Kedai Brun Meracik Cokelat Batangan Menjadi 13 Varian Minuman

Kedai Brun Meracik Cokelat Batangan Menjadi 13 Varian Minuman
Sajian minuman cokelat di Kedai Brun. ( Foto: istimewa )
Iman Rahman Cahyadi / CAH Rabu, 21 Agustus 2019 | 14:32 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Dibanding Eropa, minuman cokelat diakui di Indonesia memang masih kurang tren dibanding kopi. Namun sama halnya dengan kopi yang awalnya dianggap biasa saja, kini menjadi minuman yang luar biasa di Indonesia. Begitu banyak kedai kopi tersebar.

Harapan itulah yang coba dirintis Alvin Constantine yang memulai kedai Cokelat sejak tahun 2017. Cokelat impor batangan asal Belgia dan Italia yang dipadupadankan menjadi kekhasan gerai Alvin. Sebelum disajikan, kedua cokelat batangan yang dicampur ini, dicairkan dan agar cita rasanya bisa dinikmati, cokelat yang dilumerkan dicampurkan, seperti dengan susu atau garam pink (himalaya).

Alvin memadu padankan cokelat batangan Belgia dan Italia yang dilumerkan terlebih dahulu sebelum disajikan pada konsumennya.

"Kedai saya mengutamakan batangan cokelat dari Belgia dan Italia yang dicampur, lalu dilumerkan. Tentunya, tidak langsung diminum, karena kalau cokelat saja, pasti pahit," ucap Alvin, pemilik kedai Brun saat ditemui di kedai cokelatnya di Central Park, Grogol, Jakarta.

Cokelat, dibenak orang Indonesia rasanya manis. Padahal, cokelat yang dapat menguatkan jantung dan menyehatkan tubuh ini, pahit rasanya. Tidak heran, jika Alvin pun begitu apik memilih bahan campuran cokelatnya sehingga cita rasa yang didapat bisa dinikmati bagi pengunjung kedainya. Alvin menyajikan 13 varian minumam cokelat di kedainya yang sudah dicairkan. Semisal; pink salt chocolate, brun cookie dookie, brun banana chocolate, brun hazelnut chocolate, brun peppermint chocolate.

Pink salt percampuran garam himalaya dan lumeran cokelat menghasilkan rasa yang sensasi. Begitu juga dengan brun peppermint chocolate, perpaduan peppermint dan cokelatnya, membuat segar peminumnya.

"Cokelat selama ini, anggapan orang Indoensia rasanya manis. Padahal pahit. Jadi supaya cita rasanya bisa dinikmati, cokelat batangan yang sudah dicairkan ini, semisal dicampur susu, garam himalaya atau bahan lainnya. Yang pink salt, rasanya agak asin-asin. Jangan kuatir, sehat ko!" terang Alvin yang kini sudah memiliki 7 gerai coklat, diantaranya di Jakarta, Batam, Jogjakarta.

Alvin menyebut gerai cokelatnya berbeda dengan banyak minuman cokelat lainnya yang dijual di luar sana. Kedainya mengutamakan bahan cokleat batangan, bukan cokelat powder (bubuk).

"Di luar sana, banyak memakai cokelat powder yang diaduk aja, tidak memakai cokelat batangan. Kita benar-benar pakai cokelat batangan yang dilumerkan. Pembeli bisa melihat langsung saat proses pembuatannya," urai Alvin.

Alvin yang memulai bisnis gerai cokelat ini, berjualan di beragam pameran, selalu bereksperimen mencari citarasa lain. Saat ini, agar pencinta kopi juga dapat menikmati citarasa cokelat, Alvin mencampur kopi dan cokelat yang dilumerkannya itu. varian terbarunya itu, ia beri nama, espresso chocolate.

"Yah, harapannya agar pencinta kopi juga bisa menikmati," terang Alvin.

Bagi Anda yang ingin hidup sehat, dan penggemar kopi tidak ada salahnya mencoba mengingat olahan campuran kopi dan cokelat, memiliki ke khasan rasa. Terlebih kegunaan cokelat, manfaatnya seperti, dapat menghilangkan stres dan banyak kandungan Mineralnya serta mengandung anti aging.



Sumber: BeritaSatu.com