Patenkan Kuliner Khas Daerah, Tjahjo: Jangan Tiba-tiba Muncul Wingko Babat Malaysia

Patenkan Kuliner Khas Daerah, Tjahjo: Jangan Tiba-tiba Muncul Wingko Babat Malaysia
Tjahjo Kumolo. ( Foto: Antara )
Carlos KY Paath / AO Kamis, 26 September 2019 | 15:16 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Setiap daerah diharapkan mempunyai kuliner yang menjadi ciri khas masing-masing, seperti pempek di Palembang. “Daerah harus memiliki kuliner khas. Contohnya, pempek di Palembang. Per hari laku tujuh ton, baik yang dibawa keluar atau mereka yang datang ke Palembang,” kata Ketua Pembina TP Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Tjahjo Kumolo.

Hal itu disampaikan Tjahjo yang juga Menteri Dalam Negeri saat membuka Jambore Nasional Kader PKK Tahun 2019 di Jakarta, Rabu (25/9/2019). “Kuliner lainnya itu bakpia di Yogyakarta. Lalu, dodol durian sama kue bika ambon dan markisa di Medan. Terus, ada juga lumpia dan wingko di Jawa Tengah,” tutur Tjahjo.

Tjahjo menambahkan, daerah-daerah di Sulawesi, seperti Manado, khas dengan ikan cakalang. Sementara, di Batam, lanjut Tjahjo, ada sup ikan. Di Pekanbaru terkenal dengan sup pindang ikan patin.

“Setelah ada kuliner khas, mohon segera dipatenkan. Jangan nanti tiba-tiba muncul wingko babat dari Malaysia. Kalau ada buah-buah khas juga segera patenkan,” tegas Tjahjo.

Tjahjo menuturkan, pemerintah daerah (pemda) juga perlu menentukan destinasi wisata. “Satu daerah harus punya tiga unggulan wisata. Supaya bisa dikujungi,” tutur Tjahjo.

Tjahjo pun mengingatkan tentang pentingnya menjaga kebersihan. “Masalah sampah. Sudah kita instruksikan ke seluruh daerah, setidaknya kebersihan dijaga. Membangun Indonesia yang bersih dan sehat,” kata Tjahjo.

Tjahjo pun menyebut, “Penggunaan bahan-bahan plastik harus dikurangi. Kalau dihilangkan total memang cukup sulit, tetapi bisa bertahap.”



Sumber: Suara Pembaruan