Jakarta Dessert Week, Dua Pekan Merayakan Hidangan Pencuci Mulut di Jakarta

Jakarta Dessert Week, Dua Pekan Merayakan Hidangan Pencuci Mulut di Jakarta
Lima dari enam penggagas Jakarta Dessert Week berfoto usai jumpa pers di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (26/9/2019). Dari kiri ke kanan: Kevindra Soemantri, Primo Rizky, Talita Setyadi, Tria Nuragustina, dan Gupta Sitorus. ( Foto: Suara Pembaruan / Dina Fitri Anisa )
Dina Fitri Anisa / IDS Jumat, 27 September 2019 | 13:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Berawal dari inisiatif untuk memperkenalkan karya-karya para pastry chef, enam praktisi dan penggiat kuliner akhirnya menggagas hadirnya sebuah platform yang diberi nama Jakarta Dessert Week (JDW). Untuk pertama kalinya, JDW akan berlangsung selama dua pekan, mulai dari 7 sampai 20 Oktober 2019.

Pendiri JDW, Gupta Sitorus mengatakan, ajang ini bertujuan memberikan platform bagi para pastry chef untuk menunjukkan karya mereka, sekaligus membangun ekosistem yang kondusif bagi pertumbuhan industri dessert atau hidangan pencuci mulut di Jakarta.

"Kami ingin membantu membangun ekosistem yang kondusif untuk industri dessert skala gourmet di Jakarta. Pastry chef adalah seniman dan kami menciptakan platform kreatif untuk membawa atensi ke karya-karya di luar rutinitas mereka di restoran," tutur Gupta dalam jumpa pers di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (26/9).

Selain Gupta, lima pendiri JDW lainnya adalah Talita Setyadi, Tria Nuragustina, Primo Rizky, Kevindra Soemantri, dan Arimbi Nimpuno. Mereka berharap dengan JDW bisa memberikan panggung kepada pastry chef di Indonesia untuk saling berdialog dan menunjukkan kepada masyarakat luas bahwa membuat hidangan pencuci mulut merupakan sebuah karya seni.

“Di Jakarta sebenarnya banyak sekali chef yang ahli membuat dessert. Namun sayang, banyak orang yang belum menyadarinya. Jakarta berbeda dengan Bali dan Singapura, di mana sajian dessert sangat mudah untuk ditemui. Untuk itu, kita ingin menciptakan sebuah spotlight terhadap pelaku pastry di Jakarta. Kita ingin meningkatkan percakapan dessert, sehingga masyarakat Indonesia membeli dessert bukan hanya tentang rasa dan harga, tetapi tentang experience di baliknya," kata Tria.

Ia kembali menjelaskan, selama dua pekan JDW telah mempersiapkan dua program utama, yakni Special Menu yang diberi tajuk JDW Official Dessert, dan Special Experience Events. Dua program yang ditargetkan untuk kalangan B+ atau menengah ke atas ini akan menampilkan sejumlah chef independen untuk melakukan pop up yang berkolaborasi dengan berbagai restoran.

Dalam kegiatan Official Dessert, JDW telah melakukan proses kuratorial pada sejumlah restoran hingga pastry shop, yang memiliki unsur inovasi dan narasi dessert yang baik. Berdasarkan kurasi, terpilih 15 gerai fisik dan dua bisnis kuliner daring. Tempat-tempat tersebut akan menyajikan kreasi spesial mereka khusus di dalam periode JDW 2019.

“Official Dessert mengusung tema retro, merujuk kepada desain atau cita rasa dari masa lalu. Kita diajak untuk melihat perspektif para seniman dapur dalam merespons tema menjadi unsur menarik bagi menu yang dijual,” terang Kevindra.

Tak Berjarak
Restoran-restoran yang akan menjadi lokasi ajang JDW antara lain NUSA Gastronomy, Social Affair Bakehouse, Delico, Es Krim Djowo by Eskimomo, @brooklyn_id, Namelaka, TWG Tea Salon & Boutique, BEAU Bakery, @buildTheCake_id, La Patisserie - Four Seasons Hotel Jakarta, dan La Moda Restaurant.

Beberapa chef mandiri yang tidak terikat pada restoran atau premis akan melakukan pop up berkolaborasi dengan berbagai restoran. Akan ada pula sejumlah masterclass. Setiap acara dirancang sebagai special experience events, sesuai dengan selera kaum urban yang menjadi profil hadirin JDW. Setiap ajang spesial JDW adalah acara yang tak berjarak dengan chef dan berlangsung hangat.

“Nanti terdapat sekitar 15 event yang bisa diikuti oleh publik secara terbatas. Dan yang perlu diketahui, ini bukan demo masak biasa, tetapi lebih mengenal bagaimana pembuatan dan cerita di balik setiap dessert yang dibuat. Kelas hanya dibuka untuk sekitar 15 orang saja, dengan kisaran biaya Rp 150.000 hingga Rp 500.000,” ungkap Tria.

Selain dua program tersebut, JDW juga memberikan penawaran terbaik untuk masyarakat yang mengikuti program ini. Tiap pembelanjaan menu dan ajang spesial akan mendapatkan Stamp Card, yang nantinya bisa diundi untuk memenangkan hadiah dari Four Seasons Hotel Jakarta, Keraton at the Plaza, a Luxury Collection Hotel Jakarta, dan Pullman Jakarta Indonesia. Ajang ini juga didukung hadiah eksklusif dari TWG Tea Salon, Boutique, dan Duralex.



Sumber: Suara Pembaruan