Kekayaan Rasa Autentik Sumatera di FKS 2019

Kekayaan Rasa Autentik Sumatera di FKS 2019
Menu andalan Nasi Kapau khas Sumatera Barat paling diminati pengunjung di Festival Kuliner Serpong (FKS). Festival kuliner hadir sejak Agustus hingga pertengahan September 2019. ( Foto: elvira anna siahaan )
Elvira Anna Siahaan / EAS Jumat, 30 Agustus 2019 | 19:06 WIB

Serpong, Beritasatu.com - Menjelajahi makanan tradisional Indonesia terasa tidak ada habisnya. Indonesia dengan keberadaan 34 provinsi, pastinya memiliki ratusan makanan khas atau autentik, dengan rasa yang berbeda-beda. Namun, apakah untuk mencicipi semua makanan khas Indonesia, harus datang ke daerahnya? Nah, festival tahunan di kawasan Serpong bisa memenuhi keingintahuan penikmat kuliner pada rasa autentik Indonesia.

Setelah sebelumnya sukses dengan festival makanan khas Borneo, Kalimantan, tahun ini Festival Kuliner Serpong (FKS) ke-11 memilih makanan khas Sumatera. Sedikitnya, terdapat 100 makanan khas yang ditampilkan di FKS di Summarecon Mall Serpong (SMS), yang digelar dari pertengahan Agustus hingga September 2019.

FKS dengan tema “Pesona Bumi Andalas” hadir dengan dekorasi sentuhan kebudayaan Pulau Sumatera. Mulai dari kedai pedagang, panggung, hingga replika Jam Gadang dari Kota Padang, semua menjadi ikon FKS 2019. Willy Effendy selaku Center Director Summarecon Mall Serpong mengatakan makanan khas Sumatera beragam rasanya, dari daerah Medan, Padang, Aceh, hingga Palembang.

"Setiap tahun kami mencoba menyajikan makanan yang berbeda. Kami ingin memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia kepada pengunjung yang tidak sempat keliling Indonesia,” kata Willy, saat ditemui Beritasatu.com baru-baru ini. Di arena festival makanan yang terletak di pelataran luar mal, pengunjung bisa memilih makanan khas asal Sumatera, di antaranya adalah Pempek Beringin asli Palembang, Keripik Sanjay Christine Hakim, Nasi Kapau Bukittinggi, Mie Belitung Atep, Sate Padang Pariaman, Soto Medan, Bihun Kari Medan, BPK Sinabung, Ayam Tangkap Atjeh, Bakmi Bangka Asoka 57, Es Durian Iko Gantinyo, dan Aneka Keripik Pisang Yen Yen Lampung.

"Makanan yang paling diserbu pengunjung adalah nasi kapau. Malah, kalau ada pengunjung yang penasaran dengan makanan tidak halal asal Sumatera, kami menyediakan area khusus,” ujarnya sambil menunjukkan arena makanan tidak halal yang berada di sisi kanan FKS.

Kopi Sumatera
Rasa autentik makanan Sumatera, juga diakui kelezatannya oleh Linda Jusdi, pengunjung FKS 2019. Linda mengatakan, selama ini ia penasaran dengan makanan olahan daging babi khas Batak. Untungnya di FKS Linda bisa mencicipi Nasi BPK, lengkap dengan sambal andaliman dan kuah sangsang.

"Baru kali ini saya mencoba makanan khas Batak. Rasanya enak, beda dengan makanan khas Sumatera lainnya," kata Linda kepada Beritasatu.com.

Selain makanan khas, FKS juga menyajikan kopi asal Sumatera yang rasanya dibuat lebih kekinian untuk anak muda. Kedai kopi lengkap dengan teko yang tinggi itu sukses membuat pengunjung melirik untuk mampir membeli. Saat Beritasatu.com mencicipi kopi khas Sumatera itu, rasanya tidak jauh berbeda dengan kopi kekinian yang ada di Jakarta, sebab pemanis kopi juga menggunakan gula aren.

FKS tahun ini tak hanya menyajikan kuliner khas, tetapi juga hiburan asal Sumatera. Pengunjung FKS dihibur oleh penampilan khas Sumatera dari alunan musik khas Melayu oleh Harmoni Deli, merdunya musik khas Minang oleh Alkawi Musik, sajian musik tradisional oleh Senandung Orquesta, dan lantunan musik khas batak oleh Trio Batak RNB. Setiap akhir pekan, FKS juga menampilkan performa musik dan tarian tradisional dari Pulau Sumatera.



Sumber: BeritaSatu.com