Kopi Indonesia Semakin Dikenal di Rusia

Kopi Indonesia Semakin Dikenal di Rusia
Para pecinta kopi di Rusia mencoba beragam aroma dan cita rasa kopi asal Indonesia pada Festival Kopi Indonesia di Mosowa, Rusia, Jumat, 11 Oktober 2019. ( Foto: Istimewa / KBRI Moskwa )
Asni Ovier / AO Minggu, 13 Oktober 2019 | 15:13 WIB

Moskwa, Beritasatu.com - Kopi Indonesia semakin populer di Rusia. Hal ini terlihat dari penyelenggaraan Festival Kopi Indonesia di Moskwa yang berlangsung pada Jumat (11/10/2019). Festival itu dihadiri oleh para pelaku bisnis Rusia di sektor kopi, seperti perusahaan roasting, importir dan distributor, pemilik coffee shop, dan barista.

Festival yang terbagi dalam sesi workshop dan business mixer memperkenalkan ragam kopi Indonesia, terutama specialty coffee, coffee cupping dan coffee roasting. Peserta mendapat penjelasan tentang jenis-jenis specialty coffee Indonesia dan proses pengolahannya. Specialty coffee yang ditampilkan antara lain kopi Kerinci Natural, Central Java Honey, Toraja, Bali, Gayo Natural, North Malabar, Gayo, Flores Bajawa, dan Toraja Pulu.

Festival juga menyajikan kopi Indonesia yang dibawa oleh para pengusaha dari Indonesia. Para peserta festival mencoba dan menikmati beragam aroma dan cita rasa kopi Indonesia di tengah suhu udara yang mulai dingin di Moskwa, mencapai 10 derajat Celsius.

Ketua Asosiasi Kopi Rusia, Ramaz Chanturia, yang hadir dalam Festival Kopi Indonesia mengatakan, pangsa pasar specialty coffee di Rusia berkembang pesat seiring dengan peningkatan konsumsi kopi Rusia secara umum dalam beberapa tahun terakhir.

“Saya sangat mengapresiasi penyelenggaraan Festival Kopi Indonesia untuk lebih memperkenalkan kopi Indonesia. Saya berharap semakin banyak ragam kopi Indonesia yang dapat dijumpai dan dinikmati masyarakat di Rusia”, kata Ramzan.

Tren kopi di Rusia meningkat pesat sejak 10-15 tahun terakhir. Saat ini meminum kopi menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat Rusia. Menurut salah satu penelitian bahwa orang Rusia meminum kopi di luar rumah lebih sering daripada orang Italia dan Perancis. Jika sebelumnya kopi diminum di kedai kopi, kafe, dan restoran setelah makan malam, sekarang kopi diminum tiap saat dan dapat dengan mudah diperoleh, seperti di tempat-tempat makan cepat saji (fast food), jajanan di pinggir jalan (street food), dan kantin-kantin.

Potensi pasar Rusia untuk kopi Indonesia sangat besar. Pada 2018 Indonesia adalah pengekspor kopi terbesar ke-11 bagi Rusia sebesar 3.628 ton dengan transaksi senilai US$ 9,1 juta. Sementara itu, total impor kopi Rusia mencapai 196.000 ton atau senilai US% 592,9 juta. Importir kopi terbesar Rusia adalah Vietnam (96.000 ton), Brasil (34.000 ton), Itialia (14.000 ton), India (6.000 ton), dan Jerman (6.000 ton).

Dedi Junaedi, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Kementerian Pertanian RI yang datang ke Moskwa melihat langsung peluang pasar Rusia bagi kopi Indonesia. Menurut Dedi, Indonesia sebagai negara penghasil kopi terbesar ke-4 dunia berpotensi besar menembus pasar Rusia karena Indonesia memiliki kopi yang berkualitas tinggi dan keanekaragaman cita rasa kopi yang tidak kalah dari negara lain.

Festival Kopi Indonesia di Rusia untuk pertama kalinya digelar oleh KBRI Moskwa atas kerja sama dengan Kopi Tanamera Indonesia dan Cocar Coffee Rusia. Festival ini juga didukung oleh Kementerian Pertanian RI. Selama Festival berhasil ditandatangani kontrak ekspor kopi Indonesia ke Rusia senilai Rp 2 miliar antara Tanamera dengan importir kopi Rusia, Cocar Coffee. Pengiriman perdana satu kontainer kopi premium dari Indonesia akan dimulai pada akhir Oktober 2019 dan pengiriman selanjutnya 4-5 kontainer setiap bulan.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarusia, M Wahid Supriyadi, mengatakan Festival Kopi ini digelar untuk memberikan edukasi dan mempromosikan kopi Indonesia ke Rusia, khususnya specialty coffee.

“Empat kali penyelenggaraan Festival Indonesia berdampak pada besarnya minat warga Rusia terhadap kopi Indonesia. Diharapkan nilai ekspor kopi Indonesia ke Rusia terus meningkat mengingat besarnya potensi pasar Rusia,” kata Dubes Wahid.

Untuk mendorong promosi dan ekspor kopi Indonesia ke Rusia, Dubes Wahid memberikan penghargaan kepada Kopi Tanamera sebagai The Pioneer of Indonesian Specialty Coffee Exporter 2019, Cocar Coffee sebagai Russian Importer of Indonesian Specialty Coffee 2019, dan KLD Coffee Importers sebagai The Most Active Indonesian Coffee Importer 2019.



Sumber: Suara Pembaruan