APJI Dorong Industri Jasa Boga Hadapi Era 4.0

APJI Dorong Industri Jasa Boga Hadapi Era 4.0
Asosiasi Perusahaan Jasa Boga Indonesia (APJI) akan menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V APJI 2019 dan Festival Jajan Pasar serta Pameran industri Jasa Boga bertaraf internasional pada 13 - 15 September 2019 di Bali. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Selasa, 13 Agustus 2019 | 18:29 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum lama ini telah mencanangkan sektor makanan dan minuman sebagai salah satu fokus utama peta jalan (roadmap) Making Indonesia 4.0.

Mendukung hal tersebut, Asosiasi Perusahaan Jasa Boga Indonesia (APJI) sebagai salah satu bagian dalam industri makanan dan minuman, akan menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V APJI 2019 dan Festival Jajan Pasar serta Pameran Industri Jasa Boga bertaraf internasional pada 13 - 15 September 2019 di Hotel Prama Sanur Beach Bali, dengan tagar artfoodfestapji (#artfoodfestapji).

"Bali dipilih sebagai tempat Rakernas karena merupakan tujuan wisata terpopuler di Indonesia maupun mancanegara, dengan kekhasan seni budaya yang turut mempengaruhi industri jasa boga. Harapannya, industri jasa boga nusantara akan lebih dikenal lagi oleh masyarakat dunia," ujar Ketua Panitia Rakernas V APJI, Siti Radarwati kepada Beritasatu.com, di Jakarta, Selasa (13/8/2019).

Siti Radarwati mengatakan, tema yang diambil untuk Rakernas V APJI 2019 ini adalah 'APJI goes for 4.0 Suistainability, Improved Quality for Prosperity’. Pasalnya, APJI harus mendorong industri jasa boga secara berkeberlanjutan untuk meningkatkan kualitas menuju kesejahteraan para anggotanya dengan membangun sinergitas antara pemerintah, pelaku usaha dan supporting usaha kuliner yang bertujuan meningkatkan perekonomian para anggota.

"Kami harus siap menghadapi industri 4.0 ini. Untuk itu, kami mengadakan Rakernas untuk melakukan sinkronisasi program kerja. Apalagi, saat ini anggota APJI terdiri dari berbagai skala usaha, dengan sebagian besar merupakan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang tersebar di seluruh Indonesia. Jadi, Rakernas ini sangat penting dan akan dibuka oleh pejabat setingkat menteri. Sedangkan untuk #artfoodfestapji akan dibuka oleh Gubernur Bali," ungkap Siti Radarwati.

Siti Radarwati menambahkan, salah satu yang perlu dipersiapkan adalah transformasi digital bagi para anggota APJI. "Hal tersebut merupakan salah satu misi dari APJI, yakni meningkatkan pengetahuan manajemen usaha yang terus menerus dikembangkan, dengan teknik dan metode yang mutakhir sehingga mempunyai daya saing yang tinggi," tambahnya.

Sementara itu, Humas DPP APJI, Jimmy H Senduk, mengatakan, kegiatan Rakernas V APJI 2019 dan #artfoodfestapji kali ini tampil beda dibandingkan sebelumnya.

"Acara ini akan tampil beda dan dipastikan memberikan nilai tambah wawasan kuliner bagi seluruh anggota APJI dan bagi daerah Bali sendiri. Kami yakin dapat berdampak signifikan bagi sektor pariwisata, terutama dari kedatangan wisatawan lokal maupun mancanegara. Untuk itu, kami berharap para pemain di industri jasa boga dapat turut berpartisispasi aktif agar acara ini berjalan sukses dan semarak," ujar Jimmy.

Untuk #artfoodfestapji, lanjut Jimmy, akan digelar diatas lahan seluas 8.700 meter persegi, 130 booth yang akan dibagi beberapa zona, mulai dari zona industri, zona fashion, serta art and beauty. Selain itu, ada juga zona food and beverage (F&B) yang didalamnya terdapat area khusus untuk vegetarian, organik dan healty food.

"Pengunjung juga bisa menikmati beragam industri kreatif dalam zona milenial, seperti body and face painting, entertainment dan lainnya yang sedang berkembang saat ini. Selain itu, akan digelar juga training dan seminar keamanan pangan, workshop startup business, pelatihan fruit and vegetable carving, pelatihan chocolate pralin, master class barista oleh Indolakto, dan master class cooking oleh chef Vindex," pungkas Jimmy.



Sumber: BeritaSatu.com