Peminat Kopi Tumbuh, TGC Coffee Buka Kedai Baru

Peminat Kopi Tumbuh, TGC Coffee Buka Kedai Baru
Owner TGC Coffee Roasery and Retalier Daniel Ko dan Ketua Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Jatim Tjahjono Haryono saat pembukaan kedai baru TGC Coffee Basra di Surabaya, Selasa (1/10/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Amrozi Amenan )
Amrozi Amenan / FER Selasa, 1 Oktober 2019 | 21:44 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - Menikmati kopi di kedai kopi kini telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Surabaya dari berbagai kalangan, mulai anak muda hingga orang tua.

Baca Juga: Wapres JK Serukan Perbaikan Nasib Petani Kopi

Sejalan dengan kian tumbuhnya penikmat kopi, kedai kopi atau coffee shop di Surabaya juga kian menjamur karena dianggap sebagai bisnis yang menjanjikan hingga banyak pebisnis yang menerjuninya, baik dengan membawa brand lokal atau brand mancanegara.

Salah satunya adalah TGC Coffee yang merupakan brand lokal dan terus memperluas pangsa pasarnya di bisnis kedai kopi. Setelah membuka gerai di kawasan Loops Surabaya Barat dan di Bali, TGC Coffee secara resmi membuka gerai ketiganya di pusat Kota Surabaya, tepatnya di Jalan Basuki Rahmat Surabaya.

"Kedai baru ini untuk menjangkau penikmat kopi yang lebih luas sekaligus untuk mendekatkan diri kepada pelanggan yang ada sekarang," kata Daniel Ko, owner TGC Coffee Roasery and Retalier di sela grand opening TGC Coffee Basra, Selasa (1/10/2019).

Ilustrasi Kopi

Baca Juga: Potensi Bisnis Kopi Dinilai Terbuka Lebar

TGC Coffee Basra dibangun di lahan seluas 600 meter persegi, dua lantai dengan desain dan ikon bernuansa Jepang. Memiliki kapasitas 100 tempat duduk, gerai ini juga menyiapkan VIP room berkapasitas sekitar 20 kursi yang bisa dimanfaatkan untuk meeting, arisan, dan sebagainya.

Daniel mengungkapkan, penikmat kopi di Surabaya masih butuh edukasi tentang kopi agar menjadi penikmat kopi sejati, mulai bahan kopi sampai seduhan yang spesial. Karena itu, TGC Coffee menghadirkan konsep cafe manual brew dimana pengunjung bisa langsung melihat bahkan melakukan sendiri proses seduhnya. Pembeli juga dapat memilih seduh manual dengan berbagai metode atau seduh dengan mesin Black Eagle.

Dari pengalamanya di kedai pertama sebelumnya di PTC Mall Surabaya, yang memajang pernik-pernik alat seduh kopi manual, dan tentu saja biji-biji kopi yang sudah di-roasting, mulai biji kopi dalam negeri hingga biji kopi yang diperoleh dari impor, animo penikmat kopi cukup besar. Karena begitu besarnya animo pelanggan, Daniel pun memutuskan untuk membuka gerai yang representatif di Loop di Kompleks Graha Family Surabaya.

Baca Juga: Bisnis Es Kopi Susu Kekinian Potensial

"Gerai itu mampu menyedot banyak penikmat kopi bukan saja dari Surabaya, namun juga Jakarta, Bali, dan sejumlah kota lain di Tanah Air,” ujarnya.

Soal pilihan produk, TGC Coffee Shop menghadirkan lebih dari 70 varian bean coffee dimana 100 persen jenis Arabika. Ada kopi asli Indonesia, seperti Toraja, Mandheling, Gayo, Bali, Java, Preanger, Lintong, hingga Luwak. Sedang kopi impor, diantaranya Honduras, Tanzania, Guatemala, Colombia, Brazil, Ethiopia, hingga Gesha coffee.

Sementara itu, Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Jatim mencatat, pertumbuhan sektor usaha kafe dan restoran di Jatim tumbuh hingga lebih dari 20 persen sepanjang tahun 2018. Ini sejalan dengan adanya perubahan gaya hidup masyarakat modern yang menjadikan kegiatan makan dan minum tidak hanya sekedar untuk mengisi perut, tapi gaya hidup. Tahun ini, pertumbuhan bisnis tersebut juga akan tumbuh di angka yang sama.

"Sekarang anak muda budayanya nongkrong di kafe. Dan bisnis ini potensial," kata Ketua Apkrindo Jatim Tjahjono Haryono.



Sumber: Investor Daily