh. Putra dokter Nek Muhammad, tokoh Aceh bidang kesehatan. Amir Faisal lahir di Sigli, Aceh, 5 Maret 1974, tapi waktunya lebih banyak dihabiskan di luar Aceh. Bersama sang istri, Anita Amir Faisal, Faisal mengelola The Atjeh Connection dengan perasaan riang dan gembira.

"Pada mulanya kehadiran The Atjeh Connection Resto & Coffee adalah hobi untuk bersilaturahim dengan sahabat-sahabat sekaligus mempromosikan kuliner Aceh di Jakarta. Saya banyak teman. Kita saling bertemu dan berkomunikasi. Jadi ya sudah sekalian aja disediakan kulinernya, jadilah resto ini," katanya sambil senyum.

The Atjeh Connection pertama hadir di Apartemen Slipi, Jakarta pada 2015. Agar sajian kulinernya tidak alakadar, Amir Faisal yang memang punya cita rasa tinggi mengenai makanan, ia lalu mendatangkan koki Aceh, dan mendapat sambutan luar biasa.

Dari Slipi, The Atjeh Connection melebarkan sayap ke Jalan Gajah Mada, Jalan Sabang Menteng , kawasan bisnis SCBD, Sarinah Thamrin, Surabaya Jawa Timur, dan di Jalan Benhill, Jakarta.

Filosofi The Atjeh Connection adalah "menghubungkan orang' atau dalam jargon Nokia, "the connecting people."

"Kami lebih sebagai ruang mempertemukan orang-orang, siapapun dia. Tentu dengan sajian kuliner, yang khas Aceh," kata Amir Faisal mengenai filosofi silaturahmi itu.

Restoran ini memang menyajikan menu favorit kopi sanger, kue ade,mie aceh,ayam tangkap dan sebagainya.
Semangat mengantarkan Aceh sampai ke meja makan, disuguhkan Amir dengan sangat sungguh-sungguh. "Mereka yang sudah ke sini, akan kembali lagi. Kami ingin menjadi duta kuliner Aceh di ibu kota serta menjadikan Aceh menjadi ikon nasional untuk Internasional,” jelas founder & owner The Atjeh Connection Amir Faisal Nek Muhammad.

Bukan hanya itu, The Atjeh Connection juga menyajikan menu yang relatif diterima oleh lidah semua pengunjung, seperti lontong sayur, kari kambing, nasi gurih dengan pelengkap rendang telor balado,sambal ganja,Plik U, Tiram, Kepiting Masak Aceh dan lain-lain.

Untuk Pertemuan

The Atjeh Connection juga menawarkan ruang-ruangan untuk untuk pertemuan. Di Atjeh Connection Benhill ada tiga ruangan dengan nama ruang Bali, Jawa, dan Aceh. Demikian juga ruangan-ruangan VIP atau rapat juga ada di Atjeh Connection Sarinah Thamrin,SCBD Jakarta dan Surabaya. Pada pembukaan cabang selanjutnya, ruang-ruang akan diberi nama Papua,Sulawesi, Kalimantan, Nusa Tenggara dan sebagainya.

“Pemberian nama-nama ruangan itu sebagai perekat ke-Indonesia-an," tambah sang istri, Anita Amir Faisal.

Satu lagi, The Atjeh Connection juga memiliki The Atjeh Connection Foundatioan, lembaga yang aktif terjun ke lokasi bencana gempa di Nusa Tenggara Barat, gempa dan tsunami Palu dan Donggala. Atjeh Connection Foundation adalah salah satu relawan tanggap darurat yang pertama hadir dalam aksi kemanusiaan di Palu.

Selain itu, secara rutin yayasan melakukan pembagian nasi kotak setiap Jumat kepada kaum dhuafa dengan Tagline “Pastikan Tetanggamu Kenyang” memfasilitasi pasien-pasien dhuafa dari luar daerah yang berobat ke Jakarta, memberi beasiswa dan sebagainya.

Saat ini, Atjeh Connection Foundation memiliki ratusan anak asuh yang mendapatkan beasiswa bulanan secara rutin yang tersebar di beberapa daerah, khususnya Jabodetabek.

"Kami ingin berbagi dalam bidang sosial, membantu sesama. Kehadiran kami tak sekedar sebuah restoran, melainkan juga berusaha berperan sosial," tambah Anita



Sumber: Suara Pembaruan